Wednesday, April 21, 2021

Proposal Tugas Akhir Penanganan Kamar Tamu Pada Masa Pandemi Di Hotel Prima Makassar

Download Full file Ms Word Doc sampul sampai daftar pustaka pada link-link berikut :
 
 

PROPOSAL TUGAS AKHIR

A.    JUDUL :

 PENANGANAN KAMAR DALAM MASA PANDEMI COVID 19 PADA HOTEL PRIMA DI MAKASSAR

 

B.     PENDAHULUAN

1.     Latar Belakang Masalah

Pengertian pariwisata menurut UU Republik Indonesia No.10 tahun 2009 adalah berbagai kegiatan wisata yang didukung dengan berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah dan pemerintah daerah. Pariwisata di Indonesia mengalami peningkatan terutama pada industri atau perusahaan akomodasi yang terus berkembang. Namun memasuki tahun 2020 perkembangan pariwisata tiba-tiba mengalami penurunan yang sangat drastis, ini dikarenakan adanya penyebaran penyakit virus yang disebut virus corona (covid-19). Hal ini yang membuat perekonomian di dunia mengalami banyak masalah terutama di Indonesia. Penyebaran virus ini sangat cepat hanya dengan pertemuan atau kontak fisik dengan seseorang yang terinfeksi maka orang-orang yang sehat akan terinfeksi dan positif terkena. Oleh karena itu sebagai tindakan pencegahan covid-19 di sebagian Negara dan daerah melakukan tindakan atau mengeluarkan aturan untuk tidak memasuki Negara atau daerah serta mengurangi aktifitas-aktifitas yang dilakukan di luar rumah atau yang di kenal dengan istilah LockDown, demi memutus penyebaran covid-19. Hal tersebut juga berdampak pada perkembangan pariwisata di Indonesia terlebih pada jasa transportasi dan jasa akomodasi serta jasa lainnya. Sebab membuat perusahaan akomodasi mengalami penurunan kunjungan wisatawan dikarenakan hotel diharuskan tutup sampai batas waktu yang ditentukan demi memutus penularan mata rantai covid-19. 

Hotel adalah suatu bentuk bangunan, lambang, perusahaan atau badan usaha akomodasi yang menyediakan pelayanan jasa penginapan, penyedia makanan dan minuman serta fasilitas jasa lainnya dimana semua pelayanan itu diperuntukkan bagi masyarakat umum, baik mereka yang bermalam di hotel tersebut ataupun mereka yang hanya menggunakan fasilitas tertentu yang dimiliki hotel itu. Hotel merupakan salah satu akomodasi yang banyak diminati oleh wisatawan karena dianggap cocok dan memiliki beberapa pelayanan dan dilakukan oleh sumber daya manusia yang terbagi dalam berbagai departemen di hotel. Di hotel memiliki beberapa departemen yang mempunyai tugas masing - masing seperti front office department, food and beverage department, sales and marketing department, engineering department dan housekeeping department. Hotel adalah bidang usaha yang berkembang seiring dengan kemajuan sektor pariwisata dan merupakan salah satu bisnis yang bergerak pada sektor jasa khususnya akomodasi. Di mana segmen pasar yang dituju adalah para tamu yang datang dengan tujuan  untuk beristirahat, urusan bisnis, pariwisata, liburan dan lain-lain.

Hotel adalah suatu bentuk bangunan, lambang, perusahaan atau badan usaha akomodasi yang menyediakan pelayanan jasa penginapan, penyedia makanan dan minuman serta fasilitas jasa lainnya dimana semua pelayanan itu diperuntukkan bagi masyarakat umum, baik mereka yang bermalam di hotel tersebut ataupun mereka yang hanya menggunakan fasilitas tertentu yang dimiliki hotel itu. Hotel merupakan salah satu akomodasi yang banyak diminati oleh wisatawan karena dianggap cocok dan memiliki beberapa pelayanan dan dilakukan oleh sumber daya manusia yang terbagi dalam berbagai departemen di hotel. Di hotel memiliki beberapa departemen yang mempunyai tugas masing-masing seperti front office department, food and beverage department, sales and marketing department, engineering department dan housekeeping department. Hotel adalah bidang usaha yang berkembang seiring dengan kemajuan sektor pariwisata dan merupakan salah satu bisnis yang bergerak pada sektor jasa khususnya akomodasi. Di mana segmen pasar yang dituju adalah para tamu yang datang dengan tujuan untuk beristirahat, urusan bisnis, pariwisata, liburan dan lain-lain.

