Saturday, March 2, 2019

Makalah tentang Kosmetik untuk matakuliah kosmetika


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang

               Kosmetik dikenal manusia berabad-abad yang lalu. Pada abada ke-19, pemakain kosmetik mulai mendapat perhatian, yaitu selain kecantikan juga untuk kesehatan. Perkembangan ilmu kosmetik serta industrinya baru dimulai secara besar-besaran pada abad ke-20. Kosmetik termasuk dalam bagian dunia usaha. Bahkan sekarang teknologi kosmetik begitu maju dan merupakan paduan antara kosmetik dan obat atau yang disebut kosmetik medik.
               Sejak zaman dahulu, ilmu kedokteran telah turut berperan dalam dunia kosmetik dan kosmetologi. Data dari hasil penelitian antropologi, arkeologi, dan etnologi di Mesir dan India membuktikan pemakaian ramuan seperti bahan pengawetmayat dan salep-salep aromatic, yang dapat dianggap sebagai bentuk awal kosmetik yang kita kenal sekarang ini. Penemuan tersebut menunjukan telah berkembangnya keahlian khusus dibidang kosmetik pada masa lalu.
                Istilah kosmetik telah dipakai oleh banyak kelompok profesi yang berbeda, sehingga pengertian kosmetik itu sendiri menjadi begitu luas dan tidak jelas. Istilah kosmetologi sudah digunakan sejak tahun 1940 di Inggris, Prancis, dan Jerman. Istilah itu tidak sama artinya bagi profesi yang menggunakannya. Kosmetologi (jellinek,1970) diartikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari hokum-hukum kimia, fisika, biologi maupun mikrobiologi tentang pembuatan, penyimpanan, dan penggunaan (aplikasi) kosmetik. Selanjutnya, Mitsui (1997) menyebut kosmetologi sebagai ilmu kosmetik (Cosmetic Science) yang baru, yang lebih mendalam, dan menyeluruh.
B.     Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan dari pembuatan makalah ini adalaha untuk
menyelesaikan tugas yang diberikan dosen mata kuliah teknologi kosmetik, selain itu juga maksud dan tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk bagaimana kita bisa mengetahui apa yang dimaksud dengan kosmetik, bentuk-bentuk dari kosmetik serta peran dari kosmetik itu sendiri.






                                                          BAB II

                                         PEMBAHASAN
                                               
II.1  Defenisi Kosmetik
Kosmetik berasal dari kata Yunani “kosmetikos” yang berarti keterampilan menghias, mengatur. Definisi kosmetik dalam     peraturan Mentri Kesehatan RI No. 445/MenKes/Permenkes/1998 adalah sebagai berikut “kosmetik adalah sediaan atau paduan bahan yang siap untuk digunakan pada bagian luar badan (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ kelamin bagian luar), gigi, dan rongga mulut untuk membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampakan, melindungi supaya tetap dalam keadaan baik, memperbaiki bau badan tetapi tidak dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit ”Sedangkan  Obat adalah bahan, zat, atau benda yang dipakai untuk diagnose, pengobatan, dan pencegahan suatu penyakit atau
yang dapat mempengaruhi struktur dan faal tubuh
Dalam definisi kosmetik diatas, yang dimaksud dengan “tidak dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit” adalah sediaan tersebut seyogianya tidak mempengaruhi struktur dan faal tubuh. Namun  bila bahan kosmetik tersebut adalah bahan kimia meskipun berasal dari alam dan organ tubuh yang dikenai (ditempeli) adalah kulit, maka dalam hal tertentu kosmetik itu akan mengakibatkan reaksi-reaksi dan perubahan faal kulit tersebut. Tidak ada bahan kimia yang bersifat indeferens (tidak menimbulkan efek apa-apa) jika dikenakan pada kulit. Karena itu, pada tahun 1955 Lubowe menciptakan istilah “Cosmedics” yang merupakan gabungan dari kosmetik dan obat yang sifatnya dapat mempengaruhi faal kulit secara positif, namun bukan obat. Pada tahun 1982 Faust mengemukakan istilah “Medicated Cosmetics”.
Untuk memperbaiki dan mempertahankan kesehatan kulit diperlukan jenis kosmetik tertentu bukan hanya obat. Selama kosmetik tidak mengandung bahan berbahaya secara farmakologis aktif mempengaruhi kulit, penggunaan kosmetik jenis ini menguntungkan dan bermanfaat untuk kulit itu sendiri.
                  Tujuan utama penggunaan kosmetik pada masyarakat modern adalah untuk kebersihan pribadi, meningkatkan daya tarik melalui make-up, meningkatkan rasa percaya diri dan perasaan tenang, melindungi kulit dan rambut dari kerusakan sinar UV, polusi dan factor lingkungan yang lain, mencegah penuaan, dan secara umum, membantu seseorang lebih menikmati dan menghargai hidup.

