Thursday, May 23, 2019

MAKALAH PKN TENTANG INTEGRASI NASIONAL (NKRI)


MAKALAH
INTEGRASI NASIONAL
(NKRI)


GURU PEMBIMBING
Dra. Since

Disusun oleh:
1.CEVIN IMANUEL WIRAYANA.
2. ANNISA
3.ANANDA PUTRI RAHAYU S.
4.NUR NADIYAH IKHSANI
5. FADILLAH NUR CAHAYA R.
6. YASMIN NABILA
7. ZHANAS AMANDA C.
8. M.FAHMI FAHRESY IWAN


SMA NEGERI 11 MAKASSAR
X MIPA 1

1.1  PENGERTIAN INTEGRASI NASIONAL.
Secara etimologi integrasi nasional terdiri dari dua suku kata yaitu integrasi dan nasional:
1.     Integrasi: Integrasi berasal dari bahasa Latin yaitu integrate yang artinya  memberi tempat bagi suatu unsur demi suatu keseluruhan

2.     Nasional: Integrasi berasal dari bahasa Latin yaitu integrate yang artinya  memberi tempat bagi suatu unsur demi suatu keseluruhan

Jadi Integrasi nasional adalah pembentukan suatu identitas nasional dan penyatuan berbagai kelompok sosial dan budaya ke dalam suatu kesatuan wilayah.
INTEGRASI NASIONAL TERBAGI ATAS 3 YAITU:
1.     INTEGRASI POLITIK :
adimensi vertikal dan horisontal
Dimensi yang bersifat vertikal menyangkut hubungan elit dan massa, baik antara elit politik dengan massa pengikut
Dimensi horisontal menyangkut hubungan yang berkaitan dengan masalah teritorial

2.     INTEGRASI EKONOMI:
Integrasi ekonomi berarti terjadinya saling ketergantungan antardaerah dalam upaya memenuhi kebutuhan hidup rakyat. Adanya saling ketergantungan menjadikan wilayah dan orang-orang dari berbagai latar akan mengadakan kerjasama yang saling menguntungkan dan sinergis.

3.     INTEGRASI SOSIOLOGI BUDAYA:
Integrasi sosial budaya merupakan proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan. Unsur-unsur yang berbeda tersebur dapat meliputi ras, etnis, agama bahasa,

1.2 Sumber Historis , Sosiologis, Politik tentang Integrasi Nasional
 Menurut Suroyo (2002)
sejarah bangsa kita sudah mengalami pembangunan integrasi sebelum bernegara Indonesia yang merdeka, ada tiga model integrasi dalam sejarah perkembangan integrasi di Indonesia.
  1.Model Integrasi Imperium Mojopahit
Dimulai dengan konsentris pertama yaitu wilayah inti kerajaan (nagaragung): pulau Jawa dan Madura yang diperintah langsung oleh raja dan saudara-saudaranya
  2.Model Integrasi Kolonial
Pemerintah kolonial mampu membangun integrasi wilayah juga dengan menguasai maritime, Integrasi model kolonial ini tidak mampu menyatukan segenap keragaman bangsa Indonesia
  3.Model Integrasi Nasional Indonesia
Model integrasi ini merupakan proses berintegrasinya bangsa Indonesia sejak bernegara merdeka tahun 1945, Kemajuan intergrasi ini adalah kesadaran bangsa Indonesia yang mengalami pendidikan

