Wednesday, June 2, 2021

MAKALAH "Dinamika Sosial Budaya Indonesia dalam Pembangunan"

 

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allat SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya yang telah melimpahkan rahmat danhidayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang Dinamika Sosial Budaya Indonesia.Makalah ini disusun dengan maksimal dan mendapatkan materi dari beberapasumber sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Terlepas dari itu semua kamimenyadari sepenuhnya bahwamasih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupuntata bahasa. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini. Akhir kata sata berharap semoga makalah tentang dinamika sosial budaya indonesia ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca

 


DAFTAR ISI

SAMPUL

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB 1

PENDAHULUAN

      1.1 Latar Belakang

      1.2. Rumusan Masalah

      1.3. Tujuan Penulisan

      1.4. Manfaat Penulisan

BAB II

PEMBAHASAN

      1. Nilai Sosial Budaya Indonesia

      2. Perubahan Nilai-Nilai  Sosial Budaya dalam Masyarakat

      3. Manusia, Nilai Tradisonal, dan Lingkungan Hidup dalam Pembangunan

BAB III PENUTUP

KESIMPULAN & SARAN

DAFTAR PUSTAKA

 

DINAMIKA SOSIAL BUDAYA INDONESIA DALAM PEMBANGUNAN

 

1.1 Latar Belakang

Konsep masyarakat Indonesia tumbuh dari suatu proses perjalanan masa yang panjang oleh betukan sejarah,k keanekaragaman dan keseragaman tradisi, serta modernisasi untuk sampai padakeadaan seperti sekarang ini. Tentang hal itu, kajian tentang masyarakat Indonesia sudah banyakdilakukan oleh para ilmuwan, termasuk ilmuwan sosial. Pada masa konolial iala memperoleh pengetahuan tentang masyarakat dan kebudayaan penduduk pribumi untuk berbagai kepentingan pemerintah jajahan, sedangkan dalam masa mengisi kemerdekaan ini bertujuan untukmeningkatkan persatuan dan mendukung pembangunan melalui modernisasi masyarakat Indonesia.Pembangunan, yang kita artikan sebagai usaha berencana ke arah peningkatan kesejahteraanmasyarakat dalam segala segi perkehidupan secara lebih baik dalam proses kegiatannya mendorong pula pada pengambilan teknologi dan ilmu pengetahuan guna mempercepat usaha peningkatankesejahteraan masyarakat itu

 

Pengambilalihan teknologi dalam ilmu pengetahuan yang diperlukamn pada tahap-tahaptertentu memerlukan juga penyesuaian sosial budaya dalam proses penggarapannya. Teknologi danilmu pengetahuan yang berkembang atas dasar nilai dan gagasan yang berasal dari kebudayaanasing belum tentu sesuai dengan nilai-nilai dan gagasan dasar yang selama ini mendominasikehidupan sosial budaya bangsa Indonesia.Dalam kaitannya dengan hal tersebut besar kemungkinan bahwa proses pembangunan akanmenggeser nilai-nilai dan gagasan dasar yang ada, mengembangkan gagasan baru ataupunmenggantikannya sama sekali dengan nilai-nilai yang telah menumbuhkan teknologi dan ilmu pengetahuan yang diambil oleh itu. Dalam pada itu, dapat dikatakan bahwa pembangunan untukmeningkatkan kesejahteraan berarti pula proses pembaharuan kebudayaan. Kemajuan teknologi,khususnya di bidang komunikasi dan transformasi telah sangat memperlancar kontak antarbudaya bangsa. Interaksi sosial, tukar menukar pengalaman pengetahuan dan gagasan dapat terlaksanadengan mudah oleh setiap orang dan tanpa mengenal batas geografis, politik maupun kebudayaan

Searah dengan kecenderungan sosial budaya yang dinamis yang selalu berkembang, makakontak-kontak seperti itu alamiah yang juga tidak mungkin dibendung. Yang menjadi masalah ialaluas dan derasnya arus pengaruh budaya asing dewasa ini sampai akibat dari kemajuan teknologidan ilmu pengetahuan, kebutuhan-kebutuhan yang timbul akibat pembangunan, ditambah dengandaya seleksi masyarakat yang melemah serta kurang mampu memilih kebudayaan asing yang benar-benar diperlukan dan yang sesuai dengan nilai-nilai yang ada. Mengadopsi unsur-unsur budaya asing yang yang kurang terarah dapat mengakibatkan tersisihnya nilai-nilai dan gagasandasar yang selama ini mendominasi pola tingkah laku anggota masyarakat yang akhirnya akanmemperlemah kepribadian dan semangat nasionalisme

 

1.2 Rumusan Masalah

Adapun masalah-masalah yang akan di jadikan bahan pembahasan dari makalah ini adalah :

     1. Apa pengertian dan makna Manusia Indonesia:Individu,Keluarga,dan Masyarakat?

     2.Apa Nilai Sosial Budaya Indonesia?