II.2  Penggolongan Kosmetik
                  Menurut Peraturan Mentri Kesehatan RI, kosmetik dibagi                        menjadi 13 kelompok: 
      1.  Preparat untuk bayi, misalnya minyak bayi, bedak bayi, dll.
      2.  Preparat untuk mandi, misalnya sabun mandi, bath capsule, dll.
      3.  Preparat untuk mata, misalnya mascara, eyes-shadow, dll
      4.  Preparat wangi-wangian, misalnya parfum, toilet water, dll
      5.  Preparat untuk rambut, misalnya cat rambut, hair spray, dll
      6.  Preparat pewarna rambut, misalnya pewarna rambut, dll
      7.  Preparat make-up (kecuali mata), misalnya bedak, lipstick, dll
      8.  Preparat untuk kebersihan mulut, misalnya pasta gigi, mount washes, dll
      9.  Preparat untuk kebersihan badan, misalnya deodorant, dll
     10.Preparat kuku, misalnya cat kuku, losion kuku, dll
     11.Preparat perawatan kulit, misalnya pembersih pelembab, pelindung, dll
     12.Preparat cukur, misalnya sabun cukur, dll
     13.Preparat untuk suntan dan sunscreen, misalnya sunscreen  foundation, dll

II.3  Penggolongan menurut sifat dan cara pembuatan
       1. Kosmetik modern, diramu dari bahan kimia dan diolah secara                                              modern termasuk didalammya cosmetik.          
 2. Kosmetik tradisional:
     a. Betul-betul tradisional, misalnya mangir, lulur, yang dibuat dari                                                                           bahan alam dan diolah menurut resep dan cara yang turun- temurun.
      b. Semi tradisional, diolah secara modern dan diberi bahan                                 pengawet agar tahan lama.
      c. Hanya namanya yang tradisional, tanpa komponen yang benar-                                  benar tradisional dan diberi zat warna yang menyerupai bahan                               tradisional.

II.4 Penggolongan menurut penggunaanya pada kulit

      1. Kosmetik perawatan kulit (skin-care cosmetics).
                        Jenis ini perlu untuk merawat kebersihan dan kesehatan kulit,          termasuk didalamnya:
            a. Kosmetik untuk membersihkan kulit (cleanser): sabun, cleansing                 cream, cleansing milk, dan penyegar kulit (freshener).
            b. Kosmetik untuk melembabkan kulit (moisturizer), misalnya                                       moisturizring cream, night cream, anti wrinkle cream.
            c. Kosmetik pelindung kulit, misalnya sunscreen foundation, sun                                  block cream/lotion.
            d. Kosmetik untuk menipiskan atau mengampelas kulit (peeling),                                 misalnya scrub cream yang berisi butiran-butiran halus yang                                         berfungsi sebagai pengampelas (abrasiver).

      2. Kosmetik riasan (dekoratif atau make-up)
                        Jenis ini diperlukan untuk merias dan menutup cacat pada    kulit     sehingga menghasilkan penampilan yang lebih menarik serta   menimbulkan efek psikologis yang baik, seperti percaya diri (self          confidence). Dalam kosmetik riasan, peran zat warna dan zat             pewangi sangat besar.

II.5 Kosmetik dan kulit
      a.  Anatomi dan Fisiologi Kulit
                        Kulit merupakan “selimut” yang menutupi permukaan tubuh            dan memiliki fungsi utama sebagai pelindung dari berbagai macam            gangguan dan rangsangan luar. Fungsi perlindungan ini terjadi melalui           sejumlah mekanisme biologis, seperti pembentukan lapisan tanduk secara terus menerus (keratinisasi dan pelepasan sel-sel yang telah mati),      respirasi dan pengaturan suhu tubuh, produksi sebum dan    keringat, dan             pembentuksn pigmen melamin untuk melindungi kulit dari bahaya sinar      UV matahari,sebagai perasa dan    peraba, serta pertahanan terhadap       tekanan dan infeksi dari luar. Selain itu, kulit merupakan suatu gelenjar          holokrin yang besar     (Montagna, Renault, Depreuil).
            Luas kulit pada manusia rata-rata ± 2 m2 , dengan berat 10 kg jika dengan             lemaknya atau 4 kg jika tanpa lemak. Kulit terbagi atas 2      lapisan utama, yaitu:
            1. Epidermis (kulit ari), sebagai lapisan yang paling luar.
            2. Dermis (korium, kutis, kulit jangat).
                        Dibawah dermis terdapat subkutis atau jaringan bawah kulit.
            Para ahli histology membagi epidermis dari bagian terluar hingga     kedalam menjadi 5 lapisan yakni:
            1. Lapisan Tanduk (stratum corneum), sebagai lapisan yang paling                               atas.
            2. Lapisan Jernih (stratum lucidum), disebut juga “lapisan barier”.
            3. Lapisan berbutir-butir (stratum granulosum).
            4. Lapisan Malpighi (stratum spinosum) yang selnya seperti                                          berduri.
            5. Lapisan basal (stratum germinativum) yang hanya tersusun oleh                                satu sel-sel basal. 


II.6  Kosmetik, Rambut dan Kuku
                              Rambut termasuk salah satu dari adneksa kulit yang berasal                            dari kulit. Rambut tumbuh dari akar rambut yang tumbuh di dalam                                   lapisan dermis kulit dan melalui saluran folikel rambut luar dari kulit.                                Bagian rambut yang keluar dari kulit dinamakan batang kulit.
                              Jika kita perhatikan rambut yang tumbuh di kepala dan tubuh kita,                  jelas ada beberapa jenis rambut, yaitu:
           - Rambut yang panjang dan kasar di kepala
           - Rambut yang kasar tetapi pendek berupa alis di atas mata
           -Rambut yang agak kasar tapi tidak sepanjang rambut dikepala, yaitu                                   pada ketiak dan sekeliling alat kelamin pada orang yang sudah akil balik
                              Rambut yang halus pada pipi, hidung, dahi, serta bagian tubuh                          lainnya (kulit lengan, perut, punggung, dan betis pada wanita)
            Ilmu tentang rambut (Trichologi) membagi rambut manusia ke dalam                      dua       jenis, yaitu:
            - Rambut terminal, yang umumnya kasar, misalnya rambut kepala, alis,                    rambut ketiak, dan rambut alat kelamin.

