Monday, January 28, 2019

DAMPAK SAMPAH TERHADAP LINGKUNGAN SEKOLAH


PRAKATA

Puji syukur ke hadirat Allah Swt. Atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penelitian dan penyusunan KIR dengan judul “ Dampak Sampah Terhadap Lingkungan Sekolah Islam Athirah 1 Makassar ” dapat diselesaikan dengan baik.
Berbagai rintangan dan hambatan penulis hadapi selama proses penelitian dan penyusunan tesis ini. Namun, berkat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, akhirnya KIR ini dapat terselesaikan dengan baik. Oleh karena itu, penulis patut menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ayahanda Syaiful Stanli, selaku pembimbing yang telah memberikan bimbingan, arahan, dan sumbangan ide dalam penyusunan KIR ini.
Ucapan terima kasih penulis tujukan kepada kepala SMA Islam Athirah  Makassar yang telah memberikan kemudahan kepada penulis, baik pada saat pembelajaran, maupun pada saat pelaksanaan penelitian dan penyusunan laporan. Mudah-mudahan bantuan dan bimbingan yang diberikan mendapat pahala dari Allah Swt.
Terwujudnya KIR ini juga atas dorongan dan doa restu keluaga dan teman-teman. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ir. Hj. Nurmiati
Rasa terima kasih penulis sampaikan pula kepada guru-guru di SMA Islam Athirah 1 Makassar pada umumnya karena telah memberi dukungan pada penulis dalam mengikuti proses pembelajaran.
Akhirnya, penulis berharap semoga bantuan yang telah diberikan oleh berbagai pihak dapat bernilai ibadah dan mendapatkan pahala dari Allah Swt.


Makassar, 18 Desember 2018


MUH. FAUZI FAHREZI



DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL…………………………………………………………...      i
ABSTRAK…………………………………………………………………….. ii
HALAMAN PENGESAHAN………………………………………………….      iii
PRAKATA……………………………………………………………………..       iv
DAFTAR ISI…………………………………………………………………...       v         
BAB I. PENDAHULUAN…………………………………………………….         1 
A.  Latar Belakang……………………………………………………….   1
B.  Rumusan Masalah…………………………………………………….   3
C.  Tujuan Penelitian…………………………………………………….   3
D.  Manfaat Penelitian …………………………………………………...   3
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA……………………………………………...         4
A.  Pengertian Sampah……………………………………………………   4
B.  Jenis – Jenis dan Dampak Sampah…………………………………...   4
C.  Pengelolaan Sampah Dengan 3R……………………………………..   7
D.  Teknik Pengelolaan Sampah………………………………………….   8
BAB III. METODE PENELITIAN…………………………………………….       9
A.    Pendekatan dan Jenis Penelitian……………………………………..   9
B.     Objek dan Subjek Penelitian………………………………………...   9
C.     Sumber Data…………………………………………………………   10
D.    Metode Pengumpulan Data………………………………………….   10
E.     Analisi Data………………………………………………………….   11
BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN……………………...       13
A.      Lokasi Penelitian……………………………………………………   13
B.       Pembahasan…………………………………………………………   16
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN………………………………………..      20
A.    Kesimpulan………………………………………………………….   20
B.     Saran………………………………………………………………...   20
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….  21
LAMPIRAN……………………………………………………………………        22




BAB l
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

          Pada dasarnya bumi kita penuh dengan sampah yang merugikan bagi manusia. Tetapi faktanya manusia sendirilah yang menyebabkan sampah merugikan diri mereka. Di Indonesia sendiri sudah banyak wilayah-wilayah yang terkena bencana- bencana alam karena sikap manusia yang tidak peduli akan sampah padahal sampah sendiri bisa dimanfaatkan menjadi barang yang berguna dan lebih bermanfaat. Pemanfaatan sampah meliputi proses mengubah sampah menjadi material yang memiliki nilai ekonomis terutama sampah anorganik yang jika dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

          Karena jika sampah munumpuk dapat merugikan manusia, contohnya sampah yang dibuang sembarangan dapat menyumbat saluran air dan menyebabkan banjir dan bencana lainnya yang merugikan dan merusak alam atau wilayah tempat manusia tinggal. Sebenarnya sampah akan bernilai jika dimanfaatkan dengan baik.