 1.3 Faktor-Faktor Pembentuk Integrasi Nasional

1. Rasa Senasib Seperjuangan
Rasa senasib seperjuangan di masa lalu yang terbawa sampai dengan masa sekarang menjadi salah satu faktor pendorong untuk mewujudkan integrasi nasional. Jika di masa lalu rasa senasib seperjuangan digunakan untuk memujudkan kemerdekaan Indonesia, di era sekarang ini rasa senasib seperjuangan digunakan untuk memperkuat stabilitas nasional demi terwujudnya persatuan Indonesia dalam integrasi nasional.
2. Pemaknaan Ideologi Nasional
Pemaknaan ideologi nasional yaitu Pancasila dilakukan melalui implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan integrasi nasional di Indonesia
3. Keinginan Untuk Bersatu
Dalam kehidupan berbangsa negara dan berbangsa Indonesia, keinginan untuk mempersatukan bangsa merupakan salah satu perwujudan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negar
4. Antisipasi Ancaman dari Luar
mengantisipasi ancaman dari luar dalam kaitannya dengan bahaya globalisasi dan modernisasi, integrasi nasional perlu diwujudkan di setiap lapisan masyarakat yang ada tinggal di wilayah Indonesia.

1.4  Faktor-Faktor Penghambat Integrasi Nasional
1. Kurangnya penghargaan terhadap kemajemukan
Kurangnya penghargaan terhadap kemajemukan yang dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat Indonesia sendiri membuat kemajemukan itu terkikis secara perlahan-lahan
2. Kurangnya Toleransi
Kurangnya toleransi terhadap keberagaman dan kemajemukan yang ada di masyakat menjadi salah satu penyebab konflik sosial. 
3. Kurangnya Kesadaran Diri
Kurangnya kesadaran diri menjadi salah satu faktor yang mengambat terwujudnya integrasi nasional dimana masyarakat menjadi lebih individualistis dan cenderung tidak memperdulikan kondisi dan situasi
1.5 Dinamika dan Tantangan Integrasi Nasional
a. Dinamika Integrasi bangsa, Tanggal 15 Agustus 2005 melalui MoU (Memorandum of Understanding) di Vantaa, Helsinki, Finlandia, pemerintah Indonesia berhasil secara damai mengajak Gerakan Aceh Merdeka (GAM)
b. Dinamika Integrasi wilayah, Melalui Deklarasi Djuanda tanggal 13 Desember 1957, pemerintah Indonesia mengumumkan kedaulatan wilayah Indonesia yakni lebar laut teritorial seluas 12 mil diukur dari garis yang menghubungkan titik-titik ujung yang terluar pada pulau-pulau Negara Indonesia
c. Dinamika Integrasi nilai, Pengalaman mengembangkan Pancasila sebagai nilai integratif terus- menerus dilakukan, misalnya melalui kegiatan pendidikan Pancasila baik dengan mata kuliah di perguruan tinggi dan mata pela jaran di sekolah.
d. Dinamika Integrasi elit-massa , ditandai dengan seringnya pemimpin mendekati rakyatnya melalui berbagai kegiatan. Misalnya kunjungan ke daerah, temu kader PKK, dan kotak pos presiden
e. Dinamika Integrasi tingkah laku, Mewujudkan perilaku integratif dilakukan dengan pembentukan lembaga-lembaga politik dan pemerintahan termasuk birokrasi.








KESIMPULAN

Istilah integrasi nasional berasal dari dua kata yaitu integrasi dan nasional. Yang bermakna suatu proses penyatuan atau pembauran berbagai aspek sosial budaya ke dalam kesatuan wilayah dan pembentukan identitas nasional atau bangsa yang harus dapay menjamin terwujudnya keselarasan, keserasianm dan keseimbangan dalam mencapai tujuan bersama sebagai suatu bangsa.
Adapun kebijakan yang diperlukan guna memperkukuh upaya integrasi nasional adalah sebagai berikut :
a)      Menanamkan nilai-nilai Pancasila, jiwa sebangsa dan setanah air dan rasa persaudaraan
b)     Menghilangkan kesempatan untuk berkembangnya tindakan KKN.
c)      Meningkatkan ketahanan rakyat
d)     Penyebaran dan pemasyarakatan wawasan kebangsaan dan implementasi butir-butir Pancasila
e)      Menumpas setiap gerakan separatis secara tegas dan tidak kenal kompromi.
f)      Membentuk satuan sukarela yang terdiri dari unsur masyarakat, TNI dan Polri dalam memerangi separatis. 



No comments:

Post a Comment