II.7  Reaksi Kulit Terhadap Kosmetik
                              Ada 4 faktor yang mempengaruhi hasil pemakaian kosmetik                            terhadap kulit, baik yang memberikan hasil positif yang menuntungkan                                        kulit atau hasil yang negative yang merugikan kulit, keempat factor                                  tersebut adalah:
         - Factor manusia
                              Perbedaan ras warna kulit, misalnya antara Asia yang coklat dan                   Eropa (kaukasia) yang putih serta pandangan mengenai kecantikan yang                                     berbeda menyebabkan efek kosmetik yang berbeda.
        a. Kurangnya pengetahuan akan seluk-beluk kulit dan seluk-beluk                                           kosmetik dapat menimbulkan kesalahan dalam pemakain kosmetik.
        b. Orang-orang tertentu berkulit sensitive sehingga kosmetik yang bagi                                   orang lain tidak berpengaruh apa-apa, baginya dapat menyebabkan                                      iritasi, dll.

      - Factor kosmetik
         a. Bahan baku tidak berkualitas tinggi, iritan, alergenik,aknegenik, toksik,                              dan photosensitizer.
         b. Formula tidak sescanggih dan higienisuai dengan jenis kulit dan                                          keadaan lingkungan. 
        c. Prosedur pembuatan tidak  steril

      - Factor lingkungan 
                              Di Negara-negara tropis seperti Indonesia, matahari yang                                bersinar  terik praktis setiap hari sepanjang tahun menyebabkan kulit                                lebih  berkeringat dan berminyak

     II.8 Interaksi ketiga factor tersebut
        1. Jenis- Jenis Reaksi Negatif oleh Kosmetik
                              Ada beberapa reaksi negative yang disebabkan oleh                                            kosmetik yang tidak aman, baik pada kulit maupun pada system                                           tubuh, antara lain:
             a. Iritasi: reaksi langsung, timbul pada pemakaian pertama kosmetik                                   karena salah satu atau lebih bahan yang dikandungnya bersifat                                      iritan. Sejumlah deodorant, kosmetik pemutih kulit (misalnya                                         kosmetik impor pearl cream yang muncul setelahmengandung                                        merkuri) dapat langsung menyebabkan reaksi iritasi.
             b. Alergi: reaksi negative pada kulit muncul setelah pemakaian                                kosmetik beberapa kali, kadang-kadang setelah beberapa tahun,                                     karena kosmetik tersebut mengandung bahan yang bersifat                                            alergenik bagi seseoarang meskipun tidak bagi oaring lain
             c. Fotosensitisasi: reaksi negative muncul setelah kulit yang ditempeli                                 kosmetik terkena sinar matahari karena salah satu atau lebih dari                                    bahan kosmetik tersebut bersifat photosensitizer 
             d. Jerawat (acne): beberapa kosmetik pelembab kulit yang sangat                                        berminyak dan lengket pada kulit, seperti yang diperuntukan bagi                                       kulit kering di iklim dingin, dapat menimbulkan jerawat bila                                       digunakan pada kulit yang berminyak, karena kosmetik demikan                                      menyumbat pori-pori kulit bersama kotoran dan bakteri. Jenis                                               kosmetik demikian disebut kosmetik aknegenik.
             e. Intoksikasi: keracunan dapat terjadi secara local atau sistemik                                         melalui penghirupan lewat mulut dan hidung, atau lewat                                                penyerapan via kulit, terutama jika salah satu atau lebih bahan                                              yang dikandung oleh kosmetik itu bersifat toksik.
              f. Penyumbatan fisik: penyumbatan oleh bahan-bahan berminyak                                       dan lengket yang ada di dalam kosmetik tertentu, seperti pelembab                                           atau dasar bedak terhadap pori-pori kulit atau pori-pori kecil pada                                 bagian-bagian tubuh yang lain. 

          2. Hebatnya Reaksi Negatif pada Kulit
                           Hebatnya reaksi negative pada kulit akibat kosmetik                                                 tergantung pada berbagai factor, antara lain:
               a. Lamanya kontak kosmetik dengan kulit
                               Kosmetik yang dikenakan pada kulit untuk waktu lama, misalnya                      pelembab dan dasar bedak lebih mudah menimbulkan reaksi                                                negative daripada yang hanya sebentar saja digunakan pada kulit                                               untuk kemudian segera dihilangkan atau diangkat kembali,                                             misalnya sabun atau sampo yang cepat dibilas dengan air sampai                                      bersih.
              b. Lokasi pemakaian 
                              Kulit daerah sekitar mata, misalnya, lebih sensitive terhadap                               kosmetik karena lebih tipis daripada kulit bagian tubuh lainnya.                                     Karena itu perlu lebih waspada dan hati-hati dalam pemakaian                                              kosmetik pada kulit sekitar mata.
              c. PH kosmetik
                              Semakin jauh beda antara pH kosmetik dan pH fisiologi kulit                             (dapat jauh lebih tinggi atau jauh lebih rendah), semakin hebat                                             kosmetik itumenimbulkan reaksi negative, karena itu yang terbaik                                               yaitu jika pH kosmetik disamakan dengan pH fisiologis kulit, yaitu                             antara 4,5-6,5 (disebut kosmetik dengan pH balanced)
              d. Kosmetik yang mengandung gas
                   menyebabkna konsentrasi bahan aktif di dalam kosmetik itu lebih                                  tinggi setelah gas menguap.

