PERMASALAHAN YANG DIAKIBATKAN
DINAMIKA KEPENDUDUKAN
Disusun oleh:
MUH. AL HALIM
KELAS XI IPS
2
SMA NEGERI 14 MAKASSAR
2019
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL
HALAMAN
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN....................................................................................................................
2
a Latar Belakang........................................................................................................................
2
b Rumusan
masalah....................................................................................................................2
c.Tujuan
Penulisan.....................................................................................................................2
BAB II
PEMBAHASAN........................................................................................................................3
a.Pengertian
Dinamika
Kependudukan......................................................................................3
b.Faktor-faktor
yang mempengaruhi Dinamika
Kependudukan...............................................4
c. Permasalahan Kependudukan Di
Indonesia, Dampak Dan Upaya Mengatasinya................4
BAB III
PENUTUP..................................................................................................................................7
a.Kesimpulan..............................................................................................................................7
b. Saran.......................................................................................................................................7
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Indonesia adalah salah satu negara kepulauan yang
memiliki banyak wilayah yang terbentang di sekitarnya. Ini menyebabkan
keanekaragaman suku, adat istiadat dan kebudayaan dari setiap suku di setiap
wilayahnya. Hal ini sungguh sangat menakjubakan karena biarpun Indonesia
memiliki banyak wilayah, yang berbeda suku bangsanya, tetapi kita semua dapat
hidup rukun satu sama lainnya.
Namun, sungguh sangat disayangkan apabila para
generasi penerus bangsa tidak mengtehaui tentang permasalaan penduduk yang ada.
Kebanyakan dari mereka hanya mengetahui dan cukup mengerti tentang kebudayaan
dari salah satu suku yang ada di Indonesia, itu juga karena pembahasan yang
sering dibahas selalu mengambil contoh dari suku yang itu-itu saja.
Dan kebanyakan dari mereka tidak mau ikut campur
tentang masalah kependudukan yang ada di Indonesia. Dan Indonesia pun terpuruk
akibat permasalahan penduduk yang dihadapi. Dan bagaimana generasi muda mau
menyikapi hal tersebut.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang
dimaksud dengan Dinamika kependudukan?
2.
Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi Dinamika kependudukan?
3. Apa Saja Permasalahan Kependudukan Di Indonesia,
Dampak Dan Upaya Mengatasinya?
D. Tujuan
1. Menjelaskan Dinamika Kependudukan
2. Meyebutkan Faktor-Faktor yang mempengaruhi Dinamika
Kependudukan
3. Menjelaskan Permasalahan Kependudukan Di Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Pengertian Dinamika Penduduk
Dinamika
penduduk ialah suatu perubahan keadaan penduduk. Perubahan-perubahan
tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal. Dinamika atau perubahan lebih cenderung
pada suatu perkembangan jumlah penduduk suatu negara atau wilayah tersebut.
Jumlah penduduk tersebut bisa diketahui melalui sensus, registrasi dan survey
penduduk.
Perkembangan
pada jumlah penduduk yang tinggi jika tidak diikuti dengan pertumbuhan ekonomi
yang seimbang maka akan berakibat kepada sumber daya manusia yang berkualitas
rendah. Oleh sebab itu, perlu adanya tindakan untuk mengendalikan
pertumbuhan penduduk agar permasalahan yang timbul bisa ditekan sekecil
mungkin.
2. Faktor Yang Mempengaruhi Dinamika Penduduk
1. Angka
Kelahiran (Natalitas),
Merupakan angka yang menunjukkan
bayi yang lahir dari setiap 1000 penduduk per tahun. Angka kelahiran bayi
bisa dibagi menjadi 3 jenis, yakni :
a. Angka kelahiran dikatakan tinggi
jika angka kelahiran berkisar > 30 per tahun.
b. Angka kelahiran dikatakan sedang
jika angka kelahiran berkisar 20 sampai dengan 30 per tahun.
c. Angka kelahiran dikatakan rendah
jika angka kelahiran berkisar kurang < 20 per tahun.
