Friday, February 14, 2020

KLIPING 15 JENIS HEWAN DAN ASAL DAERAH

Silahkan Download File Lengkap Gambar dan Sampul Kliping dalam format Document pada link Berikut :
http://whareotiv.com/2xwt



15 JENIS HEWAN DAN ASAL DAERAH
1. Orangutan Sumatera dan Kalimantan
Orangutan Sumatera atau Pongo abelii adalah satu diantara 11 fauna mamalia sangat langka di Indonesia. Populasi orangutan sumatera diduga hanya selama 6.500 ekor (Dephut, 2007) saja. Populasinya ini jauh lebih tidak banyak dibanding saudaranya, orangutan kalimantan.
Orangutan Sumatera ialah hewan endemik pulau Sumatera. Spesies kera besar laksana halnya gorila dan simpanse ini hanya dapat ditemukan di hutan Sumatera saja dan adalahspesies primata besar sangat langka di dunia.Ciri-ciri dan Diskripsi Orangutan Sumatera. Orangutan Sumatera (Pongo abelii) nyaris serupa dengan orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) tetapi mempunyai ukuran tubuh yang lebih kecil. Tinggi tubuh orangutan sumatera selama 1,25-1,5 meter dengan berat tubuh berkisar 30-50 kg (betina) dan 50-90 kg (jantan).Ciri beda orangutan sumatera ialah postur tubuh yang besar, lengan yang panjang dan kuat, kaki pendek, dan tidak mempunyai ekor. Pada tubuhnya ditumbuhi bulu (rambut) berwarna merah kecoklatan.Orangutan sumatera merupakan hewan omnivora walaupun lebih menyenangi tumbuhan. Makanannya dapat berupa buah-buahan, dedaunan, kulit pohon, bunga, telur burung, serangga, dan vertebrata kecil lainnya.
Orangutan jantan dewasa lebih tidak jarang menyendiri. Kelompok-kelompok kecil terdiri melulu 2-3 orangutan. Hewan endemik sumatera ini memiliki daya jelajah selama 2-10 km. Anak orangutan akan bareng induknya sampai usia 3,5 tahun. Sedangkan orangutan betina mulai dewasa dan dapat bereproduksi memasuki usia 10-11 tahun.Yang memisahkan dengan orangutan kalimantan, di samping ukuran tubuh yang relatif lebih kecil, orangutan sumatera (Pongo abelii) jantan mempunyai kantong pipi yang panjang.
2. Harimau Sumatera
Harimau ialah kucing terbesar di muka bumi. Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) adalahsatu dari enam sub-spesies harimau yang masih bertahan hidup sampai saat ini. Harimau Sumatera mempunyai tubuh yang relatif sangat kecil dikomparasikan semua sub-spesies harimau yang hidup ketika ini. Warna kulit Harimau Sumatera adalahyang sangat gelap dari semua harimau, mulai dari kuning kemerah-merahan sampai oranye tua. Satwa ini masuk dalam kedudukan Kritis (Critically Endangered).
Berdasarkan data tahun 2004, jumlah populasi Harimau Sumatera di alam bebas melulu sekitar 400 pribadi saja.
Harimau Sumatera menghadapi dua jenis ancaman guna bertahan hidup: mereka kehilangan habitat sebab tingginya laju deforestasi dan dalam bahaya oleh perniagaan ilegal dimana bagian-bagian tubuhnya diperjualbelikan dengan harga tinggi di pasar gelap guna obat-obatan tradisional, perhiasan, jimat, dan dekorasi. Di alam liar, Harimau Sumatera melulu dapat ditemukan di Pulau Sumatera, Indonesia.