Dalam menjalankan operasionalnya, Housekeeping dipimpin oleh seorang manager yang lebih dikenal dengan sebutan Housekeeper. Housekeeper bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan kebijakan dan operasioanal yang terjadi di Housekeeping. Di dalam job description seorang Housekeeper, salah satu tugas utamanya adalah merencanakan program kerja untuk bagian Housekeeping. Rencana program kerja merupakan suatu acuan atau garis besar.

Dengan demikian salah satu dasar diselenggarakan pelayanan hotel ialah adanya kebutuhan dari orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Dasar-dasar diselenggarakannya pelayanan hotel adalah terbatasnya waktu dan kemampuan manusia untuk melakukan perjalanan secara terus-menerus selama 24 jam dalam sehari semalam, adanya kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi selama dalam perjalanan tersebut, adanya keinginan orang-orang untuk memperoleh kepuasan dalam pemenuhan kebutuhannya denganmembayar.

Salah satu departemen yang mempunyai peranan penting dalam peningkatan kualitas dunia perhotelan adalah housekeeping department. Hotel yang merupakan sarana akomodasi tentunya akan mengedepankan penjualan kamarnya di banding dengan fasilitas lain yang ada di hotel tersebut. Oleh karena itu housekeeping department memiliki peranan penting dalam menjaga dan meningkatkan standar dan kualitas perawatan dan pelayanan kamar hunian. Seksi - seksi yang mendukung tugas bagian housekeeping itu sendiri adalah public area, room boy, gardener, dan laundry.

 

Room boy yang bertanggung jawab untuk membersihkan mempersiapkan, kerapian dan kelengkapan kamar tamu haruslah memperhatikan standar kebersihan kamar di hotel tersebut. Masalah yang sering dihadapi room boy adalah ketika tingkat hunian kamar tinggi seperti saat liburan ataupun hari raya. Hotel Prima di Makassar pada saat tingkat hunian kamar tinggi dalam meningkatkan dan menjaga standart kebersihan kamar sering kurang maksimal. Pengerjaan pembersihan kamar yang kurang mendetail dan kurangnya profesionalisme room boy dapat meningkatkan turunya standar kebersihan kamar hunian. Suatu hotel yang memiliki standar kebersihan kamar yang bagus tentunya akan meningkatkan kualitas hotel tersebut dan dapat menarik konsumen dalam jumlah yang tinggi yang berimbas bagi keuntungan hotel. Tamu yang puas dengan kualitas dan pelayanan hotel tersebut pastinya akan menarik minat tamu tersebut untuk datang kembali.

Dimana pada masa pandemi (Covid-19) seperti sekarang ini protokol kesehatan sangat perlu dan penting untuk diterapkan terutama dalam pendistribusian linen di kamar tamu, dimana kebersihan sangat perlu dijaga dan perhatikan dikarenakan linen merupakan media utama yang akan sering dinsentuh oleh tamu dan akan menjadi salah satu perantara penyebaran virus corona (Covid-19) Berdasarkan hasil pra observasi terdapat sejumlah keluhan dan tanggapan positif terkait pel ayanan yang ada di Hotel  Prima . Misalnya terkait pendapat tamu yang menginap pada Hotel Prima di Makassar merasa tidak nyaman karena pelayanan yang diberikan kepada tamu tidak maksimal, juga area hotel yang tidak bersih.. Oleh karena itu penulis ingin mengangkat topik tersebut di dalam Tugas Akhir dengan judul “PENANGANAN KAMAR DALAM MASA PANDEMI COVID 19 PADA HOTEL PRIMA DI  MAKASSAR”.

 

Download Full file Ms Word Doc sampul sampai daftar pustaka pada link-link berikut :

 

2.     Batasan Masalah

Berdasarkan pada latar belakang tersebut, maka dalam penulisan ini, masalah prosedur penangan kamar dalam masa pandemi covid – 19 pada Hotel Prima di Makassar dan standar operasional prosedur sudah sesuai dengan standar yang ada pada Hotel Prima di Makassar.