2. Angka
Kematian (Mortalitas),
Merupkan angka yang menunjukkan
jumlah kematian dari setiap 1000 penduduk per tahun. Mortalitas ini dibagi
menjadi 3 jenis, yakni :
a.
Mortalitas dikatakan
tinggi jika angka kematian berkisar > 18 per tahun.
b.
Mortalitas
dikatakan sedang jika angka kematian berkisar antara 14-18 per tahun.
c.
Mortalitas
dikatakan rendah jika angka kematian berkisar antara 9-13 per tahun.
3.
Perpindahan Penduduk (Migrasi),
Merupakan
suatu perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain. Migrasi
dibagi menjadi beberapa macam,yakni :
1.
Emigrasi ialah suatu perpindahan
penduduk dari suatu negara ke negara lain.
2.
Imigrasi ialah masuknya penduduk ke dalam
sebuah daerah negara tertentu.
3.
Urbanisasi ialah suatu perpindahan
penduduk dari desa ke kota.
4.
Transmigrasi ialah suatu perpindahan
penduduk antar pulau dalam suatu negara.
5.
Remigrasi ialah kembalinya suatu penduduk ke negara asal
sesudah beberapa lama berada di negara orang lain.
3. Permasalahan Kependudukan Di
Indonesia, Dampak Dan Upaya Mengatasinya
Masalah kependudukan merupakan masalah umum yang
dimiliki oleh setiap negara di dunia ini. Secara umum, masalah kependududkan
berbagai negara dapat dibedakan menjadi dua,yaitu dalam hal kuantitas dan
kualitas pendudukmya. Kuantitas penduduk adalah
jumlah penduduk yang menempati suatu wilayah tertentu. Kuantitas atau jumlah
penduduk dapat diketahui melalui beberapa cara diantaranya melalui sensus
penduduk, registrasi penduduk, dan survey penduduk. Data tentang kualitas dan kuantitas
penduduk tersebut dapat diketahui melalui beberap cara, diantaranya melalui
metode sensus,registrasi dan survei penduduk.
Sensus Penduduk
Sensus adalah perhitungan jumlah penduduk, ekonomi,
dan sebagainya yang dilakukan oleh pemerintah dalam jangka watu tertentu,
dilakuakan secara serentak, dan bersifat menyeluruh dalam suatu batas untuk
kepentingan demografi negara yang bersangkutan. Pada pelaksanaannya, metode
pencatatan atau sensus yang digunakan dibedakan menjadi dua, yaitu
a.Metode
Householder
Pada metode ini, pengisian daftar pertanyaan tentang
data kependudukan diserahkan kepada penduduk atau responden, sehingga penduduk
diberi daftar pertanyaan untuk diisi dan akan diambil kembali beberapa waktu
kemudian. Metode semacam ini hanya dapat dilakukan pada derah yang tingakat
pendidikan penduduknya relatif tinggi, karena mampu memahami dan menjawab
pertanyaan yang diserahkan kepada mereka.
b. Metode
canvaser
Pada metode ini, pengisian daftar pertanyaan tentang
data kependudukan dilakuakan oleh petugas sensus dengan cara mendatangi dan
mewawancarai penduduk atau responden secara langsung. Petugas sensus mengajukan
pertanyaan-pertanyaan sesuai daftar dan penduduk yang ditatangi menjawab secara
lisan sesuai dengan keadaan atau kondisi yang sebenarnya. Adapun berdasarkan
status tempat tinggal penduduknya, sensus dapat dibedakan menjadi sensus se
facto dan sensus de jure
a.Sensus De
Facto
Pada metide ini, pencatatan dilakukan oleh petugas
pada setiap orang yang ada di daerah tersebut pada saat sensus diadakan. Metode
sensus ini tidak membedakan antara penduduk asli yang mennetap ataupun penduduk
yang hanya tinggal sementara waktu.
b. Sensus De
Jure
Pada metode ini, pencatatan penduduk dilakukan oleh
petugas hanya untuk penduduk yang secara resmi tercatat dan tinggal sebagai
penduduk di daerah tersebut pada saat dilakukannya sensus, sehingga dapat
dibedakan antara penduduk asli yang menetap dan penduduk yang hanya tinggal
untuk sementara waktu atau yang belum terdaftar sebagai penduduk setempat.