3. Komodo (Nusa Tenggara Timur)
Komodo merupakan fauna reptil darat yang terbesar di dunia. Komodo termasuk fauna yang mulai dalam bahaya punah, sebab fauna yang satu ini ialah hewan endemik. Maksud dari endemik merupakan, fauna ini melulu mampu hidup di distrik tertentu. Komodo melulu tinggal di suatu pulau yang dinamakan dengan Pulau Komodo, Indonesia.Komodo ialah jenis fauna pemakan daging atau dinamakan dengan fauna karnivora, Komodo pun mempunyai format lidah yang agak memanjang serta berbelah dua pada unsur ujung nyaris serupa laksana lidah ular. Dalam sebuah riset ujung lidah berbelah memiliki faedah sebagai “mengecap” makanannya. Hewan laksana ini seringkali membuat sarang di bawah tanah atau dalam lubang.Hewan yang satu ini memang fauna yang paling unik sebab ia memiliki dua teknik untuk bereproduksi. Yang kesatu, dengan fertilisasi atau pembuahan antara komodo jantan dengan komodo betina. Cara dinamakan dengan reproduksi seksual.
Kemudian, teknik yang kedua yakni dengan melewati “Parthenogenesis”. Cara ini dapat menciptakan seekor komodo betina dapat hamil tetapi tanpa melewati proses pembuahan.Namun teknik yang kedua ini, “parthenogenesis” dapat menyebabkan semua telur yang dicetuskan melalui “parthenogenesis” semuanya bakal menjadi komodo yang berjenis kelamin jantan. “Parthenogenesis” diperkirakan bermanfaat untuk menangkal kepunahan komodo.
Banyak orang mengatakan, komodo ialah kerabat dekat dari dinosaurus. Hal ini disaksikan dari ditemukannya fosil-fosil dari jenis dinosaurus tertentu yang menunjukkan kesamaan struktur tubuh dengan komodo. Diperkirakan komodo adalahsalah satu dari sekian banyak “fosil hidup” dan saksi sejarah atas kepunahan dinosaurus. Jika urusan ini benar, bisa jadi besar, sistem reproduksi parthenogenesis berikut yang mengakibatkan bertahannya spesies ini dari ancaman kepunahan.
4. Hewan Langka Burung Jalak Bali
Indonesia, negeri di garis khatulistiwa ini memiliki tidak sedikit keistimewaan, tidak saja dengan kekayaan alam dan panoramanya yang menawan. Di tanah air tersayang Indonesia ini, kita pun dapat mengejar ratusan satwa endemis nan cantik. Salah satunya ialah burung Jalak Bali.Curik Bali atau yang lebih dikenal dengan nama Jalak Bali, adalahsalah satu spesies burung cantik endemis Indonesia. Burung dengan nama ilmiah Leucopsar rostchildi ini melulu dapat ditemukan sebarannya di dekat Bali.Jalak Bali dikenal dan tidak sedikit diminati orang sebab kicauannya yang merdu dan penampilan fisiknya yang indah. Namun, urusan itu jugalah yang menciptakan burung ini menjadi incaran semua pemburu liar.
Di habitat aslinya, eksistensi burung Jalak Bali paling rawan oleh perburuan yang merusak dan menakut-nakuti keberlangsungan spesies burung cantik ini di alam.Dengan adanya sejumlah faktor yang menakut-nakuti keberlangsungan hidup Jalak Bali tersebut, populasinya juga menjadi paling sedikit. Di alam binal Taman Nasional Bali Barat (TNBB), jumlah Jalak Bali yang ada melulu mencapai 81 ekor saja.Sebagai fauna yang statusnya dilindungi, Jalak Bali memang dilarang guna diperdagangkan kecuali burung yang didapatkan dari penangkaran generasi ketiga. Jadi, Anda juga masih dapat memelihara burung ini, asalkan memperolehnya melewati cara-cara yang legal.
5. Badak Sumatera dan Badak Jawa
Badak Jawa
Karakteristik eksklusif yang hanya dipunyai oleh badak jawa yakni culanya yang hanya berjumlah satu. Panjang cula tersebut dapat mencapai sampai 27 cm. Uniknya melulu badak jantan yang dilengkapi dengan cula. Sedangkan badak jawa betina tidak pernah mempunyai cula di kepalanya. Badak ini memiliki postur tubuh yang besar dengan tinggi selama 168-175 cm dan panjang sampai mencapai 4 meter. Badak jawa seringkali tinggal di wilayah yang rimbun serta diisi semak dan perdu yang rapat. Badak ini ingin akan menghindari tempat-tempat lapang yang terbuka.
