Friday, April 5, 2019

Tugas Individu Tentang Kajian Penelitian Ekstrak Kasumba Turate Sebagai Antioksidan


TUGAS INDIVIDU
Dosen : Prof. Dr. Ir. Abdul Latief Tolleng, M.Sc


“Kajian Ontologi Epistimology dan Axiologi
dalam Penelitian Pemberian Ekstrak Kasumba Turate (Carthamus tinctorius Linn) sebagai Antioksidan
 Pada Broiler”


OLEH

SITTI RAHMAH
I012182001










SEKOLAH PASCASARJANA (S2)
PRODI ILMU DAN TEKNOLOGI PETERNAKAN
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2019
Kajian Ontologi : Hakikat yang Dikaji (WHAT)
·         Kasumba Turate sebagai Antioksidan  
            Ayam broiler merupakan salah satu hewan ternak unggas kelompok dari sejenis burung yang dimanfaatkan daging, telur dan bulunya. Ayam broiler banyak dijadikan masyarakat sebagai hewan ternak, karena hewan jenis unggas ini mudah untuk dirawat dan memiliki pertumbuhan yang relative cepat. Pertumbuhan yang cepat pada ayam broiler sering diikuti dengan perlemakan yang tinggi.  Tingginya kandungan lemak dalam tubuh, khususnya kandungan lemak jenuh, akan diikuti pula  dengan tingginya kandungan kolesterol dan hal tersebut akan menjadi masalah bagi konsumen yang menginginkan daging yang berkualitas baik. Tingginya kandungan lemak jenuh dan kandungan kolesterol  salah satunya terjadi karena serangan radikal bebas yang tidak stabil dan sangat reaktif sehingga dapat merusak molekul biologis tubuh seperti DNA, protein, lemak dan karbohidrat.  Kerusakan terjadi ketika pertemuan radikal bebas dengan molekul lain dan berusaha menemukan electron baru sebagai pasangannya. Radikal bebas menarik electron dari molekul terdekat (tetangganya). Akibatnya, molekul yang terkena berubah menjadi radikal bebas baru. Radikal bebas baru ini kemudian akan menarik sebuah electron dari molekul berikutnya. Imbasnya, terjadilah reaksi berantai produksi radikal bebas (Xabier, 2016).
       Radikal bebas tersebut dapat dicegah atau dinetralisir dengan menggunakan antioksidan. Antioksidan adalah inhibitor yang bekerja menghambat oksidasi dengan cara bereaksi dengan radikal bebas reaktif membentuk radikal bebas tak reaktif. Salah satu upaya untuk mencegah radikal bebas pada ayam broiler adalah dengan penambahan feed additive di dalam ransum.
            Kasumba turate merupakan keluarga Compositae. Bunga dari Cartamus tinctorius Linn. telah digunakan sebagai obat untuk stroke, penyakit ginekologi, penyakit jantung koroner, angin apektoris, dan hipertensi dalam obat rakyat Cina (Zhang et al., 1998). Masyarakat Korea menggunakan ekstrak biji kasumba secara tradisional untuk pengobatan hemostatis darah, pembentukan tulang dan pencegahan osteoporosis (Huh et al., 2001 dan Kim et al, 2002). Sampai saat ini, telah  banyak  senyawa  kimia  dari  tanaman  ini  yang  telah  diidentifikasi  seperti flavonoid (Kazuma et al., 2000), alkaloid (Roh et al., 2004) dan lignan (Kang et al.,1999).
            Kasumba turate diperbanyak dengan biji umumnya kasumba turate ditanam sebagai tanaman tanah kering yang hidupnya tergantung dari air hujan. Masyarakat di Bone Sulawesi Selatan tumbuhan kasumba turate (ralle) ditemukan di ladang kering yang ditanam setelah panen padi. Bunga-bunga kasumba dikumpulkan pada pagi hari dan dikeringkan di tempat yang teduh (Sastroamidjojo, 1997).
       Kasumba Turate merupakan salah satu tanaman yang memiliki antioksidan yang tinggi. Setiap 1,25 ml Kasumba Turate mengandung 63,10% antioksidan (Rahmah, 2018).
       Kasumba Turate mengandung zat aktif utama yaitu chartamin, chartamone, neo-chertamin, nona-cosane, zat warna kuning, safflomin A, dipalmitin, adenosid, betasitosterol, flavonoid dan polisakarida (Wijayakusuma, 2008). Analisis minyak atsiri Kasumba Turate mengandung thymol, carvacrol, linalool, dan eugenol (Ziarati et al, 2012).
       Kasumba Turate digunakan secara empiris diberbagai daerah untuk menurunkan kolestrol tinggi, mengatasi angina pectoris, tromboangitis, hipertensi, kanker, nyeri haid, dan sakit perut setelah melahirkan (Wijayakusuma, 2008).
·         Tujuan Pemberian Kasumba Turate
Tujuan pemberian Kasuma turate sebagai antioksidan yakni senyawa yang mampu bekerja menghambat oksidasi dengan cara bereaksi dengan radikal bebas reaktif membentuk radikal bebas tak reaktif. Antioksidan berupa vitamin, mineral, atau sejenis nutrisi yang berperan dalam menjaga dan memperbaiki sel sel yang rusak akibat radikal bebas. Antioksidan bisa berasal dari dalam tubuh maupun asupan nutrisi yang terkandung dalam bahan pangan/pakan.
Kajian Epistimologi
            Cara Mendapatkan Pengetahuan yang Benar (HOW & WHY)
Ayam Broiler           