          Permasalahan lingkungan merupakan isu yang tidak bisa di hindarkan. Saat ini sampah merupakan masalah lingkungan yang sangat serius yang di hadapi masyarakat Indonesia pada umumnya. Bisa dikatakan sampah setiap hari di hasilkan oleh ibu-ibu rumah tangga, Baik itu sampah organik maupun anorganik. Namun yang memprihatinkan, sampah-sampah yang dihasilkan tersebut malah dibuang sembarangan di berbagai tempat, dan efeknya akan merusak lingkungan yang ada di sekitarnya. Jumlah produksi sampah setiap tahun akan bertambah seiring dengan bertambah jumlah penduduk.

          Pemerintah saat ini telah berupaya dengan berbagai cara untuk mengatasi masalah sampah. Terutama masalah sampah anorganik. Namun, belum mencapai titik kesempurnaan. Hal ini dikarenakan angka jumlah sampah yang ada di Indonesia sangat tinggi. Sehingga pemerintah kesulitan untuk menentukan cara yang tepat untuk menyelesaikannya. Terdapat istilah yang biasa disebut dengan kebersihan pangkal kesehatan, kata-kata ini sudah tidak asing  bagi kita. Di suatu lingkungan sekitar seringkali terdapat sebuah permasalahan tentang kebersihan. Hal ini di sebabkan oleh para masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

          Sampah merupakan masalah yang dihadapi hampir seluruh Negara di dunia. Tidak hanya di Negara-negara berkembang, tetapi juga di Negara-negara maju, sampah selalu menjadi masalah. Rata-rata setiap harinya kota-kota besar di Indonesia menghasilkan puluhan ton sampah. Sampah-sampah itu diangkut oleh truk-truk khusus dan dibuang atau ditumpuk begitu saja di tempat yang sudah disediakan tanpa diapa-apakan lagi. Dari hari ke hari sampah itu terus menumpuk dan terjadilah bukit sampah seperti yang sering kita lihat.

          Sampah yang menumpuk itu, sudah tentu akan mengganggu penduduk di sekitarnya. Selain baunya yang tidak sedap, sampah sering dihinggapi lalat. Dan juga dapat mendatangkan wabah penyakit. Walaupun terbukti sampah itu dapat merugikan, tetapi ada sisi manfaatnya. Hal ini karena selain dapat mendatangkan bencana bagi masyarakat, sampah juga dapat diubah menjadi barang yang bermanfaat. Kemanfaatan sampah ini tidak terlepas dari penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menanganinya.

          Kota-kota besar tumpukan sampah sudah ditemukan di mana-mana dan hal ini sudah menjadi pemandangan yang biasa. Tumpukan-tumpukan sampah itu tak diurus dan dibiarkan begitu saja. Kurangnya kepedulian masyarakat akan kebersihan lingkungan pastilah memberikan dampak negate yang besar pengaruhnya. Pertanyaannnya apakah masyarakat tidak mengetahui bahaya yang berasal dari sampah itu akan menimbulkan ancaman yang besar yang mana bisa mempengaruhi keberlangsungan hidup mereka




B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah :
1.      Apakah yang dimaksud dengan sampah?
2.      Apa saja bagian-bagian dari sampah?
3.      Bagaimana dampak sampah bagi kehidupan?
4.      Bagaimana bahaya sampah plastik bagi kesehatan dan lingkungan?
5.      Bagaimana cara mengurangi sampah?

C.    Tujuan Penelitian

1.      Mengetahui bahaya racun yang ditimbulkan oleh sampah
2.      Mengetahui pentingnya manfaat penanggulangan sampah serta mendaur ulang sampah agar menjadi hal yang bernilai

D.     Manfaat Penelitian

1.      Penelitian ini diharapkan akan memberikan manfaat pengetahuaan sampah yang ada di Indonesia.
2.      Agar dapat mengetahui bahayanya sampah bagi kesehatan dan lingkungan khususnya sampah plastic.













BAB ll
Tinjauan Pustaka

A.    Pengertian Sampah

          Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga. Sampah juga merupakan suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Dapat disimpulkan bahwa sampah merupakan bahan sisa dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Selain itu sampah juga merupakan material sisa yang dibuang sebagai hasil dari proses produksi, baik itu industri maupun rumah tangga. Definisi lain dari sampah adalah sesuatu yang tidak diinginkan oleh manusia setelah proses penggunaannya berakhir.

