Monday, February 14, 2022

FORMAT RESUME ASUHAN KEPERAWATAN PADA “Ny. M” GANGGUAN KEBUTUHAN RASA AMAN DAN NYAMAN AKIBAT PATOLOGIS SISTEM INTEGUMENT DAN SISTEM IMUN : GASTRITIS

Download File doc lengkap sampul pada link berikut

Download Via Google Drive

 

       I.            PENGKAJIAN

A.    Identitas Pasien

Nama                    :  Ny. M

No.Reg                 :  395515

Umur                    :  40 Thn

Tgl. MRS             :  29 Januari 2022

Jenis Kelamin       :  Perempuan

Diagnose              :  Gastritis

Suku/bangsa         :  Makassar / Indonesia

Agama                  :  Islam

Pekerjaan              :  IRT

Alamat                 :  Jl. Momoa

 

B.     DATA FOKUS

DATA OBJEKTIF

DATA SUBJEKTIF

-       Wajah pucat dan sayu ( Kekurangan Nutrisi) wajah berkerut

-       TTV :

TD = 110 / 60 mmHg

Nadi = 82 x /m

RR = 24 x/m

Suhu = 36,70C

 

-       Klien mengatakan nyeri perut sampai ke tulang belakang

-       Klien mengatakan mual, muntah dan susah tidur.

 

C.    PEMERIKSAAN PENUNJANG

Laboratorium

JENIS PEMERIKSAAN

HASIL

NILAI RUJUK

Swab antigen

Negatif

Minus

 

 

 

    II.            DIAGNOSA KEPERAWATAN

1.      Nyeri Berhubungan dengan iritasi mukosa lambung sekresi asam lambung bikarbonat yang naik turun.

2.      Kekurangan olume cairan kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intanke yang tidak adekuat outfut cair yang berlebih (mual dan muntah)

 

 III.            RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

No.

DX.KEP

Tujuan

Intervensi

Rasional

1

Nyeri berhubungan dengan iritasi mukosa lambung sekresi asam lambung bikarbonat yang naik turun

Setelah dilakukan intervensi selama 3 x 24 jam diharapkan nyeri dapat berkurang

a.    Pantau keluhan nyeri, perhatikan lokasi, intensitas nyeri, dan skala nyeri serta anjurkan pasien untuk melaporkan nyeri segera saat muli.

b.    Pantau tanda-tanda vital

c.    Anjurkan istirahat selama fase akut.

d.   Anjurkan teknik distraksi dan relaksasi

e.    Kolaborasi dengan tim medis dalam memberikan tindakan

f.     Berikan obat sesuai indikasi mis : antasida

a.  Untuk mengetahui letak nyeri dan memudahkan intervensi yang akan dilakukan. Intervensi dini pada control nyeri memudahkan pemulihan otot dengan menurunkan tegangan otot.

b.  Respon autonomik meliputi perubahan pada TD, Nadi, RR, yang berhubungan dengan penghilangan nyeri.

c.  Yaitu mengurangi nyeri yang diperberat oleh gerakan.

d. Menurunkan tegangan otot, meningkatkan relaksasi dan meningkatkan rasa kontrol dan kemampuan koping.

e.  Menghilangkan atau mengurangi keluhan nyeri klien.

f.   Menurunkan keasaman gaster dengan absorbsi atau dengan menetralisir kimia.

2.

Kekurangan volume cairan kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intanke yang tidak adekuat dan outfut cair yang berlebih (mual dan muntah)

Setelah dilakukan intervensi selama 3x24 jam diharapkan intanke cairan klien adekuat

a.    Penuhi kebutuhan individual, anjurkan klien untuk selalu minum air.

b.    Kaji turgor kulit.

c.    Awasi tanda-tanda vital, pengisian kapiler dan membran mukosa.

d.   Catat input dan output cairan.

e.    Berikan cairan tambahan IV sesuai indikasi.

f.     Kolaborasi pemberian cimetidine dan ranitidine.

a.    Intanke cairan yang adekuat akan mengurangi resiko dehidrasi pasien.

b.    Indikator dehidrasi atau hipovolemia keadekuatan penggantian cairan.

c.    Menunjukkan status dehidrasi atau kemungkinan kebutuhan untuk peningkatan penggantian cairan.

d.   Mengganti cairan untuk masukan kalori yang berdampak pada keseimbangan elektrolit.

e.    Mengganti kehilangan cairan dan memperbaiki keseimbangan cairan dalam vase segera.

f.     Cimetidine dan ranitidine berfungsi untuk menghambat sekresi asam lambung.

