Wednesday, June 19, 2019

Makalah Pemanfaatan SDA Dengan Prinsip Ekoefisien


M A K A L A H

PEMANFAATAN SDA
DENGAN PRINSIP EKOEFISIEN


















Disusun Oleh
MUH. FAUZAN AL FARIZI
IX IPS. 2

SMA NEGERI 14 MAKASSAR
TAHUN 2019



BAB I

 PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang Masalah
Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi besar dalam berbagai hal. Baik itu sumber daya alam (SDA), maupun sumber daya manusianya (SDM). Semua potensi yang ada di Indonesia bisa dimanfaatkan untuk kemaslahatan orang banyak. Terutama potensi yang tersimpan dalam kekayaan alam Indonesia. Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah ruah. Keindahan alam Indonesia juga tak kalah hebat dengan keindahan alam di negara lain. Sebagian besar masyarakat Indonesia hanya menikmati keindahan alam dan kurang mengetahui pemanfaatan sumber daya alam yang ada di Indonesia. Kini ada tanda tanya besar dalam benak kita, mengenai Indonesia yang kaya akan sumber daya alam tetapi masyarakatnya masih banyak yang berada dibawah garis kemiskinan. Salah satu faktor yang mendasarinya adalah kurangnya pemanfaatan sumber daya alam di Indonesia. Hal tersebut bisa saja disebabkan oleh sumber daya manusia yang kemampuan eksplorasinya masih rendah. Tidak memungkiri pemanfaatan sumber daya Indonesia masih dikelola oleh pihak asing. Sehingga keuntungannya kurang dapat dirasakan oleh masyarakat.  Selain itu Dalam memanfaatkan sumber daya alam perlu dipertimbangkan nilai dan prinsip ekoefisiensi
B.       Rumusan masalah
Melihat latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka beberapa masalah yang dapat penulis rumuskan dan akan dibahas dalam makalah ini adalah:
1.       Apa manfaat SDA?
2.       Apa hambatan SDA?
3        Apa itu prinsip ekoefisien dalam pemanfaatan SDA?
4.       Bagaimana prinsib pemanfaatan SDA?
5.       Bagaimana pelestarian SDA?

C.       Tujuan penulisan
Penulisan makalah ini dilakukan untuk memenuhi tujuan-tujuan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi guru dan mahasiswa pada khususnya, serta seluruh masyarakat pada umumnya. Secara terperinci tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1.       Mendeskripsikan manfaat Apa manfaat SDA
2.       Mendeskripsikan hambatan SDA
3.       Mendeskripsikan nilai dan prinsi ekoefisien dalam pemanfaatan SDA.
4.       Mendeskripsikan prinsib pemanfaatan SDA.
5.       Bagaimana pelestarian SDA.

D.    Manfaat penulisan
Makalah ini disusun dengan harapan memberikan kegunaan baik secara teoritis maupun secara praktis. Secara teoritis makalah ini berguna sebagai pengembangan konsep pembelajaran sumber daya. Secara praktis makalah ini diharapkan bermanfaat bagi:
1.       Penulis, meningkatkan kemampuan menulis karya tulis dan mengkaji mengenai pemanfaatan sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat dengan nilai dan prinsip ekoefisien.
2.       Pembaca, sebagai media informasi, referensi, maupun bahan kajian diskusi mengenai pemanfaatan sumber daya alam untuk kesejateraan masyarakat.

 


BAB II
PEMBAHASAN

A.       Manfaat Sumber Daya Alam
Sumber daya alam kita yang begitu melimpah, tentu saja banayak sekali manfaat yang dapat kita ambil darinya. Sumber daya alam kita harus kita manfaatkan seoptimal dan seefisien mungkin. Dalam memanfaatkan sumber daya alam, manusia perlu berdasar kepada prinsip ekoefisiensi, artinya dalam memanfaatkan sumber daya alam tidak boleh merusak ekosistem yang ada, selain itu pengambilan sumber daya alam juga harus dilakukan secara efisien untuk kelanjutan sumber daya manusia.
Dalam memanfaatkan sumber daya alam perlu dipertimbangkan nilai dan prinsip ekoefisiensi (ekonomi efisiensi), artinya dengan tenaga dan biaya untuk mengolah apakah barang tambang layak digali sehingga perlu diperhitungkan biaya penambangan, besarnya volume barang tambang, manfaat barang tambang, dan untung ruginya dalam pertimbangan pengelolaan barang tambang tersebut. Negara kita kaya akan barang tambang. Barang tambang tersebut menyebar di dalam bumi. Meskipun sudah ditemukan tempat-tempat tambang, namun sebenarnya banyak pula tempat yang belum diusahakan.