          Adapun material sisa yang dimaksud adalah sesuatu yang berasal dari manusia, hewan, ataupun dari tumbuhan yang sudah tidak terpakai. Wujud dari sampah tersebut bisa dalam bentuk padat, cair, ataupun gas.

B.     Jenis – Jenis dan Dampak Sampah

          Jenis-jenis sampah jenis sampah yang ada di sekitar kita cukup beraneka ragam, ada yang berupa sampah rumah tangga, sampah industri, sampah pasar, sampah rumah sakit, sampah pertanian, sampah perkebunan, sampah peternakan, sampah institusi/kantor/sekolah, dan sebagainya.
Berdasarkan asalnya, sampah padat dapat digolongkan menjadi 2 (dua) yaitu sebagai berikut :

1.      Sampah organic adalah sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan hayati yang dapat didegradasi oleh mikroba atau bersifat biodegradable. Sampah ini dengan mudah dapat diuraikan melalui proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Termasuk sampah organik, misalnya sampah dari dapur, sisa-sisa makanan, pembungkus (selain kertas, karet dan plastik), tepung, sayuran, kulit buah, daun dan ranting. Selain itu, pasar tradisional juga banyak menyumbangkan sampah organik seperti sampah sayuran, buah-buahan dan lain-lain.

2.      Sampah Anorganik adalah sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan non hayati, baik berupa produk sintetik maupun hasil proses teknologi pengolahan bahan tambang. Sampah anorganik dibedakan menjadi : sampah logam dan produk-produk olahannya, sampah plastik, sampah kertas, sampah kaca dan keramik, sampah detergen. Sebagian besar anorganik tidak dapat diurai oleh alam/ mikroorganisme secara keseluruhan (unbiodegradable). Sementara, sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga misalnya botol plastik, botol gelas, tas plastik, dan kaleng, (Gelbert dkk, 1996).

          Berdasarkan wujud atau bentuknya dikenal tiga macam sampah atau limbah yaitu : limbah cair, limbah padat, dan limbah gas. Contoh limbah cair yaitu air cucian, air sabun, minyak goreng sisa, dll. Contoh limbah padat yaitu bungkus snack, ban bekas, botol air minum, dll. Contoh limbah gas yaitu karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), HCl, NO2, SO2 dll.

          Dampak negatif sampah-sampah padat yang bertumpuk banyak tidak dapat teruraikan dalam waktu yang lama akan mencemarkan tanah. Yang dikategorikan sampah disini adalah bahan yang tidak dipakai lagi ( refuse) karena telah diambil bagian-bagian utamanya dengan pengolahan menjadi bagian yang tidak disukai dan secara ekonomi tidak ada harganya.

Menurut Gelbert dkk (1996) ada tiga dampak sampah terhadap manusia dan lingkungan yaitu:

1.      Dampak sampah terhadap kesehatan

Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti, lalat dan anjing yang dapat menjangkitkan penyakit. Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut :
·         Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum. Penyakit demam berdarah (haemorhagic fever) dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai.
·         Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit).
·         Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salahsatu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita(taenia). Cacing ini sebelumnya masuk kedalam pencernakan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/sampah.
2.      Dampak sampah terhadap lingkungan

Cairan rembesan sampah yang masuk kedalam drainase atau sungai akan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesien akan lenyap, hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis. Penguraian sampah yang di buang kedalam air akan menghasilkan asam organik dan gas cair organik, seperti metana. Selain berbau kurang sedap, gas ini pada konsentrasi tinggi dapat meledak.

3.      Dampak Terhadap Keadaan Sosial dan Ekonomi

Dampak-dampak tersebut adalah sebagai berikut :

·         Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Hal penting disini adalah meningkatnya pembiayaan (untuk mengobati kerumah sakit).
·         Infrastruktur lain dapat juga dipengaruhi oleh pengelolaan sampah yang tidak memadai, seperti tingginya biaya yang diperlukan untuk pengolahan air. Jika sarana penampungan sampah kurang atau tidak efisien, orang akan cenderung membuang sampahnya dijalan. Hal ini mengakibatkan jalan perlu lebih sering dibersihkan dan diperbaiki.