Dengan menggunakan sensus de jure, penduduk yang belum secara resmi tercatat
sebagai penduduk di daerah tersebut tidak disertakan dalam perhitungan.
Di indonesia, pada umumnya sensus penduduk dilakukan
dengan metode cansaver dengan mengombinasi anatar sensus de facto dengan
sensus de jure. Bagi mereka yang bertempat tinggal tetap memakai cara de
jure, sedangkan untuk yang tidak bertempat tinggal tetap dicacah dengan
cara de facto. Sensus penduduk perlu dilakukan agar pemerintah memiliki
data kependudukan yang ud to date (sesuai perkembangan zaman), sehingga
pemerintah dapat :
v Mengetahui perkembangan jumlah
penduduk,
v Mengetahui tingkat pertumbuhan
penduduk,
v Mengetahui persebaran dan kepadatan
penduduk,
v Mengetahui komposisi
penduduk(berdasarkan jenis kelamin, tingakat pendidikan, umur, mata
pencaharian, dan sebagainya),
v Mengetahui arus migrasi, serta
v Merencanakan pembangunan sarana dan
prasarana sosial sesuai dengan kondisi kependudukan daerah.
2.
Registrasi Penduduk
Registrasi
penduduk adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah setempat mengenai
data kelahiran, kematian, migrasi, dan pernikahan. Tujuan registrasi penduduk yaitu sebagai suatu
catatan resmi dari peristiwa tertentu dan sebagai sumber yang berharga bagi
penyusunan yang langsung dapat digunakan dalam proses perencanaan
kemasyarakatan.
3.Survei
Penduduk
Survei
penduduk adalah penelitian ilmiah yang dilakukan hanya terhadap contoh atau sampelnya
saja yang mewakili keseluruhan. Pada umumnya suevei penduduk ini dilaksanakan dengan sistem sampel atau
dalam bentuk studi kusus. Mengingat pelaksanaan sensus yang dilakukan hanya
tiap 10 tahun, maka untuk memperoleh data yang up to date dengan segera,
pemerintah mengadakan perhitungan penduduk di luar jadwal sensus, misalnya
dengan melakukan Survai Penduduk Antar sensus (Supas) dan Survei Sosial Ekonomi
Nasional (Susenas).
Jenis jenis
penncatatan penduduk tersebut pada dasarnya untuk mengetahui permasalahan
kependudukan dari segi Kuantitas dan kualitas penduduk.
1. Kuantitas
Penduduk
Masalah
kependudukan Indonesia dalam hal kuantitas adalah masalah kependudukan dalam
hal jumlah. Permasalahan yang terkait dengan kuantitas penduduk, dampak, dan
upaya penanggulangannya, secara singkat diuraikan berikut ini.
a.Jumlah Penduduk
Indonesia merupakan
salah satu negara dengan jumlah penduduk yang besar (mencapai 203.456.000
berdasarkan sensus penduduk tahun 2000), maka tidak heran jika Indonesia
dianggap sebagai pasar yang menjanjikan bagi kalangan dunia usaha. Sebenarnya,
jumlah penduduk yang besar merupakan salah satu modal dasar pembangunan. Akan
tetapi, hal tersebut dapat terjadi jika sumber daya manusia yang ada merupakan
sumber daya manusia yang berkualitas; namun jika sumber daya manusia yang
berkualitas tersebut jumlahnya terbatas, maka banyaknya jumlah penduduk
merupakan kendala dalam melaksanakan pembangunan. Hal ini dikarenakan tingginya
tingkat ketergantungan dari manusia yang tidak produktif terhadap manusia yang
produktif. Indonesia telah mengadakan sensus sebanyaklima kali sejak tahun 1945
hingga tahun 2000. Perkembangan jumlah penduduk sejak sensus pertama hingga
terakhir (2000) dapat dilihat pada tabel di samping Saat ini, besarnya jumlah
penduduk Indonesia menempati urutan pertama di antara negara-negara ASEAN,
menempati urutan ke tiga di Benua Asia setelah RRC dan India, serta menempati
urutanke empat dunia setelah RRC, India, dan Amerika Serikat. Perhatikan tabel
berikut!Kenaikan jumlah penduduk di tiap negara tersebut secara otomatis
memengaruhi banyaknya jumlah penduduk dunia. Kondisi ini merupakan bentuk
dinamika penduduk dunia.