               Hal ini dapat dimaklumi karena negara kita masih perlu modal dan tenaga ahli. Untuk mengatasi hal ini pemerintah mengundang investor asing (penanam modal asing) untuk membantu pengem bangan pertambangan. Selain mengundang investor asing, pemerintah juga terus melakukan pendidikan Untuk tenaga kerja muda agar mereka dapat membantu pembangunan, Khusus pertambangan agar tidak terus-menerus tergantung dengan negara berbaring
               Usaha pertambangan ini biasanya diawali dengan penelitian lapangan untuk Tahu tempat-tempat yang mengandung bahan tambang atau disebut eksplorasi. Jika tempat bahan bakar sudah dipastikan sudah dilakukan penggalian atau pengeboran atau disebut eksploitasi. Usaha penambangan ini membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit.

1.       Pemanfaatan Sumber Daya Alam
Pembangunan dan PemanfaatAn sumber daya alam yang berkelanjutan bertujuan pada terwujudnya keberadaan sumber daya alam untuk mendukung kesejahteraan manusia. Oleh karena itu, maka prioritas utama di dalam pengelolaan sumber daya alam adalah upaya pelestarian lingkungan.
Nah, untuk lebih memudahkan akan kita persingkat dari keseluruhan sumber daya alam yang telah disebutkan di atas menjadi tiga sumber daya alam, ketiga pemanfaatan sumber daya alam itu meliputi :
-        Pemanfaatan sumber daya alam hewani,
-        Pemanfaatan sumber daya alam nabati dan
-        Pemanfaatan sumber daya alam barang tambang.

a.       Pemanfaatan Sumber Daya Alam Hewani
Untuk pemanfaatan sumber daya alam hewani, ada beberapa manfaat yang dapat kita rasakan. Pemanfaatan sumber daya ala mini dilakukan dengan berbagai cara di antaranya:
-        Sumber daya alam hewani dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya pangan seperti daging sapi, dan daging kambing, atau juga dapat diambil susunya.
-        Selain itu dapat dimanfaatkan juga sebagai sumber kerajinan tangan seperti hiasan yang dibuat dari kulit kerang.
-        Dapat dimanfaatkan untuk perhiasan seperti mutiara yang dihasilkan dari kerang.
-        Dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai budaya manusia dan nilai kehidupan, seperti bentuk kapal selam diadopsi dari cara ikan menyelam, bentuk pesawat dari bentuk burung, dan lain sebagainya.
b.       Pemanfaatan Sumber Daya Alam Nabati
Pemanfaatan sumber daya alam nabati sangat banyak sekali. Untuk pemanfaatan sumber daya alam nabati ini dapat kita lihat pada pembahasan di bawah ini.
-          Dimanfaatkan sebagai sumber daya pangan seperti padi, jagung, ubi dan sebagainya.
-          Dimanfaatkan sebagai sumber sandang seperti serat haramay.
-          Beberapa jenis tanaman dapat dimanfaatkan sebagai minyak atsiri seperti kayu putih, sereh, kenanga, dan cengkeh.
-          Dimanfaatkan sebagai tanaman hias seperti anggrek.
-          Dimanfaatkan sebagai bahan baku mebel seperti meranti,rotan,bamboo.
-          Dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan seperti kencur, jahe, dan kunyit.
-          Dan yang terakhir sumber daya alam nabati ini juga dapat dimanfaatkan sebagai keperluan industri.

