Friday, May 24, 2019

KTI PENGUKURAN LAJU PAPARAN RADIASI PADA RUANG OPERATOR DI INSTALASI RADIOLOGI

Download File KTI Lengkap file Dokumen MS.World pada link Berikut
🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻
http://evassmat.com/Dg6j


PENGUKURAN LAJU PAPARAN RADIASI PADA RUANG OPERATOR DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT TINGKAT II PELAMONIA MAKASSAR

KARYA TULIS ILMIAH

Diajukan Dalam Rangka Menyelesaikan Tugas Akhir Pada Akademi Teknik Radiodiagnostik Dan Radioterapi (ATRO )
Muhammadiyah Makassar



    Oleh:

ISMATUL FAHRIYATI
   NIM : 14071




AKADEMI TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI (ATRO) MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2017

ABSTRAK


ISMATUL FAHRIYATI. 2017. PENGUKURAN LAJU PAPARAN RADIASI PADA RUANG OPERATOR DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT TINGKAT II PELAMONIA MAKASSAR .
            Tujuan penulisan untuk mengetahui berapa nilai laju paparan radiasi pada ruang operator di instalasi radiologi Rumah Sakit Tingkat II Pelamonia Makassar.
            Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Tingkat II Pelamonia Makassar tahun akademik 2016/2017 dengan metode deskriptif.
Nilai laju paparan radiasi pada ruang operator Radiologi Rumah Sakit Tingkat II Pelamonia Makassar didapat adalah 0 mGray/jam maka ruang operator Radiologi dikategorikan aman bagi pekerja dan lingkungan sekitar.
 

Download File KTI Lengkap file Dokumen MS.World pada link Berikut
🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻
http://evassmat.com/Dg6j

 




BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan semakin cepat, penggunaan radiasi pengion diberbagai bidang kehidupan semakin meningkat, misalnya dibidang kedokteran khususnya dibagian radiologi.
Pemanfaatan radiasi pengion dalam berbagai bidang kegiatan disamping memberikan manfaat yang sangat besar bagi dunia kedokteran, juga berpotensi memberikan efek merugikan, terutama bagi operator sinar-X dan pekerja radiasi lainnya. Proteksi radiasi merupakan aspek yang sangat penting dalam pengendalian efek merugikan ini. Oleh sebab itu setiap instalasi radiologi harus memperhatikan proteksi radiasi.
Dalam proteksi radiasi salah satu hal yang terpenting yang harus diperhatikan adalah dinding ruangan sinar-X. Kementrian Kesehatan RI (2008) menetapkan bahwa dinding ruangan harus terbuat dari Pb 2 mm, yaitu berupa bata merah dengan ketebalan 25 cm dan massa jenis 2,2 g/cm3, atau beton dengan ketebalan 20 cm, sehingga tingkat radiasi di sekitar ruangan pesawat sinar-X tidak melampaui Nilai Batas Dosis (NBD) 1 mSv/tahun untuk masyarakat umum.
Sementara (Nilai Batas Dosis) NBD untuk pekerja radiasi sebesar 20 mSv/tahun. Untuk melindungi operator dan pekerja radiasi yang berada diruangannya, agar tetap berada di bawah NBD, biasanya radiografer mengontrol pasiennya dari ruang operator, antara ruang operator dan ruang sinar-X dilapisi dengan timbal (Pb) dengan ketebalan tertentu sehingga radiasi pada ruang operator berada pada batas yang diijinkan, selain itu agar operator dapat mengamati pasien dari ruang operator, biasanya diantara kedua ruangan itu digunakan kaca yang terbuat dari Pb. Kaca Pb merupakan kaca khusus yang digunakan untuk proteksi radiasi.
Sesuai pengalaman penulis sewaktu melakukan peraktek kerja lapangan (PKL) di RS.Tingkat II Pelamonia Makassar, frekuensi pemakaian cukup tinggi oleh pekerja radiasi dan ruang operator tempat radiografer melakukan kegiatan ekspos sekilas sangat dekat dengan sumber radiasi, dan salah satu upaya pengamanan radiasi untuk melindungi para pekerja radiasi dari bahaya radiasi yang ditimbulkan akibat penggunaan zat radioaktif dan atau sumber radiasi lainnya adalah dengan melakukan pengukuran paparan radiasi di instalasi radiologi secara periodik. Maka untuk itulah diperlukan pengukuran sehingga saya tertarik meneliti dan menganalisa tentang karya tulis ini dengan judul “Pengukuran Laju Paparan Radiasi Pada Ruang Kontrol di Instalasi Radiologi RS. Tingkat II Pelamonia Makassar”



B.    Rumusan Masalah
Masalah yang penulis akan bahas adalah :
1.         Berapa nilai laju paparan radiasi pada ruang operator di Instalasi Radiologi RS.Tingkat II Pelamonia Makassar ?
2.         Bagaimana upaya-upaya menekan paparan radiasi pada ruang operator di RS.Tingkat II Pelamonia Makassar ?
C.    Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan penulis adalah :
1.         Untuk mengevaluasi nilai laju paparan radisi pada ruang operator di Instalasi Radiologi di RS.Tingkat II Pelamonia Makassar.
2.         Untuk menjelaskan upaya-upaya menekan paparan radiasi pada ruang operator di RS. Tingkat II Pelamonia
D.    Manfaat Penelitian
1.     Bagi Institusi
Sebagai tambahan pengetahuan khususnya bagi mahasiswa ATRO tentang pengukuran laju paparan radiasi pada ruang operator di instalasi radiologi RS.Tingat II Pelamonia Makassar.
2.     Bagi Rumah Sakit
Sebagai bahan masukan tentang proteksi radiasi di instalasi radiologi.
3.    Manfaat Institusi
Dapat dijadikan sebagai acuan penelitian apabila ada seseorang maupun kelompok yang ingin mengembangkan studi  kasus ini ataupun yang mempunyai hubungan dengan studi  kasus ini.

Download File KTI Lengkap file Dokumen MS.World pada link Berikut
🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻
http://evassmat.com/Dg6j



 

No comments:

Post a Comment