C.    Pengelolaan Sampah Dengan 3R

Menurut Departemen Pekerjaan Umum Kota Semarang (2008), pengertian pengelolaan sampah 3R secara umum adalah upaya pengurangan pembuangan sampah, melalui program menggunakan kembali (Reuse), mengurangi (Reduce), dan mendaur ulang (Recycle).

1.      Reuse (menggunakan kembali) yaitu penggunaan kembali sampah secara langsung,baik untuk fungsi yang sama maupun fungsi lain.
2.      Reduce (mengurangi) yaitu mengurangi segala sesuatu yang menyebabkan timbulnya sampah.
3.      Recycle (mendaur ulang) yaitu memanfaatkan kembali sampah setelah mengalami proses pengolahan.

Mengurangi sampah dari sumber timbulan, di perlukan upaya untuk mengurangi sampah mulai dari hulu sampai hilir, upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam mengurangi sampah dari sumber sampah (darihulu) adalah menerapkan prinsip 3R.

                  D. Teknik Pengelolahan Sampah

          Sampah adalah sebagian dari sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang, yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan oleh manusia (termasuk kegiatan industri), tetapi bukan biologis (karena human waste tidak termasuk didalamnya) dan umumnya bersifat padat.

          Sumber sampah bisa bermacam-macam diantaranya yaitu dari rumah tangga, pasar, warung, kantor, bangunan umum, industri, dan jalan. Berdasarkan komposisi kimianya, maka sampah dibagi menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Penelitian mengenai sampah padat di Indonesia menunjukkan bahwa 80% merupakan sampah organik, dan diperkirakan 78% dari sampah tersebut dapat digunakan kembali.

            Pengelolaan sampah adalah semua kegiatan yang dilakukan dalam menangani sampah sejak ditimbulkan sampai dengan pembuangan akhir. Secara garis besar, kegiatan di dalam pengelolaan sampah meliputi pengendalian timbulan sampah, pengumpulan sampah, transfer dan transport, pengolahan dan pembuangan akhir























BAB III
METODE PENELITIAN

A.    Pendekatan dan Jenis Penelitian

          Berdasarkan jenis penelitian yang diteliti, teknik dan alat yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Yaitu mendiskripsikan apa saja yang ada diamati di dalam objek penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan cara membuat deskripsi permasalahan yang telah diidentifikasi sebelumnya. Penelitian hanya menjelaskan objek yang diteliti dengan sudut pandang peneliti. Tujuannya adalah untuk membuat pemaparan (deskripsi), factual dan akurat mengenai fakta terhadap situasi - situasi atau kejadian –kejadian. Pendekatan kualitatif diambil karena pada penelitian ini menekankan pada proses terbentuknya kelompok. Pendekatan deskriptif ini menjelaskan bagaimana cara menjaga kebersihan lingkungan.

          Jenis penelitian yang diambil yaitu studi kasus. Hal ini dikarenakan peneliti melihat dan mendalami sebuah kasus yang tengah terjadi pada sebuah organisasi social yang membantu masyarakat untuk memanfaatkan sampah menjadi sebuah barang yang dapat bernilai

B.     Objek dan Subjek Penelitian

1.      Objek dalam penelitian ini adalah kebersihan Sekolah Athirah 1 Makassar yang meliputi variabel pelaksanaan, faktor-faktor yang mempengaruhi, dan dampak.
2.      Penelitian ini menentukan informan secara purposive sampling dan              
juga tidak dipersoalkan tentang ukuran dan jumlahnya. Informan yang ditunjuk sebagai sumber data merupakan orang-orang yang dapat memberikan informasi yang

selengkap- lengkapnya. Subyek dalam penelitian ini adalah para seluruh siswa/siswi  beserta guru Sekolah SMA Athirah 1 Makassar. Informan utama dalam penelitian ini pengurus dan penasehat Sekolah SMA Athirah 1 Makassar. Pemilihan informan
tersebut bertujuan untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin megenai kebersihan lingkungan, dampak serta faktor pendukung dan faktor penghambat

C.    Sumber Data

1.      Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh oleh peneliti secara langsung dari sumber data utama, yaitu dari pihak yang terlibat dalam penelitian meliputi informan inti, triangulasi, serta observasi (Sugiyono, 2011:225)

Indepth interview adalah cara pengumpulan data melalui wawancara, menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan terbuka. Selain itu juga menggunakan lembar checklist yang digunakan untuk membuktikan atau sebagai informasi penguat terhadap informasi yang telah didapatkan dari informan.