c.       Pemanfaatan Sumber Daya Barang Tambang
Dalam rangka pemanfaatan sumber daya alam barang tambang ini maka ada beberapa hal yang dapat kita lakukan.
Usaha pemanfaatan dan bahan galian dalam pembangunan Indonesia adalah sebagai berikut :
-        Sebagai pemenuh kebutuhan SDA barang tambang dan galian dalam negeri.
-        Menambah pendapatan Negara karena barang tambang dapat diekspor keluar negeri.
-        Memperluas lapangan kerja
-        Memajukan bbidang transportasi dan komunikasi
-        Memajukan industri dalam negeri
Pengelolaan Bahan Tambang Berdasarkan Kegunaannya dan Pemanfaatannya
Usaha pertambangan tentu saja tidak boleh dilakukan sembarangan mengingat ada bahan-bahan tambang yang tidak dapat diperbarui, maksudnya bahan tambang tersebut akan habis apabila diambil sekali dan dalam jumlah yang besar.
Berdasarkan kegunaannya, bahan tambang dapat dibagi menjadi pertambangan bijih, energi, dan mineral.

a. Pertambangan Bijih/Logam
Pertambangan ini meliputi bijih besi, bauksit, timah, nikel, tembaga, emas, dan perak.
1. Bijih Besi
Beberapa macam bijih besi antara lain sebagai berikut.
a) Bijih besi lateritik terdapat di Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.
b) Bijih besi magnetik hematit terdapat di Kalimantan Tengah.
c) Bijih besi titan terdapat di Pantai Cilacap, Pantai Pelabuhan Ratu, Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Setelah digali dan disemprot dengan air, akan dihasilkan konsentrat besi. Pabrik pelebur besi baja Indonesia terdapat di Cilegon, yaitu PT Krakatau Steel.
2. Bauksit (Biji Aluminium)
Bauksit merupakan mineral yang ringan, kuat, dan tidak berkarat. Tambang bauksit dihasilkan di Kepulauan Riau, Pulau Bintan, Pulau Bintang, dan Singkawang.
3. Timah
Timah termasuk salah satu hasil mineral yang terpenting di Indonesia. Manfaat timah, yaitu untuk kaleng, patri, huruf cetak, tube, kertas timah, dan lain-lain. Tambang timah terdapat di pulau Singkep, Bangka, Belitung, dan lepas pantai di sekitarnya. Hasil tambang timah
di darat disebut timah primer, sedangkan yang di lepas pantai disebut timah sekunder. Di Indonesia banyak dihasilkan timah sekunder dan menjadi pabrik peleburan timah terbesar ketiga setelah Bolivia dan Malaysia.
4. Nikel
Biji nikel terdapat dalam tanah hasil pelapukan peridotit atau serpentit. Daerah-daerah pertambangan nikel di Indonesia antara lain Pulau Mantang di Teluk Bone, Pulau Halmahera, Pulau Gag di Irian Jaya, disekitar Kolaka (Sulawesi Tenggara) berpusat di Ponalo, dan Pegunungan Verbeek berpusat di Soroako.
5. Seng
Terdapat di beberapa daerah Indonesia, antara lain Jawa Timur, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Pengolahan seng menjadi seng lembaran dilakukan oleh perusahaan-perusahaan swasta
di kota-kota besar.

6. Intan
Tambang intan terdapat di Kalimantan Selatan, terletak di sekitar Sungai Kusan dan Riam Kanan Kiri. Penggalian dipusatkan di Simpangempat (dekat Martapura) oleh PN Aneka Tambang. Di samping itu, rakyat juga melaksanakan penggalian dengan cara mendulang. Pendulangan intan oleh rakyat yang terkenal di Cempaka I (dekat Banjar Baru). Kota Martapura merupakan tempat penggosokan intan yang terkenal di Indonesia.
7. Tembaga
Tembaga terdapat di Cikotok (Banten Selatan), Songkarapi (Sulawesi Selatan), dan Kompara (Irian Jaya). Tembaga yang sudah ditambang baru terdapat di Irian Jaya, diusahakan dengan modal Jepang dan Amerika. Bijih tembaga tersebut diolah di pabrik (di Kota Tembagapura) yang didirikan pada ketinggian 2.600 m dan menghasilkan konsentrat dengan kadar 26%. Konsentrat itu diangkut ke pelabuhan dekat muara Sungai Tipuka dengan saluran pipa yang panjangnya 100 km. Tembaga banyak diekspor ke Jepang.
8. Emas dan Perak
Tambang emas dan perak terdapat di Rejang Lebong (Bengkulu) dan Banten Selatan (Jawa Barat). Penambangannya dilakukan oleh PN Aneka Tambang di Cikotok, kemudian diangkut ke Jakarta, dan diolah oleh PN Logam Mulia menjadi emas/perak batang.