1 ) Dampak
Jumlah
penduduk Indonesia yang semakin banyak dari tahun ke tahun tentunya menimbulkan
dampak terhadap kehidupan sosial ekonomi Indonesia. Beberapa dampak sosial
ekonomi yang ditimbulkan dari banyaknya jumlah penduduk, antara lain:
a)
meningkatnya kebutuhan akan berbagai fasilitas sosial;
b) meningkatnya persaingan
dalam dunia kerja sehingga mempersempit lapangan dan peluang kerja
c) meningkatnya angka
pengangguran (bagi mereka yang tidak mampu bersaing); serta
d)
meningkatnya angka kriminalitas.
2 ) Upaya Penanggulangan
Berikut ini
beberapa kebijakan yang diambil pemerintah Indonesia dalam upaya mengatasi
masalah jumlah penduduk.
a) Mencanangkan program
Keluarga Berencana (KB) sebagai gerakan nasional, dengan cara memperkenalkan
tujuan-tujuan program KB melalui jalur pendidikan, mengenalkan alat-alat
kontrasepsi kepada pasangan usia subur, dan menepis anggapan yang salah tentang
anak.
b) Menetapkan Undang-Undang
Perkawinan yang di dalamnya mengatur serta menetapkan tentang batas usia nikah
c) Membatasi
pemberian tunjangan anak bagi PNS/ABRI hanya sampai anak kedua.
b . Pertumbuhan Penduduk
Seperti
halnya negara-negara berkembang pada umumnya, negara kita senantiasa mengalami
peningkatan jumlah penduduk dari tahun ke tahun. Hal ini berarti Indonesia
mengalami laju pertumbuhan penduduk. Namun, jika diperhatikan, laju pertumbuhan
penduduk Indonesia dari periode ke periode cenderung mengalami penurunan.
1 ) Dampak
Permasalahan
kependudukan yang ditimbulkan dari pertumbuhan penduduk memiliki kesamaan
dengan permasalahan yang ditimbulkan dari banyaknya jumlah penduduk.
2 ) Upaya Penanggulangan
Adapun
usaha-usaha yang dilakukan pemerintah dalam menekan laju pertumbuhan penduduk
antara lain meliputi hal-hal berikut ini
a)
Meningkatkan pelayanan kesehatan dan kemudahan dalam menjadi akseptor Keluarga
Berencana
b)
Mempermudah dan meningkatkan pelayanan dalam bidang pendidikan, sehingga
keinginan untuk segera menikah dapat dihambat
c)
Meningkatkan wajib belajar pendidikan dasar bagi masyarakat, dari 6 tahun
menjadi 9 tahun.
c . Persebaran/Kepadatan
Penduduk
Persebaran
penduduk erat kaitannya dengan tingkat hunian atau kepadatan penduduk Indonesia
yang tidak merata. Sekitar 60% penduduknya tinggal di Pulau Jawa yang hanya
memiliki luas ± 6,9% dari luas wilayah daratan Indonesia. Secara umum, tingkat
kepadatan penduduk atau population density dapat diartikan sebagai perbandingan
banyaknya jumlah penduduk dengan luas daerah atau wilayah yang ditempati berdasarkan
satuan luas tertentu. Kepadatan penduduk dapat dibedakan menjadi tiga macam,
berikut ini.
