Wednesday, April 21, 2021

Proposal Tugas Akhir Pengemasan Paket Wisata Di Kabupaten Wajo

Download Full File Ms.Word Doc Sampul sd Daftar pustaka pada link - link Berikut :

 

 

PROPOSAL TUGAS AKHIR

A.    JUDUL

PENGEMASAN PAKET WISATA DI KABUPATEN WAJO

 

B.     PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang Masalah

Pariwisata merupakan sektor yang ikut berperan penting dalam usaha peningkatan pendapatan. Pariwisata berasal dari dua kata, yakni Pari dan Wisata. Pari dapat diartikan sebagai banyak, berkali-kali, berputar-putar atau lengkap. Sedangkan wisata dapat diartikan sebagai perjalanan atau bepergian yang dalam hal ini sinonim dengan kata ”travel” dalam bahasa Inggris.

Pariwisata merupakan salah satu industri non-migas yang dijadikan sebagai sektor andalan untuk meningkatkan penghasilan devisa diberbagai negara salah satunya Indonesia. “Dalam kegiatannya Industri Pariwisata melibatkan beberapa sektor seperti ekonomi, sosial-budaya, politik, dan lingkungan yang secara bersama-sama menghasilkan suatu produk pelayanan jasa kepariwisataan sehingga dapat dikatakan pariwisata merupakan fenomena ekonomi, sosial-budaya, sosiologi dan geografi. Pariwisata juga merupakan salah satu sumber devisa negara yang mempunyai potensial dan andil besar dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian suatu negara” (Primadany, Mardiyono dan Riyanto, 2013:1).

Indonesia merupakan negara yang memiliki keindahan alam dan keanekaragaman budaya, sehingga perlu untuk dilestarikan melalui pengelolaan sektor pariwisata. Hal ini dikarenakan pariwisata merupakan sektor yang dianggap menguntungkan dan sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai salah satu aset yang di gunakan sebagai sumber yang menghasilkan bagi Bangsa dan Negara.

 

Salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki keindahan alam dan keanekaragaman budaya adalah Sulawesi Selatan. Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah tujuan wisata utama di Indonesia Timur yang memiliki potensi pariwisata, selain terkenal dengan wisata bahari, Sulawesi Selatan juga memiliki daya tarik pemandangan alam, keanekaragamn budaya, dan adat istiadat.

Salah satu Kabupaten yang mempunyai potensi wisata adalah kabupaten wajo. Kabupaten wajo dengan ibu kotanya Sengkang, terletak dibagian tengah Provinsi Sulawesi Selatan dengan jarak kurang lebih 250 km dari Makassar Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan. Pada tahun 2007 Kabupaten Wajo telah terbagi menjadi 14 wilayah Kecamatan, selanjutnya dari keempat-belas wilayah Kecamatan di dalamnya terbentuk wilayah-wilayah yang lebih kecil, yaitu secara keseluruhan terbentuk 44 wilayah yang berstatus Kelurahan dan 132 wilayah yang berstatus Desa. Kabupaten Wajo mempunyai daya Tarik wisata yang cukup menarik  baik budaya maupun alamnya, masing-masing wilayah kecamatan tersebut mempunyai potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang berbeda meskipun perbedaan itu relatif kecil, sehingga pemanfaatan sumber-sumber yang ada relatif sama untuk menunjang pertumbuhan pembangunan di wilayahnya. Salah daya Tarik wisata yang berpotensi di kabupaten wajo adalah Danau Tempe, Perkampungan Sutera Pakkanna, Museum Saoraja Mallangga, dan Rumah Adat Atakkae.

Danau Tempe merupakan salah satu tempat wisata yang sangat potensial untuk dikunjungi. Panorama wisata alam Danau Tempe menjadi hal yang sangat menarik bagi para wisatawan yang berkunjung. Berbagai keunikan dapat ditemui seperti jejeran rumah terapung milik nelayan di tengah danau yang dihiasi dengan bendera warna warni. Berbagai jenis bunga air dan jenis burung yang jarang ditemui dapat dengan mudah dijumpai di danau ini. Selain itu Danau tempe juga memiliki nilai-nilai kebudayaan masih sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat sekitar. Salah satunya tradisi dan kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya yang masih dipertahankan hingga saat ini. Berbagai keunikan dan keindahan alam yang disajikan, danau tempe menjadi salah satu daya tarik wisata yang sangat unik yang dimiliki bangsa Indonesia (Wisata Sulawesi, 2014).

Dengan keindahannya, daya Tarik wisata ini terkenal menjadi salah satu dari beberapa destinasi wisata di Asia Tenggara, yang memiliki branding Equador Asia. Setiap tahunnya terdapat sebuah festival pesta adat yang dinamakan dengan “Maccera Tappareng”, yaitu sebuah budaya untuk menyucikan danau dan meminta perlindungan kampung sekitar.

