Thursday, November 14, 2019

Gadis Asal Cirebon Claudia Emmanuela Santoso juara The Voice of Germany 2019




Penyanyi belia asal Indonesia, Claudia Emmanuela Santoso, tampil sebagai juara kontes menyanyi di Jerman bertajuk The Voice of Germany dalam babak final yang berlangsung pada 10 November 2019.

Pada tahap ini, perempuan kelahiran 27 Oktober 2000 ini membawakan lagu I Have Nothing yang lekat dengan mendiang penyanyi Whitney Houston.
Claudia juga tampil berduet dengan penyanyi Freya Ridings. Mereka menyanyikan lagu Castles.
Berkat penampilannya ini, Claudia mampu mendulang perolehan suara melalui voting sebanyak 46,39% sekaligus menyingkirkan empat pesaingnya, yakni Erwin Kintop (17,36%), Lucas Rieger (14,33%), Fidi Steinback (12,51%), serta Freschta Akbarzada (9,41%).

'Tidak cukup berterima kasih'

Sebagaimana dikutip laman resmi The Voice of Germany, Alice Merton—penyanyi Jerman-Inggris yang menjadi pelatih dalam ajang tersebut—mengutarakan kebahagiaannya atas kemenangan Claudia.
"Saya tidak bisa cukup berterima kasih karena sudah memilih saya sebagai pelatihmu," kata Alice kepada Claudia.
Claudia mulai tampil di layar kaca pada 12 September lalu, ketika berkompetisi pada babak blind audition.
Saat itu, dia menyanyikan lagu dari film The Greatest Snowman berjudul Never Enough.
Penampilan Claudia menarik perhatian para juri, yakni Alice Merton, Sido, Rea Garvey, dan Mark Foster.
Rea Garvey menjadi juri pertama yang memutar kursinya. Ia lalu menekan tombol tanda tertarik dengan penampilan Claudia dan diikuti tiga juri lainnya.
Keempat juri The Voice of Germany kemudian menawarkan diri agar menjadi mentor Claudia pada babak berikutnya.
Namun, Claudia memilih Alice untuk menjadi mentornya.

Asal Cirebon

Claudia berasal dari Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Dia merupakan anak pertama dari pasangan suami istri Indra Gunawan Santoso dan Christin Gunawan.
Dalam wawancara dengan Kompas.com, Christin kerap melihat Audi bernyanyi sejak kecil.
Setelah mengetahui Audi begitu suka bernyanyi, Christin menempatkan Claudia di sekolah musik sejak usia empat tahun.
"Saya masukkan Audi ke les atau sekolah musik mulai sejak usia empat tahun di dalam dan juga luar Cirebon. Kita tuh berjuangnya lumayan keras. Hingga kelas 2 SMA atau selama sekitar 11 atau 12 tahun kursus musik," kata Christin merujuk nama panggilan Claudia kepada Kompas.com
Claudia terus melatih kemampuan tarik suaranya dan mengikuti berbagai audisi baik yang diselenggarakan oleh pemerintah hingga pihak swasta.

Hijrah ke Jerman

Claudia hijrah ke Jerman pada 2018 untuk melanjutkan studi di Kota Muenchen. Namun, sebelum mengenyam pendidikan di universitas, sistem pendidikan Jerman mewajibkan pelajar asing menempuh les bahasa Jerman.
Dia sempat menjalani les bahasa selama setahun kemudian mendaftar ke perguruan tinggi yang ia minati. Namun, belum berhasil.
Pada Januari 2019, Claudia melihat iklan yang berisi jadwal audisi The Voice of Germany yang dimulai pada Februari 2019.
Ia mengaku sangat tertarik dan ingin mencoba mendaftar ajang pencarian bakat tersebut. Claudia kemudian mendaftarkan diri secara online.
"Daftarnya semua di sini kan online semuanya. Tapi itu untuk kayak organisatorisnya, kayak masukin nama. Kita nggak langsung datang ke sana terus acak-acakan begitu," kata Claudia kepada Kompas.com.
"Jadi online itu biar kita tahu kalau kita itu audisi di jam berapa begitu. Aku waktu itu milih. Jadi kita dikasih jam begitu," lanjutnya.

Claudia mengatakan, setiap harinya audisi dimulai pada pukul 10.00 hingga 18.00 waktu setempat.
Setiap jam ada sebanyak 100 peserta yang dibagi dalam empat rombongan. Setiap rombongan ada 25 peserta yang bersaing.
Menurut Claudia, peserta The Voice of Germany bukan hanya setiap orang yang tinggal di Jerman. Ada juga peserta dari Austria dan Swiss.
"Jadi dalam sehari ada 800 orang yang audisi. Audisi di Muenchen itu dua hari. Jadi ada 1.600 orang. Itu belum termasuk di kota-kota lain," tuturnya.
Setiap rombongan audisi ini akan dipilih lima orang untuk masuk ke tahap wawancara. Claudia berhasil lolos dengan menyanyikan lagu The Power of Love.
"Nah di babak selanjutnya itu kayak diambil cuma dua orang untuk di-interview. Nah dari interview itu mereka kayak proses lagi, mereka catat dan lain-lain nanti buat dipanggil ke Berlin. Sebelum blind audition itu ada satu tahapan interview," jelasnya.


No comments:

Post a Comment