1) Kepadatan Penduduk
Berdasarkan Lahan Pertanian
Kepadatan
penduduk berdasarkan lahan pertanian dapat dibedakan atas kepadatan penduduk
agraris dan kepadatan penduduk fisiologis
.a)
Kepadatan penduduk agraris adalah perbandingan antara jumlah penduduk yang
bekerja di sektor pertanian dengan luas lahan pertanian
b) Kepadatan
penduduk fisiologis adalah perbandingan antara jumlah penduduk total (baik ataupun tidak) yang bermata
pencaharian sebagai petani dengan luas lahan pertanian.
2) Kepadatan Penduduk Umum
(Aritmatik)
Kepadatan
aritmatik merupakan perbandingan antara jumlah penduduk total (tanpa memandang
mata pencaharian) dengan luas wilayah (baik lahan pertanian ataupun tidak).
Untuk perhitungan kependudukan di Indonesia, kita menggunakan perhitungan
kepadatan penduduk umum (aritmatik).
3) Kepadatan Penduduk
Ekonomi
Kepadatan
penduduk ekonomi adalah besarnya jumlah penduduk pada suatu wilayah didasarkan
atas kemampuan wilayah yang bersangkutan. Kepadatan penduduk di tiaptiap
wilayah Indonesia tidaklah sama, hal ini tentu saja menimbulkan permasalahan
kependudukan. Permasalahan ini terkait dengan penyediaan sarana dan prasarana
sosial, kesempatan kerja, stabilitas keamanan, serta pemerataan pembangunan.
2. Kualitas
Penduduk
Masalah
kependudukan Indonesia dalam hal kualitas adalah masalah kependudukan dalam hal
mutu kehidupan dan kemampuan sumber daya manusianya. Di Indonesia, masalah
kualitas penduduk yang terjadi, antara lain, dipengaruhi oleh masih rendahnya
tingkat pendidikan dan kualitas sumber daya manusia, rendahnya taraf kesehatan
sehingga kesemuanya itu pada akhirnya mengarah pada rendahnya pendapatan
perkapita masyarakatnya.
a. Masalah Pendidikan
Pendidikan
merupakan salah satu indikator kualitas penduduk. Semakin tinggi tingkat
pendidikan yang dicapai, maka semakin tinggi pula kualitas sumber daya manusia
yang dimiliki. Secara umum, tingkat pendidikan penduduk Indonesia masih
tergolong relatif rendah. Akan tetapi, tingkat pendidikan masyarakat tersebut
senantiasa diupayakan untuk selalu ditingkatkan dari tahun ke tahun.
Hal-hal yang
memengaruhi rendahnya tingkat pendidikan di negara Indonesia, antara lain
meliputi hal-hal berikut ini.
1) Kurangnya
kesadaran penduduk akan pentingnya pendidikan, sehingga mereka tidak perlu
sekolah terlalu tinggi (khususnya untuk anak perempuan).
2) Rendahnya
penerimaan pendapatan perkapita, sehingga orang tua tidak mampu menyekolahkan
anaknya lebih lanjut atau bahkan tidak disekolahkan sama sekali.
3) Kurang
memadainya sarana dan prasarana pendidikan, khususnya di pedesaan dan
daerah-daerah terpencil.
4)
Keterbatasan anggaran dan kemampuan pemerintah dalam mengusahakan program
pendidikan yang terjangkau masyarakat.
1 ) Dampak
Rendahnya
tingkat pendidikan penduduk akan berdampak pada kemampuan penduduk tersebut
dalam memahami dan menghadapi kemajuan zaman, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
Penduduk yang berpendidikan tinggi akan lebih mudah memahami dan beradaptasi
dalam menghadapi perkembangan zaman, sehingga mereka akan lebih produktif dan
inovatif.