          3. Iritasi, Alergi dan Sensitisasi Silang (cross sensitization)
                                          Pada dasarnya ada dua tipe reaksi negative kulit akibat                            pemakaian kosmetik yang tidak aman, yaitu reaksi toksik dan reaksi                                      intoleransi. Reaksi toksik adalah suatu kerusakan pasif pada                                                   organisme yang disebabkan oleh kerja dari sejumlah bahan yang                                            bersifat racun. Bahan yang memiliki efek beracun tersebut dikenal                                         dikenal sebagai iritan primer dan efeknya disebut iritasi primer, yang                                      terjadi praktis pada semua orang yang dikenai kosmetik, meskipun                                    tingkat keparahannya bergantung pada kesehatan kulit dan                                                   kesehatan umum orang tersebut.
                                          Reaksi intoleransi berbeda dari reaksi iritasi primer, reaksi                         intoleransi sering disebut reaksi alergi tidak terjadi pada semua orang yang                           menggunakan kosmetik yang sama. Bahan penyebab alergi yang                                            ada dalam kosmetik bukan merupakan elemen primer yang aktif                                       menimbulkan kerusakan, melainkan sebagai factor pemicu terjadinya                                   reaksi alergi pada orang-orang yang memiliki kelemahan tertentu                                   (predisposisi). Karena itu, bahan penimbul alergi tersebut lebih lebih                                            tepat disebut sensitizer. 
                                          Meskipun suatu preparat kosmetik telah dibuat dengan                            bahan-bahan yang aman bagi kulit dan tidak menimbulkan iritasi maupun                            alergi,  belum tentu kosmetik tersebut dalam bentuknya yang                                                sudah jadi akan aman jika dipakai bersama dengan kosmetik lain, sebab bila                          kedua kosmetik itu dikombinasi di atas kulit dapat saja menimbulkan                                          iritasi oleh kosmetik yang lain. Proses demikian dinamakan                                                sensitisasi silang (cross sensitization)
                                           Di simpang itu, jenis bahan pengantar (vehicle) yang                               dipakai untuk  mengantarkan suatu bahan, pigmen atau parfum ke kulit,                               menentukan apakah bahan-bahan itu akan menjadi iritan atau tidak.
       4. Daftar Kosmetik yang Dapat Menyebabkan Reaksi Negatif pada Kulit
           a. Kosmetik pemutih kulit isi merkuri
                               Ammoniated mercury 1-5% dalam ointment direkomendasikan                           sebagai bahan pemutih kulit karena berpotensi sebagai bahan                                                  pereduksi (pemucat) warna kulit. Tetapi kosmetik pemutih berisi                                             merkuri ini ternyata toksisitasnya terhadap organ-organ tubuh                                     seperti ginjal, saraf dan sebagainya sangat besar. Ada dua jenis                                             reaksi negative yang terlihat: reaksi iritasi (kemerahan dan                                                    pembengkakan kulit) dan reaksi alergi, berupa perubahan warna                                       kulit sampai menjadi keabu-abuan atau kehitam-hitaman, setempat                                    atau tersebar merata.
           b. Kosmetik pemutih kulit isi hidrokinon
                               Hidrokinon (hydroquinone) dan derivatnya serta hidrokortison                            direkomendasikan oleh ahli kulit sebagai preparat pemutih kulit atau                                       preparat peluntur pigmen kulit. Tetapi ternyata preparat-preparat itu                                       dapat menyebabkan dermatitis kontak dalam bentuk bercak warna                                        putih yang disebabkan oleh over bleaching, atau sebaliknya,                                                           menimbulkan reaksi hiperpigmentasi.
           c. Krim untuk wajah
                               Krim untuk preparat pembersih, pelembab, alas bedak                                          (foundation), tata rias (make-up), pemerah pipi, dan bedak padat dapat                                   menyebabkan terjadinya hiperpigmentasi dan jerawat di wajah. Zat                                         pewarna, pewangi, pengemulsi, pengawet, dan lanolin dapat                                                    bersifat sensitizer. 
            d. Kosmetik tabir surya (sunscreen)
                              Penggunaan kosmetik tabir surya dianjurkan di negara-negara yang                       penuh sinar matahari. Fungsi tabir surya adalah untuk melindungi                                              kulit dari radiasi ultraviolet dalam sinar matahari, yang dapat                                     menimbulkan berbagai kerusakan pada kulit, seperti penuaan dini,                                            kekeringan, hiperpigmentasi, sampai kanker kulit. Tabir surya yang                           mengandung PABA (Para Amino Benzoic Acid) popular di negara-                         negara Barat karena efektif menyerap sinar UV-B dan cepat                                        mengcokelatkan kulit. Tetapi untuk kulit Asia/Indonesia, tabir surya                         isi PABA tidak cocok dan tidak aman karena cepat mencokelatkan                                           kulit dan bersifat photosensitizer.
            e. Cat rambut
                               Cukup sering ditemukan terjadinya penyakit kulit kepala                                   dermatitis  karena cat rambut. penyakit ini timbul akibat reaksi                                       parafenildiamin, sejenis zat rambut padi beberapa pewarna tipe oksidasi                        permanen  yang ada didalam cat rambut. Walaupun kepekaan pemakai                          terhadap bahan itu telah diuji oleh petugas kecantikan, tetapi tetap                                      tidak bisa dijamin bahwa reaksi tidak akan terjadi. Reaksi alergi oleh                         cat rambut dapat terjadi beberapa jam setala pemakaian, biasanya                                      ringan sampai berat, yaitu berupa kemerahan, iritasi, bengkak isi                                          cairan (oedema), persisikan, ekuidasi di kulit kepala, wajah, leher,                                           dan kadang-kadang di bahu, dan kelopak mata membengkak serta                                      lunak (puffy).
            f. Parfum
                              Tangan dan badan, krim wajah, kertas tissue untuk wajah yang                             berisi parfum dapat menjadi allergen khusus yang menyebabkan                                             reaksi-reaksi alergi seperti gatal-gatal, kemerahan, kadang-kadang                                         kulit mengeluarkan cairan, dan akhirnya Hiperpigmentasi yang di                                       sebabkan oleh parfum dapat bersifat permanen akibat adanya                                                 peningkatan yang absolute dalam pembentukan pigmen melanin.
           g. Deodorant dan antiperspiran
                                Dermatitis akibat deodorant dan antiperspirant biasa disebabkan                              oleh senyawa-senyawa alumanium, antiseptik, dan zat pewangi.                                    Reaksi yang terjadi biasanya dalam bentuk reaksi iritasi, bukan                                      sensitisasi. Uap perspirasi kulit nampaknya menyebabkan bahan                                           lebih mudah menyusup dan dengan demikian merusak kulit di                                                tempat terjadinya reaksi, terutama diketiak dan bagian-bagian badan                             lainnya dimana deodorant dikenakan. Penghentian pemakaian                                        biasanya meredakan reaksi dengan cepat.
           h. Lipstick
                              Lipstick merupakan penyebab paling umum dermatitis                                           bibir(cheilitis)   karena alergi. Penyebabnya dapat berupa bahan dasar                         minyaknya (wax, lanolin, cocoa), zat pewarnanya, zat pewanginya, bahan                        anti  oksidannya, atau bahan pengawetnya. Cheilitis menunjukan bibir                       yang bengkak, pecah-pecah, dan hiperpigmentasi pada bibir dan                                      daerah sekitarnya.