 

3.     Rumusan Masalah

a.         Bagaimana penerapan Standar Operasional Prosedur penanganan kamar dalam masa pandemi  Covid – 19 pada Hotel Prima di Makassar?

b.        Faktor apa saja yang menjadi kendala dalam penerapan standar protokol kesehatan di kamar?

 

4.     Tujuan Penilitan

a.         Untuk mengetahui penerapan Standar Operasional Prosedur dalam masa pandemi Covid – 19 Pada Hotel Prima di Makassar.

b.        Untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi kendala dalam penerapan standar protokol kesehatan di kamar.

 

5.     Manfaat Penelitian

a.         Secara Formal

Ini dilakukan sebagai bahan penulisan tugas akhir untuk memenuhi salah satu syarat akademik dalam penyelesaian Tugas Akhir Program Diploma III (D3) Divisi Kamar di Politeknik Pariwisata Makassar.

b.        Secara Operasional

1.     Bagi Mahasiswa

 Untuk mahasiswa yang bersangkutan, untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah didapatkan di bangku perkuliahan terutama yang berkaitan erat dengan masalah yang terjadi pada objek penelitian tersebut.

 

2.     Bagi Hotel Prima Di Makassar

Untuk perusahaan bagi pihak Hotel Prima di Makassar, dapat dijadikan sebagai masukan dalam Prosedur Penanganan Kamar Dalam Masa Pandemi Covid -19 Pada Hotel Prima di Makassar.

 

3.     Bagi Ilmu Pengetahuan

Untuk ilmu pengetahuan. Bagi penulis, untuk dapat menambah pengetahuan dan pengalaman khususnya mengenai upaya Prosedur Penanganan Dalam Masa Pandemi Covid - 19 yang terjadi di Prima di Makassar.

 

6.Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan pada penelitian ini terdiri dari:

a.       Judul

Sebagai halaman pertama yang akan dibaca. Halaman judul dalam membuat proposal penelitian dan skripsi berada sebagai acuan dari keseluruhan isi proposal. Sebaiknya gunakan judul yang menarik dan yang sekiranya dapat membuat predisksi dari tema yang diangkat atau digunakan.

 

b. Pendahuluan

1). Latar belakang masalah

Jelaskan kenapa Anda mengambil dan menggunakan judul ini beserta latar belakang yang membuat buku ini bisa dicetak dan diedarkan. Jangan gunakan penjelasan bersifat opini melainkan melampirkan sumber yang valid dan scientific sehingga akan lebih membuat ketegasan yang baik.

 

2). Batasan masalah

Proposal penelitian dan skripsi juga harus mempunyai dan menetapkan batasan masalah yang akan diteliti untuk menghindarinya dari terlalu bertele- tele. Batasan ini juga mencakup ruang lingkup penelitian atau dimana ruang lingkup penelitian dilakukan agar tidak begitu meluas kepada hal yang tidak relevan.

 

3). Rumusan masalah

Rumusan masalah dapat diambil dari permasalahan atau tema yang akan diteliti. Mahasiswa harus mampu membuat proposal penelitian dan skripsi dengan pertimbangan tahap- tahap rumusan masalah karena adanya satu variable dan variable lainnya yang berhubungan.

 

4). Tujuan penelitian

Setiap penelitian mempunyai tujuan tersendiri yang harus dibuat secara rasional dan persuasif agar apa yang menjadi tujuan bisa menarik khususnya untuk pembaca. Karena mahasiswa yang membuat penelitian mampu memahami dan mengetahui dengan betul sejarah penemuan ilmiah yang ada maupun keabsahan dari hasil sejarah penemuan tersebut.

 

5). Manfaat hasil penelitian

Membuat proposal penelitian dan skripsi harus mempunyai manfaat yang jelas serta penelitian dilakukan dengan sebaik baiknya. Ini bermakna penilitian dapat bermanfaat bagi peneliti dan pembaca sebagai pengetahuan yang baru serta dapat mempraktekkannya dalam keseharian.