Pertambangan yang Menghasilkan Energi
Pertambangan ini terdapat pada minyak bumi, gas alam, dan batu bara.
1. Minyak Bumi
Minyak bumi menurut Sujiran Resosudarmo terjadi dari plankton atau mikroorganisme yang tertimbun berjuta-juta tahun di dasar laut. Hal ini terjadi karena penguraian secara kimia yang tidak sempurna. Mikro organisme yang banyak mengandung lemak berubah menjadi lumpur
busuk yang berada di antara lapisan pasir dan tanah kedap yang disebut sapropelium. Akibat tekanan yang semakin besar dan temperatur yang semakin tinggi maka sapropelium berubah menjadi minyak bumi.
Pertambangan minyak bumi di Indonesia ditangani oleh Pertamina, yang dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasinya meng adakan perjanjian kerja sama bagi hasil dengan sejumlah besar perusahaan asing.
Daerah-daerah minyak bumi di Indonesia antara lain sebagai berikut.
a) Jawa: daerah Delta Sungai Brantas, Cepu, dan Jatibarang, pabrik penyulingan di Wonokromo dan Cepu.
b) Sumatera: terdapat di Peureulak - Langkat, Dataran Riau (sekitar Pekanbaru), Jambi, dan Palembang, pabrik penyulingannya di Pangkalan Brandan, Dumai, Plaju, dan Sungai Gerong.
c) Kalimantan: terdapat di Pulau Bunyu dan Tarakan, sekitar Sungai Mahakam, pabrik penyulingannya di Balikpapan.
d) Maluku/Seram: di Bula.
e) Irian Jaya: terdapat di Sorong dan Babo.
f) Lepas pantai: lepas pantai sebelah timur Balikpapan (Ataka), lepas pantai Aceh Timur, Laut Jawa (Shinta dan Arjuna), dan lepas pantai Sumatera bagian tenggara (Zeida dan Cita).
2. Gas Alam
Gas alam dapat ditemukan bersama-sama dengan minyak bumi. Gas alam didapatkan di lapangan minyak Arun (Aceh), Badak (di Bontang, Kalimantan Timur), dan di Kepulauan Natuna. Sesudah dicairkan disebut LPG (Liquid Petroleum Gas) dan LNG (Liquid Natural Gas) yang kemudian diekspor ke Jepang, USA, dan Singapura
3. Batu Bara
Batu bara Indonesia menurut Sujiran Resosudarmo terbentuk pada zaman tertier. Batu bara terjadi dari tumbuh-tumbuhan yang tertimbun di dalam tanah selama berjuta-juta tahun. Semakin tua umur batu bara kadar bakarnya juga semakin tinggi. Batu bara yang terbentuk pada zaman karbon merupakan batu bara yang bermutu tinggi, sedangkan yang terbentuk pada zaman tertier mutunya kurang baik dan disebut batu bara muda. Daerah-daerah pertambangan batu bara di Indonesia, yaitu sebagai berikut.
a) Pertambangan Bukit Asam (Sumatera Selatan), di sepanjang Sungai Lematang, Pusatnya Tanjung Enim.
b) Pertambangan Umbilin (Sumatera Barat) dengan pusatnya di Sawahlunto.
4. Cadangan batu bara ditemukan pula di Sungai Berau (Kali man tan Timur), Pulau Laut, Lampung, dan muara Bungo (Jambi).

Pertambangan Mineral Industri
Macam-macam pertambangan mineral industri di antaranya sebagai berikut.
1. Batu kapur, terdapat pada pegunungan kapur di Pulau Jawa, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Bali bagian selatan, dan Irian Jaya bagian selatan. Batu kapur juga dapat diambil dari batu-batu karang di dasar laut dangkal di dekat pantai. Cara pengambilan batu kapur dan karang pantai digali, kemudian diangkut hasilnya. Batu kapur yang digunakan sebagai bahan bangunan harus dibakar lebih dahulu.
2. Yodium terdapat di dekat Mojokerto dan Semarang.
3. Belerang terdapat di Gunung Welirang (Jawa Timur) dan Gunung Patuha (Jawa Barat).
4. Tanah liat, yaitu tanah yang banyak mengandung liat (65%). Butir-butirnya sangat halus sehingga rapat dan sulit merembeskan air. Tanah ini banyak terdapat di dataran rendah di Pulau Jawa dan Sumatera.
5. Kaolin terdapat di Bangka, Belitung, dan Sulawesi utara. Hasil tambang ini
diolah dalam industri keramik di beberapa kota.
6. Pasir Kuarsa
7. Tempat-tempat penggalian pasir kuarsa terdapat di Bangka, Belitung, dan Jawa timur (Madura). Pasir kuarsa diolah lebih lanjut di pabrik-pabrik untuk bahan membuat kaca, piring, dan gelas.
8. Batu Granit
9. Batu granit terdapat dan diolah di Pulau Karimun (Riau), kemudian diangkut ke Dumai dan Pulau Batam.