II.9 Penyiapan Kosmetik

      1. Kosmetik pembersih 
          a. Kosmetik pembersih yang didasarkan pada air
                                Face lotion (astringent lotions)
              Bahan pembersih yang paling umum digunakan adalah air: murah,                                       non-toksik, dan sama skekali tidak berbahaya bagi kulit. Tetapi dari                                        sudut kosmetik modern, air memiliki kekurangan, antara lain tidak                                      punya daya pembasah yang kuat karena ditolak oleh keratin.                                                         Meskipun sabun sedikit menyerap air. Untuk memperbaiki daya                                     pembersih air, berbagai bahan ditambahkan kedalamnya, antara lain                                        alcohol, misalnya dalam face lotion (astringent lotion).
              Penambahan alcohol memberikan beberapa hasil:
                 - Mengurangi tegangan permukaan kulit sehingga kulit menjadi lebih                              mudah basah
                 - Menimbulkan rasa yang segar karena penguapan alcohol
                 - Menimbulkan efek pengurangan minyak kulit
                  - Parfum yang digunakan dalam losion menjadi mudah larut
                  - Menimbulkan efek anstrigen dan disinfektan ringan
                                 Face lotion (astringent lotion) biasa digunakan untuk                                        menyegarkan dan membersihkan kulit dari kotoran yang larut air, dan                                  digunakan  setelah pemakaian susu pembersih (cleansing cream)                                           yang berdasarkan minyak. Kadang-kadang face lotion ditambahkan                                  bahan-bahan astrigensia, seperti sejumlah kecil garam kalium-                                             alimunium-sulfat, zinc phenol sulfat, atau hasil tanam-tanaman                                  seperti hazel yang mengandung asam tanat. Konsentrasinya harus                                         dijaga rendah agar tidak menyumbat pori-pori.
                              Penambahan gliserol, glikol atau sorbitol memiliki efek pelembut                        kulit. Penambahan borax (B7O4) menambahakan daya pembersih,tetapi                               membuat lotion menjadi agak alkalis. Kadang-kadang antiseptic                                           ditambahakan seperti asam borat dan asam benzoate, tetapi                                                  dosisnya harus sangat kecil agar tidak menimbulkan iritasi.                                                       Penambahan parfum juga sangat sedikit saja sebab baunya mudah                                                 terpancar dalam alcohol. Kebanyakan parfum tidak mudah larut                                  dalam alcohol yang konsentrasinya sedimikian encer.