2.      Data Sekunder
Data seunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti dari berbagai sumber yang telah ada. Data sekunder digunakan sebagai data pendukung untuk menambah pemahaman mengenai kebersihan lingkungan.

D.    Metode Pengumpulan Data

Metode Pengumpulan Data
Sesuai dengan karakteristik yang diperlukan untuk penelitian ini, maka
metode pengumpulan data yang digunakan adalah:


1. Observasi
Observasi adalah metode atau cara-cara menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis yang tidak hanya terbatas pada orang, tetapi juga obyek - obyek alam yang lain. Sutrisno Hadi mengemukakan bahwa observasi merupakan suatu proses yang kompleks dan proses tersebut tersusun dari perbagai proses 48 biologis dan psikologis. Dua diantara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan (Sugiyono, 2011: 145).

Dalam penelitian ini, metode pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti adalah metode pengamatan langsung dengan menggunakan lembar checklist.

2. Wawancara
Wawancara menurut Moleong (2012: 186) adalah percakapan yang memilki tujuan tertentu dan dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertayaan dan terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan yang diberikan oleh pewawancara.

E.     Analisis Data

          Data yang diperoleh pada penelitian kualitatif berasal dari berbagai sumber dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam-macam (triangulasi), dan dilakukan secara terus menerus sampai datanya jenuh. Pengamatan terus menerus mengakibatkan variasi data tinggi sekali dan data yang diperoleh pada umumnya merupakan data kualitatf, namun tidak menolak data kuantitatif. Data kualitatif tersebut menyulitkan dalam melakukan analisis sebab teknik analisis data yang digunakan belum ada polanya yang jelas dan metode analisis belum dirumuskan dengan baik. Data yang diperoleh melalui wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi kemudian disusun dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan akan dipelajari, kemudian membuat kesimpulan agar mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. Analisis tersebut bersifat induktif yang selanjutnya dikembangkan menjadi hipotesis. Apabila data yang dapat dikumpulkan secara berulang-ulang dengan teknik triangulasi, ternyata hipotesis diterima, maka hipotesis tersebut berkembang menjadi teori.

          Analisis dilakukan dua kali, yakni analisis sebelum di lapangan dan analisis data dilapangan. Sebelum peneliti memasukin lapangan harus menentukan focus penelitian denagan menggunakan data hasil studi pendahuluan, atau data sekunder. Fokus penelitian tersebut bersifat sementara, akan berkembang setelah peneliti masuk dan selama di lapangan.






















BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.    Lokasi Penelitian

Sekolah SMA Athirah 1 Makassar mempunyai ratusan murid mulai dari kelas X, XI, dan XII. Dimana setiap kelas terbagi menjadi 15 kelas, 5 kelas untuk kelas X, 5 kelas untuk XI, dan 5 kelas untuk kelas XII. Sekolah ini juga memiliki cleaning service yang bertugas untuk membersihkan lingkungan sekolah agar terlihat indah dan bersih. Setiap hari guru - guru di sekolah tersebut selalu menyampaikan kepada murid untuk menjaga kebersihan sekolah. Namun, mengingat tidak semua murid SMA Athirah memiliki prinsip untuk menjaga kebersihan lingkungan dan masih banyak membuang sampah bukan pada tempatnya. Hal  - Hal yang menjadi factor kurangnya kebersihan lingkungan yaitu meliputi kebiasaan yang selalu membuang sampah bukan pada tempatnya dan kurangnya rasa peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Tabel 4.1 Partisipasi Murid di SMA Athirah
NO
Partisipasi Murid dan Karyawan
Frekuensi
Presentasi (%)




1
Baik
56
46,67
2
Kurang Baik
64
53,37

Jumlah
120
100

Sumber : Data Primer (Diolah, 2018)
     
          Tabel 4.1 memperlihatkan bahwa dari 120 responden terdapat 56 responden (46.67%) kategori Partisipasi murid dan karyawan Baik dan 64 Responden (53.33%) yang kategori Partisipasi Masyarakat kurang.