Badak Sumatera
Badak sumatera tidak jarang pula dinamakan sebagai badak primitif. Hal ini disebabkan postur tubuh yang dimilikinya adalahyang sangat kecil salah satu lima spesies badak yang masih tersisa di dunia. Tingginya selama 120-135 cm, mutu mencapai 909 kg, dan panjang dari mulut hingga pangkal ekor berkisar 240-270 cm. Badak sumatera memiliki dua cula di kepalanya. Cula kesatu sedang di depan dan berukuran lumayan besar, sementara cula dua-duanya terletak di atas mata dan lebih kecil. Habitat alami badak sumatera yakni hutan yang rimbun dan lebat. Sesekali badak ini pun terlihat turun ke daratan rendah guna menggali tempat hidup yang lebih baik.
6. Gajah (Sumatera)
Gajah Sumatera memiliki karakteristik tertentu, khususnya bila dicermati dari format fisiknya. Ciri-ciri gajah sumatera secara umum sebagai berikut: mutu gajah Sumatera selama 3-5 ton dengan tinggi 2-3 meter, kulitnya tampak lebih cerah dibanding gajah Asia beda dan dibagian kupingnya tidak jarang terlihat depigmentasi, terlihat laksana flek putih kemerahan, melulu gajah jantan yang mempunyai gading yang panjang, pada betina andai pun terdapat gadingnya pendek / nyaris tidak kelihatan, bertolak belakang dengan gajah Afrika dimana jantan dan betina sama-sama punya gading.
Ciri gampang kelihatan lainnya terdapat pada unsur atas kepala dimana gajah Sumatera mempunyai dua tonjolan sementara gajah Afrika ingin datar, telinga gajah Sumatera pun lebih kecil dan berbentuk segitiga sementara gajah Afrika telinganya besar dan berbentuk kotak.Namun, ketika ini gajah Sumatera tergolong satwa yang dalam bahaya punah dan masuk dalam susunan merah spesies terancama punah yang dikeluarkan oleh lembaga konservasi dunia yakni IUCN. Bahkan, di Indonesia sendiri gajah Sumatera pun masuk dalam satwa dibentengi menurut keterangan dari UU No. 5/1990 mengenai Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan ditata dalam ketentuan pemerintah yakni PP 7/1999 mengenai Pengawetaan Jenis Tumbuhan dan Satwa.
Masuknya gajah Sumatera / Elephas maximus sumatrensis dalam susunan tersebut diakibatkan oleh kegiatan dari manusia tersebut sendiri laksana pembalakan liar, penyempitan dan fragmentasi habitat, serta pembunuhan dampak konflik dan perburuan. Perburuan seringkali hanya dipungut gadingnya saja, sementara sisa tubuhnya tidak dipedulikan membusuk di lokasi.
7. Kanguru Pohon Wondiwoi (Papua)
Kanguru Pohon Wondiwoi (Dendrolagus mayri) atau dikenal pun sebagai Wondiwoi Tree-kangaroo atau Mayr Tree-kangaroo adalahsalah satu jenis kanguru yang hidup di pulau Papua, Indonesia. Kanguru Pohon Wondiwoi bahkan merupakan fauna endemik yang hanya ada ditemukan di pulau Papua.Beberapa berpengalaman memasukkan Kanguru Pohon Wondiwoi sebagai sub-spesies dari Dendrolagus dorianus (Kanguru Pohon Dorius). Namun sebagian berpengalaman lainnya memberlakukannya sebagai spesies tersendiri.Kanguru pohon asal Papua ini melulu diketahui dari suatu spesimen tunggal yang ditemukan pada tahun 1928 oleh Profesor Ernst Mayr (Jerman) dari Pegunungan Wondiwoi yang tergolong dalam distrik Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Nama fauna ini dalam bahasa Inggris ialah Wondiwoi Tree-kangaroo atau Mayr Tree-kangaroo. Sedangkan nama latin (ilmiah) dari Kanguru Pohon Wondiwoi ialah Dendrolagus mayri.