 

 IV.            IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

NO

DX.Kep

Implementasi

Evaluasi

1

Nyeri berhubungan dengan iritasi mukosa lambung sekresi asam lambung bikarbonat yang naik turun

a.     Mengukur tanda-tanda vital klien

TD = 110/60 mmHg

Nadi = 82 x/m

RR = 24 x/m

Suhu 36,70C

b.     Memberikan lingkungan yang nyaman

-      Klien tersenyum

c.     Mengobservasi klien secara nonverbal.

-      Klien tertidur

 

S : klien mengatakan nyeri berkurang. Skala nyeri 2

 

O : klien tampak tenang dan nyaman.

 

A : masalah teratasi sebagian

 

P : -

 


MAKALAH ANALISIS KERUANGAN PADA SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG) TERKAIT POTENSI WILAYAH DAN KESEHATAN LINGKUNGAN

Download file doc lengkap sampul s/d Daftar pustaka bada link berikut :

Download Via Google Drive

 

1. Pengertian, Tujuan, dan Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan

Menurut WHO (World Health Organization), kesehatan lingkungan adalah suatu keseimbangan ekologi yang harus tercipta diantara manusia dengan lingkungannya agar bisa menjamin keadaan sehat dari manusia.

Tujuan kesehatan lingkungan:

·         Memperkecil kemungkinan terjadinya bahaya dari lingkungan terhadap kesehatan serta kesejahteraan hidup manusia.

·         Mencegah dan mengefisiensikan pengaturan berbagai sumber lingkungan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan hidup manusia sehingga terhindar dari penyakit karena lingkungan yang tidak sehat.

Menurut Pasal 22 ayat 3 UU No 23 tahun 1992 , ruang lingkup kesehatan lingkungan mencakup:

1.      Penyehatan air dan udara;

2.      Pengamanan limbah padat/sampah;

3.      Pengamanan limbah cair;

4.      Pengamanan limbah gas;

5.      Pengamanan radiasi;

6.      Pengamanan kebisingan;

7.      Pengamanan vektor penyakit;

8.      Penyehatan dan pengamanan lainnya, seperti keadaan pasca bencana.

Pengertian Wilayah

Salah satu bagian dari konteks keruangan adalah wilayah. Tapi sayangnya, istilah wilayah sering kali keliru penggunaannya dengan lokasi, daerah, atau kawasan. Wilayah (region) didefinisikan sebagai kesatuan ruang yang memiliki ciri khas karakteristik tertentu sehingga menjadi pembeda dari wilayah lain di sekitarnya. Karakteristiknya bisa dari unsur fisik, ekonomi, atau sosial-budaya.

Dalam membahas wilayah, tidak dapat lepas dari istilah perwilayahan. Sederhananya, wilayah sebagai benda sedangkan perwilayahan sebagai prosesnya. Jadi, perwilayahan (regionalisasi) adalah upaya untuk mengklasifikasikan unsur-unsur yang sama (homogenitas). Hal ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan memantau perubahan gejala di permukaan bumi. Pembahasan tentang wilayah dan perwilayahan diatur di dalam sistem tata ruang. Tata ruang merupakan upaya untuk mengatur struktur dan pola pemanfaatan ruang. Salah satu tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya konflik kepentingan dalam pembangunan antar sektor di wilayah.

 

Pengertian Sistem Informasi Geografis (SIG)

Sistem Informasi Geografis berasal dari gabungan 3 kata: Sistem, Informasi, dan Geografis. Dari ketiganya, dapat dipahami bahwa Sistem Informasi Geografis adalah penggunaan sistem berisi informasi mengenai kondisi Bumi dalam sudut pandang keruangan.

Sobat, sebelumnya apakah kalian sudah pernah mempelajari penginderaan jauh? Penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) tidak bisa dipisahkan. SIG merupakan sistem khusus untuk mengolah data base yang berisi data referensi geografis dan memiliki informasi spasial.