            Ayam broiler merupakan salah satu hewan ternak unggas kelompok dari sejenis burung yang dimanfaatkan daging, telur dan bulunya. Ayam broiler banyak dijadikan masyarakat sebagai hewan ternak, karena hewan jenis unggas ini mudah untuk dirawat dan memiliki pertumbuhan yang relative cepat. Pertumbuhan yang cepat pada ayam broiler sering diikuti dengan perlemakan yang tinggi.  Tingginya kandungan lemak dalam tubuh, khususnya kandungan lemak jenuh, akan diikuti pula  dengan tingginya kandungan kolesterol dan hal tersebut akan menjadi masalah bagi konsumen yang menginginkan daging yang berkualitas baik. Tingginya kandungan lemak jenuh dan kandungan kolesterol  salah satunya terjadi karena serangan radikal bebas yang tidak stabil dan sangat reaktif sehingga dapat merusak molekul biologis tubuh seperti DNA, protein, lemak dan karbohidrat.  Kerusakan terjadi ketika pertemuan radikal bebas dengan molekul lain dan berusaha menemukan electron baru sebagai pasangannya. Radikal bebas menarik electron dari molekul terdekat (tetangganya). Akibatnya, molekul yang terkena berubah menjadi radikal bebas baru. Radikal bebas baru ini kemudian akan menarik sebuah electron dari molekul berikutnya. Imbasnya, terjadilah reaksi berantai produksi radikal bebas (Xabier, 2016).
       Radikal bebas tersebut dapat dicegah atau dinetralisir dengan menggunakan antioksidan. Antioksidan adalah inhibitor yang bekerja menghambat oksidasi dengan cara bereaksi dengan radikal bebas reaktif membentuk radikal bebas tak reaktif. Salah satu upaya untuk mencegah radikal bebas pada ayam broiler adalah dengan penambahan feed additive di dalam ransum.
Kasumba Turate   
       Kasumba turate merupakan salah satu tanaman yang memiliki antioksidan yang tinggi. Setiap 1,25 ml kasumba turate mengandung 63,10% antioksidan (Rahmah, 2018). Kasumba turate mengandung zat aktif utama yaitu flavonoid, chartamin, chartamone, neo-chertamin, nona-cosane, zat warna kuning, safflomin A, dipalmitin, adenosid, betasitosterol dan polisakarida (Wijayakusuma, 2008). Analisis minyak atsiri Kasumba turate mengandung thymol, carvacrol, linalool, dan eugenol (Ziarati et al, 2012).
       Kasumba turate digunakan secara empiris diberbagai daerah untuk menurunkan kolesterol tinggi, mengatasi angina pectoris, tromboangitis, hipertensi, kanker, nyeri haid, dan sakit perut setelah melahirkan (Wijayakusuma, 2008). Ekstrak kasumba turate 1% dan umbi bawang dayak 2% dapat meningkatkan aktivitas immunoglobulin M (IgM) dan imonoglobulin G(igG) (Pratiwi Utami dkk, 2016). Di Cina bunganya digunakan untuk pengobatan pada penyakit seperti penyumbatan pembuluh darah, sterilitas pada laki laki, rematik dan bronchitis. Pengobatan kasumba turate juga menunjukkan efek yang bermanfaat pada sakit dan pembengkakan karena trauma (Vosen, 2001)
            Kasumba  turate mengandung  lebih   dari   150   senyawa  volatil   (mudah menguap) penghasil aroma ditambah berbagai senyawa aktif nonvolatil (tidak mudah menguap), dan banyak  diantaranya merupakan karotenoid, termasuk  zeaksantin, likopena, dan berbagai α- dan β-karoten. Warna kuning oranye keemasan pada kasumba turate berasal dari α-crocin yang merupakan ester trans-crocetin di-(β-D- gentiobiosyl) (nama sistematik (IUPAC): 8,8-diapo-8,8-carotenoic acid). Sedangkan crocin yang menjadi sumber aroma kasumba turate adalah ester digentiobiosa dari crocetin (Abdullaev, 2002)
            Rasa kasumba turate berasal   dari   picrocrocin   glukosida   yang   pahit. Picrocrocin (formula kimia: C16H26O7; nama sistematik: 4-(β-D-glucopyranosyloxy)- 2,6,6- trimethylcyclohex-1-ene-1-carboxaldehyde) adalah ikatan sub-unsur aldehida yang disebut  dengan karbohidrat. Picrocrocin bersifat insektisida dan pestisida, dan kadarnya bisa mencapai 4% dari berat kering safron. Picrocrocin tepatnya merupakan pecahan dari karotenoid zeaksantin dan merupakan glukosida dari terpena aldehida yang dikandung safranal (Deo, 2003)
            Ketika kasumba turate hasil panen dikeringkan, udara panas dan reaksi enzimatis memecah picrocrocin menjadi D-glukosa dan satu molekul bebas safranal. Aroma khas kasumba turate berasal dari safranal yang termasuk golongan minyak atsiri. Safranal tidak begitu pahit dibandingkan picrocrocin, dan kadarnya pada beberapa sampel bisa mencapai 70% dari komponen volatil safron kering. Senyawa kedua  yang  menyebabkan  kasumba  turate  berbau  harum  adalah  2-hydroxy-4,4,6 trimethyl-2,5-cyclohexadien-1-one, yang menghasilkan aroma yang dominan walaupun kadarnya lebih sedikit dari safranal. Kasumba turate (Cartamus tinctorius Linn) kering sangat sensitif terhadap tingkat pH yang turun naik, dan lekas terurai akibat sinar dan zat pengoksidasi, walaupun agak lebih tahan terhadap panas. Sebab itu, kasumba turate harus disimpan di dalam wadah tertutup rapat untuk menghindari kontak dengan oksigen (Leffingwell, 2001)
            Sehubungan dengan potensi tersebut, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan bahwa Kasumba turate mempunyai antioksidan yang tinggi yang mampu menurunkan kadar lemak jenuh, lemak abdominal, kadar kolesterol dalam darah LDL darah, serta menaikkan HDL darah, performa ayam broiler dan dapat dikembangkan sebagai bahan dasar antioksidan baru di dunia peternakan.
Mekanisme Kerja Antioksidan Falvonoid Melawan Radikal Bebas dan Menurunkan Kolestrol