Jenis-jenis dan Proses Pemanfaatan Barang Tambang
Bahan tambang dapat diolah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Adapun pemanfaatannya antara lain sebagai berikut.
1. Besi dapat digunakan untuk membuat jembatan, jalan kereta api, kons truksi bangunan, dan industri mobil.
2. Aluminium merupakan logam yang ringan dan kuat yang digunakan untuk membuat badan pesawat terbang, kapal laut, alat dapur, perkakas rumah tangga, uang logam, dan sebagainya.
3. Timah digunakan sebagai bahan untuk membuat kaleng, tube, bahan pelapis besi agar tidak berkarat dan untuk patri. Logam ini sangat lunak sehingga dapat dibuat sangat tipis hampir serupa dengan kertas. Kertas timah dipakai untuk pembungkus rokok dan permen.
4. Nikel untuk bahan campuran dalam industri besi baja agar kuat dan tahan karat.
5. Tembaga untuk bahan kabel dan industri barang-barang perunggu dan kuningan.
6. Emas dan perak untuk bahan perhiasan.
7. Seng dan Plumbum untuk atap rumah dan industri rumah tangga.
8. Intan sebagai bahan perhiasan dan pemotong kaca.
9. Minyak bumi untuk penerangan rumah, tenaga penggerak mesin pabrik, untuk bahan bakar kendaraan bermotor.
10.Gas alam untuk bahan bakar rumah tangga dan industri.
11.Batu bara sebagai bahan bakar pemberi tenaga dan bahan mentah untuk cat, obat-obatan, wangi-wangian, dan bahan peledak.
12.Batu gamping dan batu kapur banyak digunakan untuk bahan bangunan, bahan utama pembuatan semen dan bahan ikutan pada peleburan bijih besi. Kapur juga berguna untuk pupuk bagi tanah yang kekurangan zat kapur. Tanah semacam ini banyak dijumpai di daerah bekas rawa.
13.Yodium untuk campuran obat penyakit gondok.
14.Belerang untuk campuran obat penyakit kulit.
15.Fosfat digunakan untuk bahan bakar industri pupuk.
16.Tanah liat merupakan bahan dasar untuk pembuatan batu bata dan gerabah.
17.Kaolin sebagai bahan pembuat porselin dan keramik.
18.Pasir kuarsa merupakan bahan untuk membuat kaca, gelas, dan piring.
19.Batu granit untuk bahan bangunan.
20.Platina (emas putih) untuk perhiasan.
21.Wolfram untuk industri listrik.
22.Tras untuk bahan semen.
23.Batu pualam (marmer) untuk lantai dan pelapis baja.
24.Batu gips untuk industri kecil dan untuk membuat alat peraga bidang kedokteran.
25.Asbes berguna untuk industri bangunan (atap rumah).