8. Anoa (Sulawesi)Anoa ialah hewan herbivora yang berasal dari famili Bovidae dan merupakan fauna endemik dari sulawesi terutama Sulawesi Tenggara. Habitat anoa di hutan tropika daratan, sabana, kadang pun di rawa. Anoa ialah hewan yang hidup semi soliter atau hidup berpasangan atau sendiri dan bakal bergabung dengan kawanan saat si betina bakal melahirkan. Anoa ialah hewan yang aktif pada senja hari saat udara masih dingin. Anoa memiliki kelaziman berendam di lumpur untuk menenangkan tubuhnya. Makanan anoa ialah jenis aquatic feed atau makanan berair laksana pakis, rumput, buah-buahan, tunas pohon, dan umbi-umbian. Terkadang guna memenuhi keperluan mineral maka anoa bakal meminum air laut.

Silahkan Download File Lengkap Gambar dan Sampul Kliping dalam format Document pada link Berikut :
http://whareotiv.com/2xwt
9. Monyet Hitam (Sulawesi)
Kera Hitam Sulawesi adalahjenis primata yang mulai langka dan dalam bahaya kepunahan. Kera Hitam Sulawesi yang dalam bahasa latin dinamakan Macaca nigra adalahsatwa endemik Sulawesi Utara.Kera Hitam Sulawesi selain memiliki bulu yang berwarna hitam pun mempunyai ciri yang menarik dengan jambul di atas kepalanya. Kera yang oleh masyarakat setempat dinamakan Yaki ini semakin hari semakin langka dan dalam bahaya punah. Bahkan oleh IUCN Redlist digolongkan dalam kedudukan konservasi Critically Endangered (Krisis).
Kera Hitam Sulawesi sering pun disebut monyet berjambul. Dan oleh masyarakat setempat biasa dipanggil dengan Yaki, Bolai, Dihe. Dalam bahasa Inggris primata langka ini dinamakan dengan sejumlah nama diantaranya Celebes Crested Macaque, Celebes Black ape, Celebes Black Macaque, Celebes Crested Macaque, Celebes Macaque, Crested Black Macaque, Gorontalo Macaque, Sulawesi Macaque. Dalam bahasa latin (ilmiah) Kera Hitam Sulawesi dinamai Macaca nigra yang bersinonim dengan Macaca lembicus (Miller, 1931) Macaca malayanus (Desmoulins, 1824).
10. Pesut Mahakam (Kalimantan)
Pesut mahakam ialah salah satu sub-populasi pesut di samping sub-populasi Sungai Irrawaddi (Myanmar), sub-populasi Sungai Mekong (Kamboja, Laos, dan Vietnam), sub-populasi Danau Songkhla (Thailand), dan sub-populasi Malampaya (Filipina). Di semua habitat tersebut, pesut pun dalam kedudukan terancam punah atau kritis (critically endangered). Bahkan di Indonesia, pesut ini menduduki urutan tertinggi satwa Indonesia yang dalam bahaya punah.