      3. Bagaimana Peranan Manusia, Nilai Tradisional, dan Lingkungan Hidup dalam pembangunan?

 

1.3 Tujuan Penulisan

1. Memahami dan mengerti makna Manusia Indonesia:Individu,Keluarga,dan Masyarakat

      2 . Mengetahui Nilai Sosial Budaya Indonesia3. Mengetahui peranan Manusia, Nilai Tradisional, dan Lingkungan Hidup dalam pembangunan

 

1.4 Manfaat Penulisan

Mahasiswa mampu mengetahui, memahami dan mengerti pengertian dan maknaDinamika Sosial Budaya dalam Pembangunan yang meliputi makna Manusia Indonesia, Nilai Sosial Budaya Indonesia dan Nilai Tradisional Lingkungan Hidup dalam pembangunan.

 

 

 

BAB II PEMBAHASAN

1. Nilai Sosial Budaya Indonesia

 Nilai itu adalah gabungan semua unsur kebudayaan yang dianggap baik/buruk dalam suatumasyarakat, karena itu pula masyarakat mendorong dan mengharuskan warganya untuk menhayatidan mengamalkan nilai yang dianggap ideal itu. Dilihat dari segi waktu menurut Clyde Kluckhohn,nilai agak abadi, yang dengan demikian nilai merupakan suatu standar yang mengatur serta mengelola sejumlah sistem kelakuan. Preferensi nilai terletak pada hal-hal yang lebih disukai dandianggap terbaik tentang relasi sosial yang harus dilakukan seseorang termasuk ikhtiar untukmencapainya (Garna,1996). Menghadapi situasi tertentu, seseorang dalam kehidupan bermasyarakat sering kali dihadapkan kepada pilihan tentang apa dan bagaimana untuk bertindakdan berlaku, yang lebih jauh dalam dirinya ditentukan oleh kesadaran terhadap standar atau prinsipyang tersedia dalam lingkup kebudayaannya.Dalam masyarakat dapat dilihat sebagai suatu organisasi sosial yang kompleks yang terdiriatas nilai-nilai dan norma-norma, pranata-pranata dan aturan-aturan untuk mewujudkan tingkahlaku, yang secara bersama-sama dimiliki oleh para warga masyarakat yang bersangkutan.Sedangkan yang dimaksudkan dengan disorganisasi adalah adanya kenyataan bahwa tidak setiapwarga masyarakat mengetahui dan menyetujui seluruh norma-norma ideal (yang dianggap baikmenurut ukuran kebudayaan yang berlaku) dalam mewujudkan tingkah laku, seingga masyarakatsebagai suatu organisasi sosial berada pada suatu kondisi yang memperlihatkan adanyadisorganisasi sosial.

Ketidaksetujuan warga masyarakat atas tingkah laku yang seharusnya diwujudkan(berdasarkan norma ideal) dalam kehidupan sosial, terutama disebabkan oleh adanya konflik dalamnilai-nilai yang mereka pumyai, yang nilai-nilai ini menyelimuti dan mewarnai norma-norma yangada pada mereka. Perbedaan yang ada diantara warga masyarakat mengenai nilai-nilai yang mereka punyai, antara lain adala karena perbedaan dalam pengetahuan kebudayaan yang dipunyai oleh para warga masyarakat yang disebabkan oleh perbedaan yang mereka punyai dalam pengalaman.Pengalaman mereka dalam proses perubahan kebudayaan dan sosial yang berlaku dalam masyarakat mereka.