Tabel 4.2 Distribusi Pengumpulan Sampah di SMA Athirah
NO
Pengumpulan Sampah
Frekuensi
Presentasi (%)




1
Baik
68
56,67
2
Kurang Baik
52
43,37

Jumlah
120
100

Sumber : Data Primer (Diolah, 2018)

          Tabel 4.2 memperlihatkan bahwa dari 120 responden terdapat 68 responden (56,67%) kategori Pengumpulan sampah Baik dan 52 Responden (43,33%) yang kategori Pengumpulan
sampah kurang.

Tabel 4.3 Distribusi Pengangkutan Sampah di SMA Athirah
NO
Pengangkutan Sampah
Frekuensi
Presentasi (%)




1
Baik
50
41,67
2
Kurang Baik
70
58,33

Jumlah
120
100
                             
                              Sumber : Data Primer (Diolah, 2018)

          Tabel 4.3 memperlihatkan bahwa dari 120 responden terdapat 50 responden (41,67%) kategori Pengangkutan Sampah Baik dan 70 Responden (58,33%) yang kategori Pengumpulan Pengangkutan Sampah kurang.

Tabel 4.4 Distribusi Pembuangan Sampah di SMA Athirah
NO
Pembuangan Sampah
Frekuensi
Presentasi (%)




1
Baik
51
42,50
2
Kurang Baik
69
57,50

Jumlah
120
100

Sumber : Data Primer (Diolah, 2014)

        Tabel 4.4 memperlihatkan bahwa dari 120 responden terdapat 51 responden (42,50%) kategori Pembuangan Sampah Baik dan 69 Responden (57,50%) yang kategori Pembuangan Sampah kurang.
             Tabel 4.5 Distribusi Pendaur Ulangan Sampah di SMA Athirah
NO
Pendaur Ulangan Sampah
Frekuensi
Presentasi (%)




1
Baik
55
48,83
2
Kurang Baik
65
54,17

Jumlah
120
100

Sumber : Data Primer (Diolah, 2014)

          Tabel 4.5 memperlihatkan bahwa dari 120 responden terdapat 55 responden (48,83%) kategori Pendaurulang Sampah Baik dan 65 Responden (54,17%) yang kategori

B.     Pembahasan

          Menurut Cohen dan Uphoff dalam Harahap (2001), partisipasi adalah keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan dan pembuatan keputusan tentang apa yang dilakukan, dalam pelaksanaan program dan pengambilan keputusan untuk berkontribusi sumberdaya atau bekerjasama dalam organisasi atau kegiatan khusus, berbagi manfaat dari program pembangunan dan evaluasi program pembangunan. Sekolah SMA Athirah 1 Makassar mempunyai program pengelolaan sampah melibatkan partisipasi murid dan karyawan dengan pola 3R yaitu reduce atau mengurangi jumlah sampah, reuse atau memanfaatkan sampah kembali, dan recycle atau mendaur ulang sampah.

          Pengelolaan sampah bertujuan untuk mengurangi sampah yang menumpuk dan menambah pendapatan masyarakat dengan cara mendaur ulang sampah anorganik dan organik menjadi kompos. Partisipasi murid dan karyawan perlu diperhatikan karena merupakan kunci keberhasilan program 3R dan untuk meningkatkan rasa kepedulian terhadap lingkungan. Namun, pengelolaan sampah 3R ini pelaksanaannya kurang maksimal, karena sebagian murid dan karyawan kurang pemahaman dan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah.

          Menurut Azrul (1996) Berikut adalah Dampak Sampah Terhadap Lingkungan :

a.       Dampak dari pembuangan Limbah organic yang mengandung       protein akan menghasilkan bau yang tidak sedap (lebih busuk).
b.      Dampak dalam kesehatan: dapat menyebabkan dan menimbulkan penyakit, contoh:
penyakit diare, kolera, penyakit jamur, sampah beracun. penyakit ini terjadi karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan yang tidak tepat.
c.       Eutrofikasi: perairan menjadi terlalu subur sehingga terjadi ledakan jumlah alga dan fitoplankton yang saling berebut mendapat cahaya untuk fotosintesis.
d.      Plastik, yang menjadi masalah terbesar dan paling berbahaya. Banyak hewan yang hidup pada atau di laut mengkonsumsi plastik karena kesalahan, Karena tidak jarang plastik yang terdapat di laut akan tampak seperti makanan bagi hewan laut.

