Monday, May 13, 2019

Identitas Novel Dia Adalah Dilanku Tahun 1990


Identitas Novel



Judul Novel    : Dia Adalah Dilanku Tahun 1990
 
Penulis :           Pidi Baiq
Penerbit           : Pastel Books
Genre              : Romance
Tahun Terbit    : 2014
Jumlah Halaman          : 348 halaman
ISBN:978 – 602 – 7870 – 41 – 3
Harga Novel: Rp. 59,000



SYNOPSIS NOVEL DILAN 1990
Cinta walaupun sudah berlalu sekian lama, tetap saja di kenang begitu manis. Milea, dia kembali ke tahun 1990 untuk menceritakan seorang laki laki yang pernah menjadi seorang yang sangat di cintainya , Dilan.
Laki – laki yang mndekatinya (milea)bukan dengan seikat bunga atau kata kata manis untuk menarik perhatiannya. Namun melalui ramalan seperti tergambarkan pada penggalan cerita berikut:
Aku ramal nanti kita bertemu di kantin”- Dilan – hlm.20
Tapi saying sekali ramalannya salah. Hari itu, milea tidak ke kantin karena ia harus membicarakan urusan kelas dengan kawan – kawannya , sebuah cara sederhana namun bikin senyum dipilih dilan mengirim piyan untuk menyampaikan suratnya yang isinya :
Milea ramalanku, kita akan bertemu di kantin, ternyata salah ,maaf ,tapi ingin meramal lagi : besok kita akan bertemu”- Dilan – hlm.22
Hal – hal sederhana ini nyatanya dapat membuat milea tersenyum , dan perlahan mulai menaruh perhatiannya kepada Dilan, sampai sampai sebentar dia lupa , ada Beni yaitu pacarnya yang berada di Jakarta.
KEUNGGULAN NOVEL
Keunggulan novel terdapat pada isi novel yang kebanyakan adalah cerita tentang percakapan. Hal ini memudahkan pembaca yang tidak terlalu menyukai permainan kata yang terkesan berbelit-belit. Bahasa yang digunakan penulis juga merupakan bahasa santai dan mengundang tawa.
KELEMAHAN NOVEL
Kelemahan novel terdapat pada gurauan-gurauan yang digunakan dalam beberapa percakapan. Karena novel ini menceritakan tentang kisah cinta pada tahun 1990, percakapan dan gurauan yang digunakan juga masih berkaitan dengan tahun 1990. Hal ini merupakan sebuah kesulitan tersendiri bagi pembaca yang bukan merupakan angkatan 1990.

No comments:

Post a Comment