II.10 Kosmetik pembersih kulit yang didasarkan pada surfaktan Sabun
                              Yang dimaksut dengan sabun disini adalah adalah produk                               campuran garam natrium dengan asam strearat, palmitat, dan oleat,                                   yang berisi sedikit komponen asam miristat dan laurat. Sabun                                                     merupakan kosmetik pembersih paling tua. Kedudukan sabun yang                                   tinggi dan popular adalah berkat sifat-sifat baiknya, antara lain memilki                                  daya pembersih yang kuat terutama dalam air yang lunak. Selain itu,                                   harganya murah dan bahan-bahannya mudah didapat. Tetapi sabun                                 juga dapat menimbulkan iritasi dan alergi pada kulit akibat efek dari                                   sejumlah daya kerjanya, antara lain:
          - Alkalisasi, yaitu akibat terurainya sabun di dalam air 
          - Pembengkakan keratin kulit, yaitu akibat penyerapan larutan                                             surfaktans oleh keratin kulit karena perbedaan pH yang jauh dari                                       isoelektrik keratin kulit yang sekitar pH 5.
          - Pengurangan minyak kulit (degreasing)
          - Absorbsi sabun oleh keratin kulit
          - Iritasi oleh ion-ion atau molekul-molekul asam
          - Pengendapan sabun kalsium

II.11 Kosmetik pembersih kulit yang didasarkan pada minyak
                              Keuntungan kosmetik pembersih kulit yang didasarkan pada                           minyak antara lain:
          Lebih efektif dalam membersihkan kotoran yang larut dalam minyak                                   tetapi tidak larut dalam air contohnya make-up
          Resiko kulit menjadi kering dan pecah-pecah berkurang.                                                     Pembengkakan kulit dan penghilangan lemak kulit oleh pembersih                                     sabun dan air tidak terjadi.
          Surfaktan yang dikandung dalam kosmetik pembersih kulit yang                                         berdasarkan minyak lebih besar afinitasnya dengan kulit daripada yang                                         berdasarkan air, sehingga daya pembersihnya lebih besar.
                               Sementara, kekurangan kosmetik pembersih kulit yang didasarkan     pada    minyak adalah:
          Bahan-bahannya, seperti mineral oil, dll, lebih mahal
          Air yang tertinggal dipermukaan kulit sulit menguap dengan sendirinya                             seperti pada pembersih kulit yang berdasar pada air. Jika bahan yang                                 dikandungnya tidak berkualitas tinggi, bias mengiritasi kulit
           Kotoran yang larut air sukar dibersihkan dengan minyak.

II.12 Kosmetik pembersih kulit dalam bentuk padat (solid cleansers)
                              Terdapat dua bentuk preparat yang efek pembersihnya                                    didasarkan pada penyerapan kotoran kedalam serpihan-serpihan padat:
         Bentuk serpihan/bubuk padat, dan
         Bentuk krim, dimana bubuk padat terbentuk setelah cairan pelarut                                       menguap di permukaan kulit.
         Preparat tersebut memiliki daya pembersih yang kuat, dan selama tidak                               memiliki alkali atau abrasive yang kuat, atau kadar desinfektan yang                                tinggi, menimbulkan efek lembut pada kulitlembut sehingga cocok untuk                        orang yang tidak dapat mentoleransi sabun. Walaupun demikian, alergi                                 terdapat preparat tertentu sering kali terjadi.

II.13 Kosmetik pengampelas/penipis kulit (scrub cream)
                              Ada kotoran pada kulit yang tidak bisa dibersihkan dengan                             jenis-jenis kosmetik pembersih seperti yang telah disebutkan                                              sebelumnya, yaitu sel-sel kulit mati dipermukaan kulit, yang jika tidak                               dianggkat akan menyebabkan kulit menebal, kusam, dan pori-porinya                                    mudah tersumbat sehingga memudahkan terjadinya jerawat. Selain itu,                                  pergantian (regenerasi) sel-sel kulit lama dengan sel-sel kulit masih                                      baru, sehat dan segar juga terhambat. 
                               Bahan-bahan dasar scrub cream sama dengan krim pembersih                         kulit pada umumnya mengandung lemak dan penyegar, scrub cream                                 dimasuki butiran-butiran kasar yang bersifat sebagai pengampelas agar                                bias mengangkat sel-sel yang sudah mati dari epidermis. Bermacam-                                   macam bahan yang pernah dicoba sebagai bahan pengampelas mulai                                        dari butiran pasir, biji keras tanaman, sampai butiran abrasive sintesis.                              Butiran itu tidak boleh terlalu kasar supaya tidak melukai kulit, terlalu                              halus sehingga tidak berdaya sebagai pengampelas, terlalu runcing, dan                                        terlalu bulat sehingga licin dan tidak bekerja sebagai pengampelas.

II.14 Kosmetik pembersih rambut dan kulit kepala 
                              Kosmetik pembersih kulit dapat dikelompokkan atas                                       beberapa tipe yang berbeda (berdasar air, berdasar minyak, atau bubuk                            penyerap kotoran), namun kosmetik pembersih lambut dan pembersih                                  kulit kepala hanya terdiri dari satu jenis, yaitu berdasar air yang berisi                                     surfaktan. Alasannya adalah kosmetik pembersih rambut dan kulit                                  kepala harus dibilas dengan air.
                               Tujuan penggunaan sampo sudah tentu untuk membersihkan                           rambut  dan kulit kepala dari segala macam kotoran, baik yang berupa kotoran,                           baik yang berupa minyak, debu, sel-sel yang sudah mati dan                                             sebagainya secara baik dan aman. Untuk memenuhi maksud tersebut,                                     sampo harus memenuhi beberapa syarat, yaitu:
         -Dapat membersihkan dengan baik (sifat deterjen)
         -Memiliki sifat membasahi (wetting)
         -Memiliki sifat dapat mengemulsi (emulsiflying)
         -Memiliki sifat dapat membuat busa (foaming)
         -Dapat membersihkan dan menyehatkan kulit kepala
         -Mudah dicuci atau dibilas air
         -Membuat rambut mudah disisir dan dipola
         -Membuat rambut lebih cemerlang
         -Mungkin perlu mengandung bahan aktif untuk mengatasi penyakit pada                             rambut dan kulit kepala
        -Aman untuk dipakai, tidak mengiritasi mata dan tidak toksis
        -Menyebarkan bau harum