Peranan Tambang Dalam Pembangunan Indonesia
Indonesia terkenal sebagai negara yang kaya raya akan bahan tambang. Bahan tambang di Indonesia ditemukan di darat dan di laut. Untuk mendapatkan serta mengolah bahan tambang tersebut diperlukan banyak modal, tenaga ahli, dan teknologi tinggi. Pemerintah menghimpun kesemuanya ini dari dalam maupun dari luar negeri.
Peranan barang tambang dan bahan galian dalam pembangunan Indonesia
sebagai berikut.
1. Mengurangi pengangguran karena usaha ini dapat menyerap tenaga kerja.
2. Menambah pendapatan negara karena bahan tersebut dapat di ekspor ke luar negeri.
3. Memajukan industri dalam negeri.
4. Memajukan bidang transportasi dan komunikasi di Indonesia.
Pertambangan secara besar-besaran di Indonesia dengan peralatan modern, baru dilaksanakan untuk bahan tambang penghasil energi dan mineral logam. Usaha pertambangan dipegang oleh pemerintah dan sebagian oleh perusahaan swasta. Hasilnya sebagian besar diekspor. Penambangan mineral bukan logam dan batuan dilakukan oleh penduduk atau perusahaan setempat, umumnya secara kecil-kecilan dan dengan peralatan sederhana. Produksinya belum teratur dan hanya digunakan untuk keperluan dalam negeri.
.
B.       Hambatan Pemanfaatan Sumber Daya Alam
Dalam upaya untuk memanfaatkan sumber daya alam, tentu saja tidak mudah. Ada beberapa hal yang patut kita pertimbangkan dan menjadi hambatan bagi pemanfaatan sumber daya alam kita.
Dikarenakan Indonesia masih merupakan negara berkembang, Indonesia masih mengalami berbagai macam hambatan-hambatan dalam proses pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam. Terutama dalam segi kesiapan sumber daya manusia Indonesia yang masih kurang.
Berikut ini adalah beberapa hambatan-hambatan umum yang dihadapi Indonesia dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam, diantaranya :
1.         Kurangnya tenaga ahli dalam memanfaatkan sumber daya alam.
2.         Mahalnya saraa dan prasarana untuk pengolahan sumber daya alam.
3.         Kerjasama dengan perusahaan asing yang merugikan.
4.         Transportasi ke daerah SDA terbatas mengingat Indonesia merupakan kepulauan.
5.         SDM yang belum memenuhi kualifikasi.


C.       Prinsip Pemanfaatan Sumber Daya Alam
Sumber daya alam perlu dilestarikan supaya dapat mendukung kehidupan makhluk hidup. Bila sumber daya alam rusak atau musnahkehidupan bisa terganggu. Berikut ini adalah beberapa prinsip yang harus dipegang teguh dalam upaya pemanfaatan sumber daya alam agar tidak terjadi penyelewengan dalam pemnfaatannya.
1.       Prinsip Berwawasan Lingkungan dan Berkesinambungan
pertama ini dapat dilakukan oleh kita semua dengan berbagai cara, di antaranya :
a.       Penghijauan dan Reboisasi
b.       Sengkedan
c.       Pengembangan daerah aliran sungai
d.       Pengelolaan air limbah
e.       Penertiban pembuangan sampah
2.       Prinsip Mengurangi
Prinsip kedua dalam upaya pemanfaatan sumber daya alam ini adalah prinsip mengurangi. Mengurangi disini maksudnya, ketika kita hendak mengambil sumber daya alam hendaknya kita tidak menguras semua sumber daya alam yang ada, akan tetapi hendaknya kita mengurangi pemanfaatannya sesuai dengan kebutuhan kita.
Jadi, dalam mengambil sumber daya alam sebaiknya jangan diambil semuanya, tetapi berprinsip mengurangi saja atau tidak semua. Pengambilan sumber daya alamyang berlebihan yang dihabiskan semua sumber daya alam akan merusak lingkungan dan menggangu ekosistem lingkungan.
3.       Prinsip Daur Ulang
Prinsip selanjutnya adalah prinsip daur ulang. Proses daur ulang di sini adalah pengolahan kembali suatau benda atau bahan-bahan bekas dalam bentuk sampah kering yang tidak mempunyai nilai ekonomi menjadi barang yang berguna bagi kehidupan manusia.
Dengan adanya prinsip daur ulang ini sangat efektif sekali untuk menanggulangi permasalahan sampah yang mungkin sekarang ini menimpa daerah kita. Lihat saja di sekeliling kita, banyak sekali sampah yang bertebaran dan tidak bisa ditanggulangi. Sampah semakin menumpuk tapi sama sekali tidak ditanggulangi.
Dalam upaya pengelolaan sampah ini ada 2 sistem pengelolaan sampah yaitu system pengelolaan formal dan informal. Berikut ini akan dijelaskan maksudnya :
a.       System Pengelolaan Formal
System pengolahan sampah secara formal adalah merupakan teknik pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan sampah yang dilakukan oleh aparat setempat misalnya Dinas Kebersihan dan Dinas Pertamanan.
b.       System Pengelolaan Informal
c.       Yang dimaksud dengan system secara informal adalah aktifitas yang dilakukan oleh dorongan kebutuhan untuk hidup dari sebagian masyarakat, yang secara tidak sadar mereka berperan serta dalam kebersihan kota dan mereka sebenarnya juga merupakan pendekar lingkungan.