 

2. Perubahan Nilai-Nilai Dinamika sosial Budaya dalam Masyarakat

Perubahan nilai yang terjadi di dalam masyarakat tidak terlepas dari adanya kecenderungansituasi yang dihadapi masyarakat Indonesia pada kurun waktu tertentu. Prosesnya antara laindisebabkan oleh adanya beberapa factor yang mempengaruhi, baik karrena pengaruh yang terjadi didalam negeri (nasional) maupun regional dan global (internasional). Perubahan nilai di dalammasyarakat agraris ke masyarakat industry masalahnya tidak bisa terlepas dari pengaruh perubahanyang menuju pada gejala tumbuhnya masyarakat informasi.Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap unsur-unsur perubhan nilai dapat bersumber padaaspek-aspek lain di bidang sosial budaya, termasuk nilai-nilai dan sistem nilai di luar pancasila danundang-undang dasar 1945 serta sebagai hasil dari proses perubahan sosial dan hasil proes pembangunan. Nilai budaya bangsa bisa dianggap statis atau dinamis, yang tergantung pada pandangan dan sikap bangsa itu sendiri. Beberapa nilai budaya yang cenderung mempengaruhitingkat sosial budaya bangsa, disebabkan hal-hak sebagai berikut.

a. Budaya snatai sebagai akibat pengaruh alam dan lingkungan tidak medorongterwujudnya etos kerja yang ,menghargai waktu, ketelitian, ketekunan, kesabarandalam usaha, dan ketabahan dalam mengalami kesulitan.

b.Daya derap dan persepsi warga masyarakat terhadap budaya asing yang tingkatkemajuannya menunjukan dorongan bagi masyarakat.

c.Kecenderungan tetap mempertahankan nilai budaya feodal,yaitu mentalitas priyayidan orientasi pada status yang mementingkan gelar daripada kualitas manusia danyang menghambat daya kreativitas serta kemampuan pribadi yang amat diperlukandalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

d. Nilai budaya yang meninggikan orang lain atas dasar senioritas belaka atau pangkat.Sikap ini bertentangan dengan nilai keterbukaan dan kebenaran yang objektif.Beberapa nilai budaya yang bersifat dinamik dan cenderung mempengaruhi tingkat sosial budaya, antara lain sebagai berikut.

a. Bidang agama. Sikap dan tingakh laku para penyelenggara Negara dalammenghadapi kecenderungan aliran kepercayan kepada Tuhan Yang Maha Esa di satu pihak dan umatt beragama di lain pihak dapat mempengaruhi tingkat ketahanan bangsa. Kerukunan umat beragama masih tetap dijadikan isu terbatas di beberapadaerah tertentu, namun perwujudan tanggung jawab bersama dalam pembangunantumbuh berkembang sesuai dengan yang diharapkan.

b. Bidang pendidikan. Tantangan dalam pendidikan terletak pada kemampuan pemerinta untuk mengembangkan suatu sistem pendidikan beserta sarana dan prasarana. Di samping itu, peningkatan kualitas terhadap pendidikan merupakanmasalah mendesak yang harus diselesaikan. Juga perlu mengembangkankehidupankampus yang mapan, sebagai pendukung utama dalam pengembangannilai-nilai panvcasila dan undang-undang dasar 1945.

c. Bidang komunikasi sosial. Dalam era masyarakat informasi terdapat kecenderungansemakin sukarnya menghindarkan pengaruh kebudayaan asing di tanah air, disamping semakin banyak arus wisatawan yang berkunjung sehingga memerlukan perhatian khusus terhadap pelestarian budaya nasional, sesuai kepribadian bangsa.

d.Bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan penelitian. Tantangan cenderung terletak pada kemampuan pemilihan, penguasaan dan pemanfaatan teknologi yang datingdari luar negeri. Langkanya kemampuan sumber daya manusia yang bekualitasmerupakan salah satu hambatan untuk dapat mempercepat proses nilai tambah bagi pengelola sumber daya alam dan upaya memperluas kesempatan kerja yangmemerlukan tenaga-tenaga profesional yang siap pakai.

e.Bidang kesehatan. Meningkatnya kesadaran keshatan membawa akibat tuntutanmasyarakat akan peningktana kualitas pelayanan kesehatan. Meningkatny penyakitdegeneratif dan meningkatnya harapan hidup membawa akibat biaya kesehatantinggi, yang akan cenderung menjadi masala sosial.

 f. Bidang kependudukan. Maslaah pemerataan dan penyebaran penduduk masih tersdiusahakan mengingat sentra-sentra pembangunan yang mampu menyerap tenagakerja masih terbatas dikawasan tertentu.

