Saturday, December 12, 2020

Kain Tenun Sumba

 

Kain Tenun Sumba

Seperti songket, namun biasanya menggunakan kapas dan serat dari akar-akaran yang diolah secara tradisional, khas masyarakat Sumba Timur. Kain yang biasanya dibuat satu set sarung wanita dan selendangnya. Menggunakan motif figur stilasi dari hewan, misalnya kuda, singa, serangga, hingga ikan-ikanan.

Pada sehelai kain Sumba tercermin aspek lingkungan alam dan gaya kehidupan masyarakatnya. Semua itu terungkap melalui kreativitas penciptaan desain pada kain tenunnya. Fauna, flora, rangkaian seni budaya, adat istiadat, serta nilai-nilai keindahan Sumba terungkap di dalamnya.

Motif

Beberapa ragam hias khas Sumba adalah Kuda dan Rusa. Di dalam kehidupan sehari-hari, kuda sangat berperan sebagai alat transportasi yang mampu menjelajahi seluruh wilayah Sumba. Jenis kuda Sumba yang terkenal adalah kuda Sandel, dan menjadi salah satu sumber kekayaan masyarakat serta komoditi ekspor.

 

Sejak berabad-abad yang lalu, saudagar-saudagar Sumba memperdagangkan kudanya ke Cina, ditukarkan dengan porselin, pakaian, perhiasan dan kain tenunan. Oleh karena itu kain Sumba juga mengenal motif Nagayang kemungkinan besar terilmahi oleh gambar-gambar pada keramik Celadon.



Kain Tenun Motif Naga yang kemungkinan besar terilmahi oleh gambar-gambar pada keramik Celadon (KK Kria dan Tradisi Fakultas Senirupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung)

Corak Kuda pada kain adat Sumba digambarkan dalam macam-macam perilaku, misalnya dalam keadaan mengangkat salah satu kakinya ke atas, ke belakang dan lain sebagainya.


·       

Ada pula corak kuda dalam tenun ikat Sumba tidak sepenuhnya nyata tetapi didasari pada mitos atau legenda, yaitu motif Kuda bersayap.

Berbeda dengan kuda, corak Rusapada tenun ikat Sumba, merupakan lambang kaum bangsawan. Dahulu hanya kalangan bangsawan saja yang diperbolehkan berburu rusa, sehingga corak Rusa pada mulanya hanya terdapat pada kain-kain milik bangsawan.



Corak khas lainnya adalah pohon Andung atau sering juga disebut ‘pohon tengkorak’. Tengkorak yang tampak tergantung pada dahan-dahannya.merupakan penggambaran dari tengkorak-tengkorak penjahat yang ditaklukkan, kemudian digantungkan pada pohon lontar yang ditanam di halaman pintu gerbang desa. Pohon Andung dapat disamakan dengan pohon hayat yang dapat diketemui di beberapa tempat di Indonesia. Pohon ini melambangkan kesuburan dan juga disebut ‘pohon kehidupan’, karena digambarkan mempunyai banyak cabang dan ranting yang merupakan perlambangan hidup manusia yang panjang dan terus menerus

No comments:

Post a Comment