Ukuran tubuh pesut mahakam dewasa dapat mencapai panjang sampai 2,3 meter dengan berat menjangkau 130 kg. Tubuh pesut berwarna abu-abu atau kelabu hingga biru tua dengan unsur bawah berwarna lebih pucat. Pesut bernafas dengan memungut udara di permukaan air. Mamalia ini dapat pun menyemburkan air dari mulutnya. Pesut bergerak dalam kawanan kecil. Meski pandangannya tidak begitu tajam dan hidup dalam air yang berisi lumpur, tetapi mempunyai keterampilan mendeteksi dan menghindari rintangan-rintangan dengan memakai gelombang ultrasonik.Berdasarkan keterangan dari penelitian Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia, ketika ini pesut di semua Mahakam diduga hanya terdapat di perairan Kutai Kertanegara. Pesut mahakam sering terlihat di Danau Semayang, Kecamatan Kota Bangun, sampai paling hilir tampak di area cagar alam Sedulang, Muara Kaman. Padahal sebelumnya, pesut mahakam pun terlihat di Muara Pahu, Kabupaten Kutai Kartanegara, namun dampak konversi dan alih faedah lahan di ambang Mahakam yang dulunya ditumbuhi pepohonan dan rawa, kini pulang menjadi kawasan perkebunan dan tambang.Masih menurut keterangan dari penelitian tersebut, ancaman terbesar populasi pesut mahakam ketika ini ialah alih faedah hutan atau rawa yang menyebabkan sedimentasi atau endapan di dasar sungai. Ancaman lainnya ialah polusi kimia dan kian banyaknya sampah plastik di sungai. Makin padatnya kemudian lintas dengan memakai transportasi mesin besar di Sungai Mahakam pun menyebabkan terjadinya polusi suara yang menciptakan pesut rawan tertabrak kapal, sebab system navigasi pesut yang memakai sonar bakal terganggu, dan menjadi kebingungan. Ancaman lainnya ialah belitan jaring bentang nelayan dan pemakaian alat-alat tangkap ikan yang tidak lestari.
11. Macan Tutul (Jawa)
Macan tutul Jawa (P. p. sondaicus) ialah fauna khas dari Jawa Barat. Binatang ini melulu dapat ditemukan di hutan tropis, pegunungan dan area konservasi saja. Macan tutul bareng dengan macan tutul kumbang (P. P. melas) ialah jenis yang dalam bahaya punah di Indonesia.
Panjang tubuhnya antara satu hingga dua meter. Namun, bila dikomparasikan dengan macan tutul lainnya, jenis macan tutul Jawa mempunyai ukuran sangat kecil dari yang lainnya. Jangan salah, walaupun sangat kecil tapi hewan ini mempunyai indra penglihatan dan penciuman yang paling tajam.
Ciri lainnya ialah mempunyai bulu berwarna kuning kecoklatan dengan bintik-bintik berwarna hitam. Bintik hitam di kepalanya berukuran lebih kecil. Biasanya, bulu hitam Macan Kumbang ini sangat menolong dalam beradaptasi dengan habitat hutan yang lebat dan gelap.
12.Tapir Asia (Sumatera)
Satu lagi hewan unik dari Sumatera Indonesia. Tapir Asia (Tapirus indicus) ialah salah satu satwa yang Lindungi di Indonesia. Nama Tapir Asia sendiri ialah karena fauna ini adalahsatu-satunya tapir yang berasal dari Asia.Kuku Kaki Tapir AsiaTinggi Tapir Asia menjangkau 90 sampai 107 cm dengan mutu rata-rata 250 sampai 320 kg. Bahkan Tapir Asia terberat ialah 500 kg. Pada umumnya, ukuran antara tapir jantan dan betina tidaklah sama. Tapir Asia jantan ingin lebih kecil daripada yang betina. Menariknya lagi, andai Anda memiliki lumayan adrenalin, usahakanlah untuk menghampiri dan menyimak dengan cermat jumlah kuku yang dipunyai Tapir Asia. Ya, Jumlah antara kuku kaki depan dengan kuku kaki belakang berbeda. Kaki belakang mempunyai 3 kuku sedangkan kaki depan mempunyai 4 kuku. Belum lagi tubuhnya yang lumayan panjang, yakni berkisar antara 1,8 m sampai 2,4 m.Tapir Asia Tidur Pada Siang HariHal beda yang pun perlu kita tahu ialah bahwa Tapir Asia memiliki sejumlah keunikan. Bisa dibilang, Tapir Asia ialah kelas fauna cerdas dan mempunyai tidak sedikit kelebihan.