 

6)      Sistematika penulisan

Sistematika proposal adalah kerangka persetujuan untuk rencana penelitian atau dokumen yang mengandung beberapa elemen penting, dari judul hingga isi hingga daftar pustaka, untuk menjelaskan apa, mengapa, dan bagaimana penelitian dilakukan.

 

Download Full file Ms Word Doc sampul sampai daftar pustaka pada link-link berikut :

 

 C. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR

1.  Tinjauan Pustaka

a. Pengertian Hotel

Hotel Menurut Widanaputra (2009:16) adalah suatu jenis akomodasi yang dikelola secara komersial dengan menggunakan sebagian atau seluruh bangunan yang ada untuk menyediakan fasilitas pelayanan jasa penginapan, makanan, dan minuman serta jasa yang lainnya dimana fasilitas dan pelayanan tersebut disediakan untuk para tamu dan masyarakat umum yang ingin menginap. Sedangkan menurut Ikhsan (2008:2) pengertian hotel merupakan suatu lembaga yang menyediakan para tamu untuk menginap, dimana setiap orang dapat menginap, makan, minum dan menikmati fasilitas yang lainnya dengan melakukan transaksi pembayaran. Maka dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa hotel merupakan suatu perusahaan yang dikelola untuk menyediakan fasilitas dan pelayanan jasa penginapan, makan, dan minuman kepada para tamu dan mampu membayar dengan harga yang wajar sesuai dengan pelayanan yang diterima kepada para tamu.

Proposal Tugas Akhir Kinerja Barista meningkatkan penjualan kopi splash hotel foxlite makassar

Download Full (Sampul-Datar Pustaka) File Ms. Word Doc pada link berikut :

 

JUDUL :

KINERJA BARISTA DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN KOPI PADA SPLASH HOTEL FOX LITE MAKASSAR

 

B.   PENDAHULUAN

1.    Latar Belakang Masalah       

Sektor pariwisata saat ini telah mengalami perkembangan yang pesat dan memberikan dampak terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia. Kekayaan alam di Indonesia sangat melimpah, berbagai macam wisata banyak bermunculan di berbagai daerah di Indonesia. Pemanfaatan dan pengolaan kekayaan alam tersebut merupakan suatu bentuk penerapan pada bidang pariwisata. Sebagaimana yang tertuang dalam UU No. 10 Tahun 2009 bahwa industri pariwisata merupakan kumpulan usaha yang saling terkait dalam rangka menghasilkan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dalam penyelenggaraan pariwisata, dan usaha pariwisata adalah usaha yang menyediakan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dan penyelenggara pariwisata.

Menurut McIntos (1980) pariwisata adalah gabungan kegiatan, pelayanan, dan industri yang memberikan pengalaman perjalanan, seperti transportasi, akomodasi, makanan dan minuman, pertokoan, fasilitas kegiatan hiburan, dan pelayanan lainnya yang tersedia bagi individu atau kelompok yang melakukan.

Sulawesi Selatan merupakan provinsi yang mempunyai banyak potensi pariwisata dan sangat menantikan untuk dikembangkan. Dengan potensi pariwisata tersebut tercatat di tahun 2016 kunjungan wisatawan ke Sulawesi Selatan mencapai 8,6 juta orang yang melampaui target 8 juta orang. Tercatat di tahun 2015, Jumlah wisatawan mancanegara dan domestik di Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2015 sebesar 7.3 juta wisatawan yang menigkat pesat dari tahun sebelumnya yang hanya 6 juta wisatawan (BPS Sulawesi Selatan, 2017).

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulawesi Selatan menargetkan kunjungan 7.5 juta wisatawan nusantara dan 250 ribu orang wisatawan mancanegara ke Sulawesi Selatan pada tahun 2018 (Saldy, 2018). Maka dari itu pemerintah sudah menyiapkan program programnya untuk  menggenjot kunjungan wisatawan.