          Pendaurulangan sampah adalah pengelolahan sampah menjadi barang yang baru atau bisa dipakai kembali, hal ini dilakukan untuk mengurangi sampah.

          Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemprosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga dalam proses hierarki sampah 4R (Reduce, Reuse, Recycle, dan Replace). Sampah anorganik – sampah anorganik bisa di olah dengan proses daur ulang. Daur ulang mempunyai pengertian sebagai proses menjadikan bahan bekas atau sampah menjadi menjadi bahan baru yang dapat digunakan kembali. Dengan proses daur ulang,  sampah dapat menjadi sesuatu yang berguna sehingga bermanfaat untuk mengurangi penggunaan bahan baku yang baru. Manfaat lainnya adalah menghemat energi, mengurangi polusi, mengurangi kerusakan lahan.


Proses daur ulang sampah ( Azwar, 1990) :

1.          Memilah; yakni mengelompokkan sampah berdasarkan jenisnya dengan membuat tempat sampah anorganik dan organic , seperti kaca, kertas, plastik, sesuai jenisnya.
2.          Menggunakan kembali; Setelah dipilah, carilah barang yang masih bisa digunakan kembali secara langsung. Bersihkan terlebih dahulu sebelum digunakan.
3.          Lakukan daur ulang sendiri; Jika mempunyai waktu dan keterampilan kenapa tidak melakukan proses daur ulang sendiri di rumah. Sampah yang di hasilkan dengan kreatifitas yang telah terkumpul dan dipilah kemudian dapat disulap menjadi barang-barang baru yang bermanfaat.
4.          Sampah organik yang di hasilkan bisa di manfaatkan menjadi kompos. Kita bisa melakukan pengomposan dengan menggunakan drum plastic yang cocok di terapkan untuk mengolah sampah. Dengan menerapkan sistem 3R dalam pengelolaan sampah bias berdampak positive bagi lingkungan. Bukan saja lingkungan sekolah tetapi bagi lingkungan sekitar. Apalagi maraknya isu global warming yang sudah menjadi masalah dunia yang harus kita selsaikan bersama. Oleh karena itu banyak sekali manfaat yang di hasilkan dari sistem 3R terhadap sampah rumah tangga. Karena sampah tidak selalu akan menjadi barang sisa yang tidak bermanfaat bagi manusia Apabila kita mau menjaga lingkungan sekitar.









BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
      
A.    KESIMPULAN

1.      Partisipasi Murid di SMA Athirah adalah kurang, dimana masih banyak murid yang belum menyadari pengelolaan sampah yang merupakan tanggung jawab bersama.
2.      Pengumpulan sampah di SMA Athirah adalah baik, dimana masih ada sebagian murid yang melakukan pengumpulan sampah.
3.      Pengangkutan sampah di SMA Athirah adalah kurang, dimana banyak muridnya tidak melakukan pengangkutan sampah ke TPS.
4.      Pembuangan sampah di SMA Athirah adalah kurang, dimana masih banyak murid yang membuang sampah sembarangan.
5.      Pendaur ulangan sampah di SMA Athirah adalah kurang, dimana masih banyak murid yang tidak mendaur ulang sampah menjadi barang yang berguna.

B. SARAN

          Beberapa saran yang dapat dilakukan kedepannya untuk menjaga kebersihan lingkungan di Sekolah SMA ISLAM ATHIRAH 1 MAKASSAR :
·         Selalu membuang sampah pada tempatnya.
·         Mematuhi tata tertib sekolah.
·         Jagalah kebersihan, karena kebersihan adalah sebagian dari iman.
·         Mari kita jaga kebersihan bersama.
·         Selalu bergotong royong agar lingkungan sekitar menjadi bersih.



DAFTAR PUSTAKA







http://repository.utu.ac.id/841/1/-Unlicensed-bab%20IV%20dan%20V.pdf

No comments:

Post a Comment