Masukan data SIG banyak diperoleh dari citra penginderaan jauh. Semua informasi itu diproses dengan menggunakan komputer yang kemudian dapat dikombinasikan menjadi informasi yang diinginkan. Jadi singkatnya, SIG merupakan sistem yang berfungsi untuk mengumpulkan, mengelola, menyimpan, dan menyajikan segala data yang berkaitan dengan kondisi geografis suatu wilayah.

Analisis Data Sistem Informasi Geografis

Kita bahas lebih lanjut mengenai analisis SIG. Analisis SIG dapat dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan kebutuhan pengguna data seperti analisis klasifikasi, overlay, networking, buffering, dan tiga dimensi. Kita jabarkan satu persatu analisisnya.

1. Analisis Klasifikasi

Analisis klasifikasi adalah suatu proses mengelompokkan data keruangan (spasial). Contohnya dalam klasifikasi pola tata guna lahan untuk permukiman, pertanian, perkebunan, atau hutan berdasarkan analisis data.

2. Analisis Overlay

Analisis overlay adalah proses untuk menganalisis dan mengintegrasikan (tumpang tindih) dua atau lebih data keruangan yang berbeda. Contohnya  dalam analisis daerah rawan erosi dengan menggabungkan data ketinggian, jenis tanah dan kadar air.


3. Analisis Networking

Analisis ini bertitik tolak pada jaringan yang terdiri dari garis-garis dan titik-titik yang saling terhubung. Analisis networking seringkali dipakai dalam sistem jaringan telepon, kabel listrik, pipa minyak atau gas, maupun pipa air minum atau saluran pembuangan.

4. Analisis Buffering

Analisis ini menghasilkan penyangga berbentuk lingkaran atau poligon yang meliputi suatu objek sebagai pusatnya. Dengan menggunakan analisis buffering, kalian bisa mengetahui berapa parameter objek dan luas wilayahnya. 


5. Analisis Tiga Dimensi

Analisis ini digunakan untuk memudahkan pemahaman karena data divisualisasikan dalam bentuk tiga dimensi. Penerapannya bisa digunakan untuk menganalisis daerah yang rawan terkena bencana.

 

B. Manfaat Sistem Informasi Geografis Terkait Kesehatan Lingkungan

1. Menyediakan Informasi Tentang Penyedia Pelayanan Kesehatan

SIG dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi kualitas, efektifitas, dan aksebilitas layanan kesehatan di masyarakat seperti keberadaan rumah sakit dan puskemas. Selai itu SIG juga dapat menyediakan data potensi tiap daerah serta karakteristik demografis masyarakatnya, sehingga dapat dievaluasi kesesuaian antara jumlah masyarakat dengan sarana pelayanan kesehatan yang ada. Contoh integrasi SIG dalam bidang kesehatan dapat dilihat pada situs gis.depkes.go.id.


 2. Mengawasi dan Menganalisis Penyebaran Penyakit Berbahaya

SIG mampu mengidentifikasi kemana kemungkinan penyakit selanjutnya akan menyebar. Sehingga suatu wilayah dapat bersiap dan mengurangi resiko terdampak penyakit tersebut. Situs penyedia layanan ini misalnya healthmap.org atau nccd.cdc.gov milik Amerika Serikat, serta dari situs resmi WHO.

 

3. Menginvestigasi Masalah serta Resiko Kesehatan di Masyarakat

SIG dapat digunakan untuk memberikan data mengenai penyebaran limbah perusahaan yang berdampak pada kesehatan masyarakat. Selain itu, SIG juga dapat digunakan untuk menyajikan data polusi udara, data penguraian cahaya dan penyebarannya.


 

4. Memonitor Status Kesehatan Masyarakat

Memetakan kelompok masyarakat di suatu wilayah berdasarkan status kesehatan tertentu, misalnya status kehamilan atau status gizi buruk. Dengan SIG, peta status kesehatan dapat digunakan untuk perencanaan program pelayanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat di wilayah tersebut. Misalnya Peta Sebaran Balita Gizi Buruk di situs gizi.depkes.go.id.


 5. Membantu Menanggulangi Bencana

Membantu masyarakat pada masa pemulihan pasca bencana. Misalnya, mengidentifikasi populasi rentan pasca bencana.


 

6. Menyediakan Informasi Tentang Aksebilitas dan Ketersediaan Air 

Menggambarkan penyebaran air di suatu wilayah.