Dalam Industri Pariwisata secara umum terbagi atas Travel yaitu berupa sarana dan prasarana angkutan wisata seperti mobil/bus, pesawat udara, kereta api, kapal pesiar, dan sepeda. Dan pada Restoran terdapat kualitas pelayanan, baik dari jenis makanan maupun teknik pelayanannya. Disamping itu, dari segi kandungan gizi, kesehatan makanan dan lingkungan restoran serta penemuan makanan-makanan baru dan tradisional baik resep, bahan maupun penyajiannya yang bias dikembangkan secara nasional, regional bahkan internasional.

Akomodasi perhotelan memberikan berbagai fasilitas penunjang dalam dunia pariwisata yang diantaranya menyediakan jasa pelayanan penginapan yang juga dilengkapi dengan pelayanan makan dan minum serta jasa lainnya. Hotel memberikan jasa pelayanan dan fasilitas dikarenakan adanya kegiatan pariwsata. Hotel sebagai penyedia tempat tinggal sementara bagi para wisatawan dan menyediakan fasilitas yang mampu memberikan kesan positif bagi pengunjung.

            Kata Barista sendiri adalah Bahasa Italia yabe berarti bartender, yang menyajikan segala macam minuman bukan hanya kopi. Tapi seiring perkembangan jaman dan masuknya tren kopi ke Amerika dan Eropa, kata ini kemudian diadopsi menjadi yang sekarang kita kenal. Sementara di Italia sendiri, barista sering disebut baristi (untuk laki-laki) atau bariste (untuk perempuan).

 Barista juga membuat dan menyiapkan minuman-minuman yang memakai campuran susu, entah itu cappuccino, latte atau variasi keduanya. Menyajikan kopi-kopi semacam ini bukan pekerjaan yang hanya sekedar mencampurkan-susu-ke dalam-espresso saja, tapi memerlukan keterampilan dan skill tambahan lagi untuk meramu apakah susunya harus di-froth, disteam atau di-foam sebelum akhirnya menyempurnakan sentuhan di minuman itu dengan yang sekarang Anda kenal dengan latte art. Dan karena itu jugalah, untuk menjadi seorang barista perlu latihan demi latihan, bahkan tak jarang mereka mengikuti kelas-kelas dan pelatihan barista selama bertahun-tahun sebelum dikukuhkan dengan predikat ahli, expert, dalam bidang meracik kopi bernama barista.

            Naiknya kopi sebagai tren gaya hidup membuat kafe kopi merebak di kota-kota besar Indonesia terutama di makassar sulawesi selatan. Hal ini tentunya sesuai dengan semakin tingginya minat masyarakat terhadap kopi.

Begitu juga halnya dengan barista. Profesi ini semakin banyak dikenal seiring berkembangnya di berbagai macam daerah khususnya di one nine Arthama makassar. Banyak sekali orang beranggapan bahwa seorang barista ini hanyalah operator mesin espresso.

            Dalam hal penigkatan pelayanan penjualan minuman sebaiknya terus dipertahankan dan dikembangkan dengan penambahan variasi minuman  yang dapat diandalkan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan image yang sudah dikenal oleh masyarakat dan juga memperkaya pengalaman seluruh tamu tentang minuman yang

ditawarkan.

 Seni meracik kopi berbeda dengan memasak. Racikan kopi itu harus konsisten karena kopi yang sudah diracik tidak bisa dinikmati terlebih dulu layaknya masakan. Bad shot adalah sebutan untuk espresso yang tidak layak disajikan. Jika terjadi kesalahan dalam pembuatan kopi, penikmat kopi tidak akan mau mencicipi minuman kopi dari barista tersebut.

            Berdasarkan pada uraian tersebut di atas tentu saja hal ini harus menunjang dalam meningkatkan penjualan kopi oleh seorang barista yang profesional. Barista yang mengetahui dan memahami tentang meningkatkan penjualan kopi agar dapat menarik perhatian pelanggan atau customernya.

Adapun yang harus di perhatikan dalam meningkatkan penjualan kopi yaitu kreatifitas seorang barista dan juga kelengkapan alat dan bahan yang harus di miliki seorang barista, Semakin lengkap alat dan bahan yang di miliki seorang barista makan semakin banyak variasi minuman yang dapat di ciptakan oleh seorang barista dalam meningkatkan penjualan kopi tersebut.