D.       Pelestarian Sumber Daya Alam
Pernahkah terpikir suatu saat nanti sumber daya alam kita ini akan habis atau tidak seimbang? Pertanyaan ini sebenarnya tidak perlu dijawab dan tidak perlu ditunggu, karena keadaan itu sudah terjadi sekarang.
Tahukah kamu bahwa banyak bencana yang menimpa kita adalah karena banyak orang yang telah menguras sumber daya alam secara berlebihan dan tidak perduli terhadap lingkungan? Banjir, longsor, Kekeringan semuanya adalah akibat dari keteledoran dan pengurasan sumber daya alam yang berlebihan. Begitu pula bencana-bencana lainnya.
Oleh karena itu kita harus melestarikan sumber daya alam kita ini agar sumber daya alam dapat kembali seimbang, dan kita dapat terhindar dari berbagai bencana alam yang disebabkan oleh pengrusakkan oleh manusia. Dalam upaya melestarikan sumber daya ala mini harus dilakukan oleh berbagai pihak baik pemerintah ataupun masyarakat.
Dalam upaya pelestarian sumber daya alam ini maka berbagai pihak telah melakukan berbagai cara dalam pelestarian sumber daya alam. Usaha pelestarian sumber daya alam tidak lepas dari usahapelestarian lingkungan. Usaha-usaha dalam pelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, melainkan tanggung jawab kita semua.
1.       Pelestarian SDA Tingkat Internasional
menggalakkan perhatian kita kepada pelestarian sumber daya alam, maka setiap tanggal 5 Juni diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Ditingkat Internasional, peringatan Hari Lingkungan Hidup ditandai dengan penghargaan kepada perorangan ataupun kelompok atas sumbangan praktis mereka yang berharga bagi pelestarian lingkungan ataupun perbaikan lingkungan di tingkat lokal, nasional, dan internasional. Penghargaan ini diberi nama “Global 500” yang diprakarsai Program Lingkungan PBB yaitu UNEP.
2.       Pelestarian SDA Tingkat Nasional
Untuk tingkat nasional pun ada upaya-upaya yang dilakukan untuk melestarikan sumber daya alam, di antaranya akan disebutkan di bawah ini :
a.       Kalpataru
Kalpataru adalah penghargaan yang diberikan kepada orang-orang yang mempunyai jasa besar dalam pelestarian sumber daya alam khususnya lingkungan hidup. Kalpataru diberikan kepasa orang-orang sebagai berikut :
1.    Perintis Lingkungan Hidup
Yaitu mereka yang telah mempelopori untuk mengubah lingkunga hidup yang kritis menjadi subur kembali.
2.    Penyelamat Lingkungan Hidup
Yaitu mereka yang telah menyelamatkan lingkungan hidup yang rusak.
3.    Pengabdi Lingkungan Hidup
Yaitu petugas-petugas yang telah mengabdikan dirinya untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup.