  Berbagai upaya pendekatan terhadap kecenderungan sosial budaya perlu dibarengi dengan berbaga usaha untuk lebih mendorong tercapainya pertumbuhan ekonomi yang memadai danterpenuhnya tingkat kesejahteraan rakyat secara merata, di samping terjaminnya stabilitas nasionalyang mantap di dalam menunjang suksesnya pembangunan nasional.

 

3. Manusia, Nilai Tradisonal, dan Lingkungan Hidup dalam Pembangunan

Lingkungan hidup sebagai media hubungan timbal balik antara makluk hidup dengan factor-faktor alam terdiri atas bermacam-macam proses ekologi yang merupakan suatu kesatuan yangutuh. Proses tersebut merupakan mata rantai penting yang menentukan daya dukung lingkunganteradap pembangunan. Sebaliknya, pembangunan itu sendiri merupakan upaya sadar untukmengelola dan memanfaatkan sumber daya alam, tidak terlepas untuk mempengaruhi kegiatan laindalam mata rantai ekosistem alam.Masalah keterbelakangan pembangunan, maslah kepadatan penduduk dengan pola penyebaran yang tidak merata diwilayah tanah air, serta semakin meningkatnya kebutuhan dan pemanfaatan sumber daya alam merupakan problem yang perlu mendapat perhatian, terutama pengaruh santu dengan masalah lingkungan hidup. Salah satu akibat dari hal tersebut adalah berjangkitnya “kelaparan tanah usaha”, baik untuk usaha budi daya pertanian maupun bagi pemukiman, industry dan agro-industri, serta prasarana lainnya, hal mana menyebabkan terjadinyakegoncangan lingkungan hidup dan ekologis (A.W. Widjaja, 1986).Kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat mendorong memanfaatkan sumber dayaalam dengan tidak semestinya. Penebangan hutan semena-mena, penggarapan tanah perbukitan, pembukaan daerah pasang surut dan rawa lebak tanpa menghiraukan azas konservasi, pembuanganlimbah pabrik dan industri yang menyebabkan pencemaran lingkungan serta pengaruhnya terhadapekosistem daerah aliran sungai (DAS). Ekosistem ini rawan sekali, mulai dari tanah-tanah perbukitan hingga muara sungai. Suatu perubahan kecil saja dalam tata guna tanah, hutan, pembuangan, dan penyaluraan air dapat berakibat luas dan besar dalam jangka panjang. Jugasebagai suatu sistem pada gilirannya dapat berakibat buruk bagi kehidupan manusia itu sendiri.Untuk mendekatkan diri pada manusia yang bersikap dewasa dan bertanggung jawab sebagai pengelola dan pembina lingkungan hidup serta upaya pelestarian alam, maka perlu memperhatikannorma lama/hukum adat yang dapat menunjang pembinaan dan kelestarian lingkungan hidup.

 

 

 

 

BAB III

  PENUTUP

KESIMPULAN

Dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat sistem budaya sosial Indonesia sebenarnya telah tercermin. Pelaksanaan pembangunan nasional akan dapa dikatakan berhasil baik apabila dilandasi terlebih dahulu oleh pembangunan dibidang sosial budaya. termasuk penyusunan dan pembentukan sistemnya, karena dibidang inilah ditentukan pembentukan manusia sebagai pelaksana pembangunan. hal ini penting karena bagaimanapun juga sebaiknya suatu rencana dan program pembangunan, hasilnya akan banyak bergantung kepada kualitas manusianya. karena itu, diperlukan pembangunan sistem sosial budaya yang bertujuan untuk membina mental, sikap hidup dan sikap budaya indonesia, baik kedudukannya sebagai individu maupun sebagai bangsa yang yakin akan kebenaran Pancasila, sehingga dihadapkan kepada tuntutan pembangunan beserta permasalahannya dalam lingkungan yang dinamis dan tuntutan kemajuan global

 

SARAN

Sebagai masyakarat Indonesia, marilah kita mengambil bagian dalam pembangunan Indonesia yang lebih baik dari sisi sistem sosial dan budaya. Marilah kita membangun sikap hidup dan sikap budaya yang berlandaskan pada Pancasila sebagai Ideologi negara, pandangan hidup bangsa untuk Indonesia yang lebih baik

 


 

DAFTAR PUSTAKA

Ranjabaar, Jacobus, 2014. Sistem sosial budaya Indonesia.

No comments:

Post a Comment