Selain cuma memakan tumbuhan laksana daun dan umbi, fauna ini pun sangat aktif bergerak di malam hari. Sebaliknya, Tapir Asia lebih memilih guna beristirahat pada siang harinya. Padahal bahwasannya kualitas indera penglihatan Tapir Asia lumayan buruk. Berbeda dengan indera pendengaran dan penciumannya yang bisa diandalkan. Meski begitu, mereka dapat lihai berjalan-jalan di wilayah curam dan memilih untuk bermukim di lokasi basah atau berair. Bahkan Tapir Asia terampil berenang dan bisa bertahan di air untuk sejumlah saat lamanya. Komunikasi antara sesama juga mereka jalin dalam format siulan yang kencang.
13. Penyu Belimbing (Irian Jaya)
Penyu belimbing (Dermochelys coriacea) atau Leatherback adalahpenyu terbesar sekaligus pun penjelajah handal lautan. Penyu belimbing dapat mempunyai ukuran panjang sampai 3 meter dengan berat dewasa menjangkau 900 kg.
Penyu belimbing adalahsatu dari tujuh jenis penyu yang terdapat di dunia. Penyu belimbing Juga adalahsalah satu dari enam spesies penyu yang bisa ditemukan di Indonesia. Sayangnya, penyu belimbing juga termasuk di antara dari 71 fauna langka yang berstatus Critically Endangered. Bahkan tergolong satu dari tujuh reptil sangat langka di Indonesia.
Penyu dengan ukuran terbesar dikomparasikan jenis penyu lainnya ini di Indonesia kerap dinamakan sebagai penyu belimbing. Dalam bahasa Inggris dinamakan sebagai Leatherback, Leathery Turtle, Luth, Trunkback Turtle. Sedangkan dalam bahasa latin memiliki nama sah Dermochelys coriacea yang bersinonim dengan Testudo coriacea.
14. Burung Cendrawasih (Irian Jaya)

Burung Cendrawasih tidak sedikit ditemukan di Indonesia Timur, di pulau-pulau Selat Torres, Papua Nugini, dan Australia Timur. Mereka adalahanggota famili Paradisaeidae dari ordo Passeriformes. Burung anggota family ini dikenal sebab bulu burung jantan pada tidak sedikit jenisnya, mempunyai terutama bulu yang paling memanjang dan rumit, yang tumbuh dari paruh, sayap atau kepalanya.
Burung Cendrawasih dikenal sebagai burung pengicau.
Salah satu misal dari jenis burung Cendrawasih endemik Indonesia, yaitu ; Cendrawasih Merah yang melulu ditemukan dihutan dataran rendah pada Pulau Waigeo dan Batanta di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Irian Jaya Barat (Papua). Cendrawasih Merah yang nama latinnya Paradisaea rubra ialah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang sekita 33 cm, dari marga Paradisaea.Burung ini berwarna kuning dan coklat, dan berparuh kuning.

15. Elang Jawa
Burung Elang Jawa (Spizaetus bartelsi) adalahsalah satu spesies elang berukuran sedang yang endemik (spesies asli) di Pulau Jawa. Satwa ini dirasakan identik dengan emblem negara Republik Indonesia, yakni Garuda. Dan semenjak 1992, burung ini diputuskan sebagai maskot satwa langka Indonesia. Pertama kali saya menonton penampakan burung Elang Jawa secara langsung pada pertengahan tahun 2005 di dekat Air Tiga Rasa di Gunung Muria Jawa Tengah. Sayang, sampai kini saya belum berpeluang untuk menyaksikannya guna yang kedua kali.Secara fisik, Elang Jawa mempunyai jambul menonjol sejumlah 2-4 helai dengan panjang menjangkau 12 cm, karena tersebut Elang Jawa disebut pun Elang Kuncung. Ukuran tubuh dewasa (dari ujung paruh sampai ujung ekor) selama 60-70 sentimeter, berbulu coklat gelap pada punggung dan sayap. Bercoretan coklat gelap pada dada dan bergaris tebal coklat gelap di perut. Ekornya coklat bergaris-garis hitam.

Silahkan Download File Lengkap Gambar dan Sampul Kliping dalam format Document pada link Berikut :
http://whareotiv.com/2xwt

No comments:

Post a Comment