            Indigomarie (2009) menjelaskan jika suatu tempat terjadi oksidasi dimana reaksi tersebut menghasilkan hasil samping berupa radikal bebas (OH) maka tanda adanya kehadiran antioksidan radikal bebas ini akan menyerang molekul-molekul lain disekitarnya. Hasil reaksi ini akan dapat menghasilkan radikal bebas lain yang siap menyerang molekul yang lainnya lagi. Akhirnya akan terbentuk reaksi berantai yang sangat membahayakan.
            Berbeda halnya bila terdapat antioksidan. Radikal bebas akan segera bereaksi dengan antioksidan membentuk molekul yang stabil dan tidak berbahaya. Reaksi pun berhenti sampai disini. Antioksidan cenderung bereaksi dengan rasikal bebas terdahulu dibandingkan dengan molekul yang lain karena antiokidan bersifat sangat mudah teroksidasi atau bersifat reduktor kuat dibanding dengan molekul lain. Jadi keektifan antioksidan bergantung dari seberapa kuat daya oksidasinya dibanding dengan molekul yang lain. Semakin mudah teroksidasi maka semakin efektif antioksidan tersebut.
            Tanaman yang mengandung flavonoid berkhasiat untuk menurunkan kolestrol. Ochani dan D’Mello (2009) meneliti tentang aktivitas antioksidan dan antihiperlipid (antikolestrol). Hasilnya ekstrak etanol calyces mengandung polifenol dan flavonol yang secara signifikan mempunyai aktivitas antioksidan dan antihiperlipid (antikolestrol). Senyawa aktif flavonoid banyak manfaatnya bagi tubuh. Salah satunya yaitu flavonoid mampu mengikis endapan kolestrol pada dinding pembuluh darah koroner. Dengan terkikisnya kolestrol pada dinding pembuluh darah, maka tidak akan memicu timbulnya penyakit lain yang diakibatkan oleh kolestrol, seperti hipertensi, stroke dan jantung.
Kajian Axiologi
Manfaat dan Kegunaan dari Penelitian
            Kegunaan dari penelitian ini adalah sebagai sumber informasi bagi peneliti, dosen, masyarakat dan peternak  bahwa kasumba turate digunakan sebagai alternative antioksidan serta penambahan ekstrak Kasumba turate pada air minum diharapkan mampu menurunkan menurunkan kadar lemak jenuh, lemak abdominal, kadar kolesterol dalam darah LDL darah, serta menaikkan HDL darah, serta performa ayam broiler.
           


Manfaat Penelitian ini adalah sebagai berikut :
-       Ditinjau dari segi kesehatan penelitian ini sangat bermanfaat karena dapat menurunkan lemak, kolestrol serta ldl dan menaikkan hdl darah ayam broiler yang jika dikonsumsi oleh manusia tidak berdampak pada kolestrol nya.
-        Ditinjau dari segi kepuasan masyarakat penelitian ini dapat meningkatkan performa ayam broiler, yang artinya ayam yang dibeli perekor memiliki berat yang diinginkan (besar).
-       Ditinjau dari segi penggunaan, penelitian ini bermanfaat karena kasumba turate dapat dimanfaatkan sebagai alternative AGP

No comments:

Post a Comment