Terkenal dengan sebutannya yang menjadi kota Sutera, tentu saja Wajo memiliki begitu banyak objek wisata yang berhubungan dengan kain sutera. Desa Sutera Pakanna adalah tempat yang cocok untuk kamu kumjungi, perkampungan ini berlokasi di Desa Pakanna tepatnya pada Kecamatan Tanasitolo. Para wisatawan dapat menyaksikan proses penenungan secara langsung, serta pembuatan kain sutera khas Kabupaten Wajo.

Selain itu, pada perkampungan Sutera ini juga terdapat showroom yang menjual berbagai macam kain tenun sutera. Sehingga para wisatawan dapat bebas membeli kain tenun sutera, dengan harga yang tidak terlalu menguras kantong. Tidak hanya membeli, bahkan wisatawan pun dapat belajar dan terlibat langsung dalam proses pembuatannya.

Terdapat juga sebuah museum yang dinamakan Saoraja Mallangga, daya tarik wisata ini menjadi tempat yang menyimpan seluruh bukti dari sejarah Wajo, bertempatan di pusat kota Wajo kamu dapat memasukinya secara gratis. Arti dari nama mueseum ini adalah rumah raja yang bertingkat, bangunan ini sendiri didirikan pada tahun 1993 dimasa kepemimpinan Agung Betteng Pola ke-27. Para wisatawan dapat menyaksikan benda peninggalan yang begitu banyak seperti Latea Kasih, hingga Babubu di Museum ini.

Terdapat juga daya tarik wisata Rumah Adat Atakkae, pada kawasan rumah adat Attakkae terdapat rumah yang dijuluki Saoraja La Tenri Bali, dimana jika diartikan adalah Istana La Tenri Bali. La Tenri Bali sendiri adalah seorang raja, yang pernah memimpin kerajaan Wajo. Rumah adat Atakkae ini berukuran cukup besar, dan memiliki 101 tiang dengan setiap tiangnya berbobot dua ton.

Selain rumah adat milik La Tenri Bali, pada kawasan wisata ini juga terdapat puluhan rumah adat kecil yang tak kalah unik dan cantik. Dilengkapi dengan pemandangan alam yang indah, menambah keagungan dari kawasan rumah adat Atakkae.

Selain daya Tarik wisata, Kabupaten Wajo juga mempunyai akomodasi unggulan diantaranya Hotel Sermani, dan Hotel BBC, yang mempunyai kualitas yang tidak kalah dengan hotel yang ada di kota-kota besar. Akses transportasi darat untuk menuju daya Tarik wisata sekitaran kota Sengkang dan perahu tradisional menuju danau tempe.

Potensi daya Tarik wisata yang dimiliki oleh Kabupaten Wajo apabila dikelola dengan baik akan mampu bersaing dengan destinasi wisata lain yang sudah menjadi unggulan di Sulawesi Selatan.  Pengelolaan potensi pariwisata pada umumnya terjadi karna kurangnya paket wisata khusus Kabupaten Wajo serta pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan pariwisata serta sarana dan prasarana yang tidak mendukung pariwisata hal ini akan menjadikan menurunnya daya tarik wisatawan untuk berkunjung, baik buruknya daya tarik wisata di Kabupaten Wajo sangat tergantung pada kinerja Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Wajo itu sendiri dalam meningkatkan dan memelihara daya tarik wisatanya berdasarkan pada indikator kinerja yang telah ditentukan di daerah tersebut. Salah satu permasalahan adalah belum menariknya paket wisata yang mampu menarik wisatawan baik dalam maupun luar negeri. Karena di Kabupaten Wajo belum terdapat agent biro perjalanan wisata, sehingga belum terdapat paket wisata yang menjual paket wisata khusus Kabupaten Wajo. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengemas paket wisata khusus Kabupaten Wajo, sebagai Produk paket wisata Dispar Wajo atau yang sering disebut Travel Pattern.

Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, maka penulis tertarik untuk menyelesaikan tugas akhir dengan mengangkat judul “PENGEMASAN PAKET WISATA DI KABUPATEN WAJO

2.      Fokus Penelitian

Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah :

a.       Bagaimana eksistensi daya Tarik wisata di Kabupaten Wajo?

b.      Bagaimana pengemasan paket wisata di Kabupaten Wajo?

 

Download Full File Ms.Word Doc Sampul sd Daftar pustaka pada link - link Berikut :

3.      Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah tersebut diatas maka maksud dan tujuan penelitan ini adalah:

a.       Untuk mengetahui eksistensi daya Tarik wisata di Kabupaten Wajo.

b.      Untuk mengetahui pengemasan paket wisata di Kabupaten Wajo.

 

 

 

4.      Manfaat Hasil Penelitian

Dengan adanya penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat kepada berbagai pihak yang terkait, dan secara operasional

a.         Secara Formal

Tujuan penulis dalam penelitian ini secara formal adalah untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan Program Studi Diploma III (D-3) di Politeknik Pariwisata Makassar.

b.        Secara Operasional

1)        Bagi Mahasiswa

Untuk menambah pengetahuan dalam hal bentuk Pengemasan Paket Wisata

2)        Bagi Kampus

Sebagai referensi tambahan untuk mempelajari ilmu pengetahuan secara ritis dan praktis, serta menjadi salah satu syarat untuk menyelesaikan studi di Politeknik Pariwisata Makassar.