b.       Adipura
Penghargaan adipura diberikan kepada daerah atau kota dengan kriteria sebagai berikut :
1.       Kota-kota terbersih di Indonesia.
2.       Daerah-daerah yang telah berhasil membuat laporan neraca.
Kependudukan dan Lingkungan Hidup Daerah (NKLD)
Nah, selain usaha-usaha yang telah disebutkan diatas, usaha lain yang tidak kalah pentingnya adalah didirikannya bermacam-macam perlindungan alam seperti Taman Wisata, Taman Nasional, dan Taman Laut untuk menjaga pelestarian sumber daya alam.
c.       Macam-macam Perlindungan Alam
Perlindungan alam dibagi menjadi dua, yaitu perlindunga umum dan perlindungan dengan tujuan tertentu.
1.    Perlindungan alam umum
Perlindungan alam umum merupakan suatu kesatuan (flora, fauna, dan tanahnya). Perlindungan alam ini dibagi menjadi tiga macam, antara lain sebagai berikut :
a.       Perlindungan alam ketat
Merupakan perlindungan terhadap alam yang dibiarkan tanpa campur tangan manusia, kecuali dipandang perlu. Tujuannya untuk penelitian dan kepentingan ilmiah, misalnya Ujung Kulon.
b.       Perlindungan alam terbimbing
Merupakan perlindungan keadaan alam yang dibina oleh para ahli, misalnya Kebun Raya Bogor.
c.       National Park atau Taman Nasional
Merupakan keadaan alam yang menempati suatu daerah yang luas dan tidak boleh ada rumah tinggal maupun bangunan industri. Tempat ini dimanfaatkan untuk rekreasi atau taman wisata, tanpa mengubah ciri-ciri ekosistem. Misalnya : Taman safari di Cisarua Bogor dan Way Kambas.
2.    Perlindungan alam dengan tujuan tertentu
perlindungan alam dengan tujuan tertentu adalah sebagai berikut :
a.       Perlindungan Geologi
Merupakan perlindungan alam yang bertujuan melindungi formasi geologi tertentu, misalnya batuan tertentu.
b.       Perlindungan Alam Botani
Merupakan perlindungan alam yang bertujuan melindungi komunitas tumbuhan tertentu, misalnya Kebun Raya Bogor.
c.       Perlindungan Alam Zoologi
Merupakan perlindungan alam yang bertujuan melindungi hewan-hewan langka serta mengembangkannya dengan cara memasukkan hewan sejenis ke daerah lain, misalnya gajah.
d.       Perlindungan Alam Antropologi
Merupakan perlindungan alam yang bertujuan melindungi suku bangsa yang terisolir, misalnya : Suku Indian di Amerika, Suku Asmat di Irian Jaya, dan Suku Badui di Banten Selatan.
e.       Perlindungan Pemandangan Alam
Merupakan perlindungan yang bertujuan melindungi keindahan alam, misalnya Lembah Sianok di Sumatera Barat.
f.        Perlindungan Monumen Alam
Merupakan perlindungan yang bertujuan melindungi benda-benda alam tertentu, misalnya stalagtit, stalagmite, gua, dan air terjun.
g.       Perlindungan Suaka Margasatwa
Merupakan perlindungan dengan tujuan melindungi hewan-hewan yang terancam punah, misalnya badak, gajah, dan harimau jawa.
h.       Perlindungan hutan
Merupakan perlindungan yang bertujuan melindungi tanah, air, dan perubahan iklim.
i.         Perlindungan Ikan
Merupakan perlindungan yang bertujuan melindungi ikan yang terancam punah.
Bentuk-bentuk PPA di atas harus diusahakan secara terpadu karena fauna akan lestari apabila flora dan habitatnya lestari juga.





BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Dari uraian diatas, maka dapat disimpulkan sbb :
1.       Dalam memanfaatkan sumber daya alam, manusia perlu berdasar kepada prinsip ekoefisiensi, artinya dalam memanfaatkan sumber daya alam tidak boleh merusak ekosistem yang ada, selain itu pengambilan sumber daya alam juga harus dilakukan secara efisien untuk kelanjutan sumber daya manusia.
2.       Indonesia merupakan negara berkembang, Indonesia masih mengalami berbagai macam hambatan-hambatan dalam proses pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam. Terutama dalam segi kesiapan sumber daya manusia Indonesia yang masih kurang.

B.   Saran
Sebagai makhluk ciptaan tuhan yang memiliki akal dan budi pekerti, sudah seharusnya kita merefleksikan diri. Jika tuhan sudah memberi banyak berkahnya melalui alam, maka apa yang dapat kita berikan kepada alam sebagai wujud rasa syukur kita terhadap tuhan. Manfaatkanlah alam sebaik-baiknya dan jagalah alam dengan sebaik-baiknya pula. Sudah seharusnya kita berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.

 
DAFTAR PUSTAKA

http://gumiraputradesign.blogspot.com/2013/01/contoh-makalah-manfaat-sumber-daya-alam.html
(Diunduh hari Jum’at , 20 Pebruari  2015)

http://funstudyclub.blogspot.com/2014/09/makalah-pemanfaatan-sumber-daya-alam.html
(Diunduh hari Jum’at , 20 Pebruari  2015)

No comments:

Post a Comment