II.15 Kosmetik pelembab dan pelindung
         1. Kosmetik pelembab
                              Urutan yang benar dalam langkah perawatan dan tat arias                                   kulit adalah sebagai berikut:
             a. Pembersihan
             b. Pelembaban
             c. Perlindungan 
             d. Tata rias
                               Kosmetik pelembab dapat dibedakan menjadi dua tipe yaitu :
              a. Kosmetik pelembab berdasarkan lemak
                              Kosmetik pelembab tipe ini sering disebut moistrurizer atau                          moisturizing cream. Krim ini membentuk lapisan lemak tipis                                            dipermukaan kulit, sedikit banyak mencegah penguapan air kulit,                                               serta menyebabkan kulit menjadi lembab dan lembut.
                   Viskositas tidak boleh terlalu rendah sehingga menyebar kemana-                                   mana dipermukaaan kulit, atau terlalu kental sehingga membuat kulit                                  lengket dan terlalu berminyak. Pelembab ini harus dapat menutup                                   daerah tertentu permukaan kulit, menutupi tepi-tepi tajam sisik                                       stratum  corneum, mencegah masuknya bahan-bahan asing kedalam                                     kulit, dan  mencegah penguapan air kulit, tetapi tidak sampai                                        mencegah sepenuhnya agar kongesti perspirasi dan penguapan                                                panas badan tetap terjadi.
              b. Kosmetik pelembab berdasarkan gliserol atau humektan sejenis
                  Preparat jenis ini akan mongering di kulit, membentuk lapisan yang                                      hidroskopis, menyerap uap air dari udara dan mempertahankannya di                            permukaan kulit. Preparat ini membuat kulit tampak halus dan                                             mencegah dehidrasi lapisan stratum corneum kulit.
   
                   2. Kosmetik pelindung
                              Kosmetik pelindung adalah kosmetik yang dikenakan pada                                  kulit yang sudah bersih dengan tujuan melindungi kulit dari berbagai                                    pengaruh lingkungan yang merugikan kulit. Menurut tujuan spesifiknya,                               masing-masing kosmetik pelindung dapat dibagi dalam kelompok                                          berikut:
              a. Preparat yang melindungi kulit dari bahan-bahan kimia (bahan kimia                                   yang membakar, larutan detergen, urine yang sudah terurai, dll)
              b. Preparat untuk melindungi kulit dari debu, kotoran, air, bahan                                              pelumas dll
              c. Preparat yang melindungi kulit dari benda fisik yang membahayakan                                    kulit (sinar UV, panas)
               d. Preparat yang melindungi kulit dari luka secara mekanis (dalam                                                 bentuk kosmetik pelumas)
               e. Preparat untuk mengusir serangga agar tidak mendekati kulit.

II.16 Kosmetik dekoratif
                              Kekhasan kosmetik dekoratif (make-up) adalah bahwa                                     kosmetik ini bertujuan semata-mata untuk mengubah penampilan, yaitu              agar                    tampak lenih cantik dan noda-noda atau kelainan pada kulit                                               tertutupi. Kosmetik dekoratif tidak perlu menambah kesehatan kulit.                                    Kosmetik ini dianggap memadai jika tidak merusak kulit atau sedikit                             mungkin merusak kulit.
                               Dalam kosmetik dekoratif, peran zat pewarna dan zat pewangi                       sangat  besar. Sejak zaman dahulu, wanita cenderung mewarnai pipinya,                           rambutnya, kukunya, alisnya, dan bulu matanya, sedikit persyaratan                                  untuk kosmetik dekoratif antara lain adalah warna yang menarik, bau                              yang harum menyenangkan, tidak lengket, tidak menyebabkan kulit                              tampak berkilau, dan sudah tentu tidak merusak atau menggangu kulit,                                       rambut, bibir, kuku dan adnesa lainnya.
                              Pembagian kosmetik dekoratif dapat dibagi menjadi dua                                  golongan besar yaitu :
          a. Kosmetik dekoratif yang hanya menimbulkan efek pada permukaan                                   dan pemakaiannya sebentar, misalnya bedak, lipstick, pemerah pipi,                                     eye-shadow, dll
          b. Kosmetik dekoratif yang efeknya mendalam dan biasannya dalam                                      Waktu lama baru luntur, misalnya kosmetik pemutih kulit, cat rambut,                       pengeriting rambut, dan preparat penghilang rambut.
                              Dalam kosmetik dekoratif, zat pewarna memegang peran                                  sangat besar, zat warna untuk kosmetik dekoratif berasal dari berbagai                              kelompok yaitu :
           - Zat warna alam yang larut
           - Zat warna sintesis yang larut
           - Pigmen-pigmen alam 
           - Pigmen-pigmen sintesis
           - Lakes alam dan sintesis



