Namun kenyataan yang terjadi ketika peneliti melakukan pra observasi pada Hotel Fox Lite  di Makassar khususnya untuk berkreatifitas dan dalam memenuhi kelengkapan alat dan bahan untuk meningkatkan penjualan kopi yang di tetapkan oleh manajemen belum di terapkan oleh Barista.

Berdasarkan pada uraian yang di kemukakan di atas maka penulis tertarik mengangkat judul tugas akhir "KINERJA BARISTA DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN KOPI PADA SPLASH HOTEL FOX LITE MAKASSAR".

Download Full (Sampul-dapus) File Ms. Word Doc pada link berikut :

 

 

2. Identifikasi Masalah

a. Kreatifitas Barista Dalam Meningkatkan Penjualan Kopi Pada Splash Hotel Fox Lite Makassar

b. Kelengkapan Alat dan Bahan yang di miliki barista pada Splash Hotel Fox Lite Makassar

 

3. Rumusan Masalah

a. Bagaimana Kreatifitas Barista Dalam Meningkatkan Penjualan Kopi pada Splash  Hotel Fox Lite Makassar ?

b. Bagaimana kelengkapan Alat dan Bahan Yang di miliki Barista pada Splash Hotel Fox Lite  Makassar ?

4. Tujuan Penelitian

a. Untuk Mengetahui Kreatifitas Barista Dalam Meningkatkan Penjualan Kopi pada Splash Hotel Fox Lite  Makassar

b. Untuk Mengetahui Kelengkapan Alat Dan Bahan  yang dimiliki Barista pada Splash Hotel Fox Lite  Makassar.

 

5.  Manfaat Hasil Penelitian

a.    Secara formal

Untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan program Diploma III ( D3 ) di Politeknik Pariwisara Makassar.

b.   Secara operasional

1)      Untuk mahasiswa

Untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah didapatkan dibangku perkuliahan terutama yang berkaitan erat dengan masalah yang terjadi pada objek  penelitian  tersebut

2)      Untuk industri

Sebagai bahan pertimbangan dan masukan bagi pihak hotel dalam melakukan Kreatiftas Barista Dalam Meningkatkan Penjualan Kopi di Hotel.

 

 

3)      Bagi masyarakat umum

Untuk menambah pengetahuan didalam bidang perhotelan khususnya yang menyangkut ruang lingkup Kinerja barista sebagai tempat yang memiliki potensi bagi masyarakat umum maupun pihak-pihak yang berkepentingan sesuai dengan masalah yang dibahas.

 

6. Sistematika Penulisan

Untuk memudahkan penyelesaian dari penelitian ini maka penulis menyusun sistematika penulisan sebagai berikut :

Daftar Isi

Sampul  Dalam

Pernyataan  Orisinalitas  Tugas  Akhir

Persetujuan  Pembimbing

Pengesahan  Ujian  Tugas  Akhir

Motto dan  Persembahan

Abstrak

Abstract

Kata Pengantar

Daftar  isi

Daftar  table

Daftar  Gambar

Daftar  Lampiran

 

BAB I PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

B.     Rumusan  Masalah

C.     Tujuan  Penelitian

D.    Manfaat  Penelitian

 

BAB II TINJAUAN DAN KERANGKA PIKIR

A.    Tinjauan  Pustaka

B.     Kerangka  Pikir

 

 

BAB III METODE PENELITIAN

A.    Pendekatan  Penelitian

B.     Teknik  Pengumpulan  Data

C.     Teknik  Pengolahan  Data

D.    Teknik  Analisis  Data

 

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBEHASAN

A.    Gambaran  Umum  Lokasi  Penelitian

B.     Penyajian  dan  Analisis  Data

 

BAB V PENUTUP

A.    Sampul

B.     Saran

 

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

RIWAYAT HIDUP

 

 

Download Full (Sampul-dapus) File Ms. Word Doc pada link berikut :

 

 

C. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR

1.  Tinjauan  Pustaka

Berdasarkan Keputusan Menteri SK Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi No. KM 37/PW.340/MPPT-86 (2011:6), menyatakan bahwa hotel adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa penginapan, makanan dan minuman, serta jasa penunjang lainnya bagi umum yang dikelola secara komersial.