3)      Ilmu pengetahuan

Untuk menambah masukan dalam hal  pengemasan paket ekowisata pada daya Tarik wisata yang diteliti.

 

5.      Sistematika Penulisan

 

BAB I       : Pendahuluan

Bab ini merupakan bab pembuka yang didalamnya berisikan tentang alasan pemilihan judul, latar belakang masalah, kerangka konseptual dan sistematika penulisan. Hal ini dikarenakan yang tertulis dalam bab ini merupakan dasar atau kerangka pemikiran untuk melakukan langkah selanjutnya dalam penulisan tugas akhir ini.

 

 

BAB II : Tinjauan Pustaka

Pada bab ini berisikan landasan teori mengenai variable yang terdapat dalam proposal penelitian ini. Yang mana terdiri dari Media Sosial, Jenis jenis media sosial, Instagram, Tujuan promosi, dan indikator indikator yang digunakan dalam promosi online.

 

BAB III : Metode Penelitian

Pada bab ini berisikan mengenai pendekatan penelitian yang dilakukan selama proses penyelesaian penelitian, jenis dan sumber data yang digunakan dan diperoleh, teknik pengumpulan data yang dipakai, teknik penentuan sampel yang akan digunakan untuk mengolah data yang telah diperoleh.

 

JADWAL PENELITIAN

Bagian ini berisikan jadwal proses penelitian ini mulai dari praobservasi, penulisan proposal, waktu pengumpulan data, seminar, sampai ketahap laporan penelitian.

 

DAFTAR PUSTAKA

Bagian ini berisikan rujukan yang digunakan dan diperoleh dari proses penulisan tugas akhir ini sebagai acuan dan landasan.

 

LAMPIRAN

Lampiran ini berisikan lembar persetujuan pembimbing.

 

 

 

 

 

 

 

C.    TINJAUAN PUSATAKA DAN KERANGKA PIKIR

1.      Landasan Teori

a.      Destinasi

Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang kepariwisataan, daerah tujuan wisata yang juga disebut destinasi pariwisata adalah kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administrasi yang didalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi terwujudnya kepariwisataan.

Tuohino & Konu (2014) menyatakan bahwa pengertian dari destinasi adalah area geografis sebagai lokasi yang dapat menarik wisatawan untuk tinggal secara sementara yang terdiri dari berbagai produk periwisata, sehingga membutuhkan berbagai prasarat untuk merealisasikannya. Sementara itu menurut Kim & Brown (2012) produk pariwisata sendiri terdiri dari sekelompok atraksi, fasilitas dan layanan kepada wisatawan.

Destinasi juga telah dianggap sebagai kombinasi dari produk, layanan dan pengalaman pariwisata yang disediakan secara lokal (Buhalis, 2000; Cooper et al., 1998) atau sebagai unit tindakan dimana berbagai pemangku kepentingan seperti kalangan swasta dan organisasi publik berinteraksi (Saraniemi & Kylänen, 2011; Bregoli dan Del Chiappa, 2013; Tuohino & Konu (2014). Dari perspektif manajemen pemasaran (Kotler dkk., 1999), destinasi dianggap sebagai produk komoditas tradisional dan oleh karena itu, aglomerasi fasilitas dan layanan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan wisatawan diperlukan (Cooper et al., 2005; Saraniemi dan Kylänen, 2011; Tuohino & Konu (2014).

Dari definisi dan penjelasan para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa destinasi pariwisata itu merupakan suatu wilayah geografis (seperti negara, pulau kab/kota, kecamatan, desa, kampung atau kawasan pariwisata) yang memiliki daya tarik (seperti atraksi wisata, fasilitas, aksesibilitas, SDM, citra dan harga) untuk dikunjungi dan ditinggali oleh individu atau kelompok secara sementara dalam suatu perjalanan yang disebut dengan migrasi wilayah. Oleh karena itu berkembanglah konsep yang disebut dengan area destinasi (destination area) dan area tempat asal pengunjung yang biasa disebut dengan origin.

b.      Daya Tarik Wisata

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 10 tahun 2009 Tentang kepariwisataan, Daya Tarik Wisata dijelaskan sebagai segala sesuatu yang memiliki keunikan, kemudahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau kunjungan wisatawan.

Menurut UU Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan, menyatakan bahwa Daya Tarik Wisata terdiri atas :

a)      Daya tarik wisata ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, yang berwujud keadaan alam, serta flora dan fauna.

b)      Daya tarik wisata hasil karya manusia yang berwujud museum, peninggalan purbakala, peninggalan sejarah, seni budaya, wisata agro, wisata.

Menurut Cooper pada Febrina (2015), daya tarik wisata harus mempunyai empat komponen yaitu: Attraction (Atraksi), accessibilities (Aksesibilitas), amenities (Amenitas atau fasilitas), dan ancillary service (jasa pendukung pariwisata)”. 

Download Full File Ms.Word Doc Sampul sd Daftar pustaka pada link - link Berikut :

 

No comments:

Post a Comment