              
                                                                        BAB  III

                                                         PENUTUP

                                                            A. Kesimpulan

                                       Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.
 Kosmetik berasal dari kata Yunani “kosmetikos” yang berarti                                                    keterampilan menghias, mengatur. Definisi kosmetik dalam peraturan                                Mentri Kesehatan RI No. 445/MenKes/Permenkes/1998 adalah sebagai                  berikut “kosmetik adalah sediaan atau paduan bahan yang siap untuk                            digunakan pada bagian luar badan (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan                            organ kelamin bagian luar), gigi, dan rongga mulut untuk                                                        membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampakan,                                          melindungi supaya tetap dalam keadaan baik, memperbaiki bau badan                               tetapi tidak dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan suatu                               penyakit”
2.
  Tujuan utama penggunaan kosmetik pada masyarakat modern adalah                                 untuk kebersihan pribadi, meningkatkan daya tarik melalui make-up,                                  meningkatkan rasa percaya diri dan perasaan tenang, melindungi kulit                                 dan rambut dari kerusakan sinar UV, polusi dan factor lingkungan yang  lain,          mencegah penuaan, dan secara umum, membantu seseorang                           lebih menikmati dan menghargai hidup
3.
  Kekhasan kosmetik dekoratif (make-up) adalah bahwa kosmetik ini                                  bertujuan semata-mata untuk mengubah penampilan, yaitu agar                                         tampak lenih cantik dan noda-noda atau kelainan pada kulit tertutupi.                               Kosmetik dekoratif tidak perlu menambah kesehatan kulit. Kosmetik ini                           dianggap memadai jika tidak merusak kulit atau sedikit mungkin                                       merusak kulit
4.
  Preparat kosmetik yang berisi bahan aktif farmakologis biasanya tidak                              mengandung lebih dari 5 % bahan aktif tersebut. Sifat dan daya guna                               preparat tersebut tentu tidak hanya ditentukan oleh 5% bahan aktif itu,                               tetapi juga oleh bahan dasar pembawanya sebesar 95%.




                                          DAFTAR PUSTAKA


Andrani,M.,2014.” Klaim Kosmetik dan Contohnya 3”Badan POM: Jakarta

Anonim, 1998, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
445/Menkes/Per/V/1998 tentang Bahan, Zat Warna, Substratum, Zat Pengawet, dan Tabir Surya pada Kosmetika, Menteri Kesehatan RI, Jakarta.

Anonim, 1999, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999                                    tentang Perlindungan Konsumen, Menteri Negara Sekretaris Negara RI,                       Jakarta.

Dover, J. S., 2008, Cosmeceuticals: A Practical Approach, Skin Therapy
                                        Letter, 4(4), 2.

Engel, J. F., Roger, D. B., & Paul, W. M.., 1994, Perilaku Konsumen,
                  diterjemahkan oleh Budiyanto, 65, Binarupa Aksara, Jakarta.
                  Fabricant, S. M. & Gould S., 1993, Women’s Make Up Careers: An                              Interpretive

Study of Color Cosmetic Use and “Face Value”, Psychology and Marketing,
                  10 (6), 531-548.

Tranggono, Retno dkk. 2007. Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik
                  Gramedia Pustaka Utama : Jakarta.














KATA PENGANTAR

                  Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan seluruh alam, atas rahmatnya penulis dapat menyelesaikan makalah ini
 ”KOSMETOLOGI“.
Makalah ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas dari dosen kami. Dan semoga isi dari makalah ini bisa diambil manfaat dan hikmahnya untuk kita semua pada umumnya dan untuk kami sebagai penulis khususnya.
Dan mohon maaf apabila dalam penulisan dan isinya masih banyak sekali kekurangan, karena kami sebagai mahasiswa masih dalam tahap belajar menuju manusia yang lebih baik lagi yang tentunya berkualitas. Segala kritik dan saran kami ,terima dengan lapang dada, agar makalah ini menjadi lebih baik lagi nantinya.










                                                                                          Makassar , Maret 2019




                                                                                              Yulianti Parinding







                                                                        DAFTAR ISI    

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I  PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
B.     Maksud dan Tujuan
BAB II  PEMBAHASAN
II.1.  Definisi Kosmeti
II.2   Penggolongan Kosmeti
II.3   Penggolongan Menurut Sifat dan Cara Pembuatan
II.4   Penggolongannya Menurut Penggunaannya Pada Kulit
II.5   Kosmetik dan Kulit
II.6   Kosmeti, Rambut dan Kuku
II.7   Reaksi Kulit Terhadap Kosmetik
II.8   Interaksi Ketiga Faktor Tersebut
II.9   Penyiapan Kosmetik
II.10 Kosmetik Pembersih Kulit Yang didasarkan pada Surfaktan Sabun
II.11 Kosmetik Pembersih Kulit Yang didasarkan pada Minyak
II.12 Kosmetik Kulit dalam Bentuk Padat
II.13 Kosmetik Pengampelas/Pemipis Kulit
II.14 Kosmetik Pembersih Rambut dan Kulit Kepala
II.15 Kosmetik Pelembab dan Pelindung
II.16 Kosmetik Decoratif
BAB III   PENUTUP
III.1 Kesimpulan
DAFTA  PUSTAKA













MAKALAH KOSMETIK

TUGAS MATAKULIAH KOSMETIK


OLEH :
NAMA                :    YULIANTI PARINDING
NIM                     :     514 18 011 393

JURUSAN FARMASI FAKULTAS MIPA
UNIVERSITAS PANCASAKTI
MAKASSAR
2019

No comments:

Post a Comment