2 ) Upaya Penanggulangan
Untuk
menyikapi hal-hal tersebut, pemerintah telah mengambil beberapa upaya dalam
memperluas dan meratakan kesempatan memperoleh pendidikan, diantaranya dengan
jalan berikut ini.
a)
Menggalakkan program wajib belajar 9 tahun
b) Mendorong
kesadaran masyarakat yang mampu atau badan-badan usaha untuk menjadi orang tua
asuh bagi anak-anak kurang mampu.
c)
Menyediakan beasiswa bagi siswa berprestasi, khususnya bagi siswa berprestasi
yang kurang mampu.
d) Membuka
jalur-jalur pendidikan alternatif atau nonformal (seperti kursus-kursus
keterampilan) sehingga dapat memperkaya kemampuan atau kualitas seseorang.
e)
Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana belajar mengajar
hingga ke pelosok daerah.
Pengembangan
sistem pendidikan nasional saat ini telah dipertegas dalam Undang-Undang No 2
Tahun 1989, sehingga diharapkan mampu mempertegas arah pembangunan yang
dilakukan pemerintah dalam upaya mencerdaskan bangsa.
b . Masalah Kesehatan
Tingkat
kesehatan merupakan salah satu indikator kualitas penduduk suatu negara. Dalam
hal ini, tingkat kesehatan dapat diindikasikan dari angka kematian bayi, angka
kematian ibu melahirkan, ketercukupan gizi makanan, dan usia harapan hidup
1.Angka
kematian bayi di Indonesia masih relatif tinggi, meskipun terus menurun dari
tahun ke tahun. Pada tahun 1971, angka kematian bayi mencapai 218 tiap 1.000
kelahiran, akan tetapi pada tahun 1990, angka kematian bayi telah menurun
menjadi 8 tiap 1.000 kelahiran. Menurunnya angka kematian bayi ini didukung
oleh meningkatnya derajat kesehatan dan gizi ibu. Kondisi ini juga berpengaruh
terhadap angka kematian ibu melahirkan yang cenderung menurun dari tahun ke tahun.
2 Tingkat
ketercukupan gizi masyarakat juga mulai meningkat. Saat ini, pemerintah melalui
Departemen Kesehatan menetapkan standar ketercukupan gizi, yaitu 2.400
kalori/hari/kepala keluarga. Artinya, suatu keluarga dikatakan sejahtera jika
mampu memenuhi angka ketercukupan kalori tersebut.
3 Angka
harapan hidup adalah perkiraan rata-rata umur yang dapat dicapai penduduk suatu
negara. Angka ini di Indonesia cenderung mengalami peningkatan, dari 45,73
tahun pada tahun 1971 menjadi 65,43 tahun pada tahun 2000. Akan tetapi, angka
tersebut masih tergolong relatif rendah, karena negaranegara lain dapat
mencapai 70 bahkan lebih dari 80 tahun.
1 ) Dampak
Rendahnya
tingkat kesehatan masyarakat akan memunculkan serangkaian dampak yang
berhubungan dengan kualitas sumber daya manusia. Generasi yang tidak
ketercukupan gizi tentu akan memiliki kondisi fisik dan psikis yang kurang bila
dibandingkan dengan generasi yang terpenuhi gizinya. Kondisi ini tentu sangat
berpengaruh pada pola pikir, ketahanan belajar, dan kreatifitasnya.
2 ) Upaya Penanggulangan
Upaya-upaya
yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam meningkatkan taraf kesehatan
masyarakatnya ditempuh melalui langkah-langkah, berikut ini.
a) Menjalin
kerja sama dengan badan kesehatan dunia (WHO) dalam mengadakan program
kesehatan, misalnya pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional, standarisasi obat dan
makanan, serta peningkatan gizi masyarakat.
b)
Melaksanakan program peningkatan kualitas lingkungan, baik dengan kemampuan
sendiri ataupun melalui kerja sama dengan luar negeri (misalnya dengan menjalin
kerja sama dengan badan pembangunan dunia/UNDP). Salah satu contoh program
peningkatan kualitas lingkungan yang telah dan masih dilakukan adalah Kampoong
Improvement Programme (KIP).
c)
Menggiatkan program pemerataan kesehatan dengan cara melengkapi sarana dan
prasarana kesehatan yang meliputi tenaga medis, obat-obatan, dan alat-alat
penunjang medis lainnya hingga ke pelosok desa.
d)
Menghimbau penggunaan dan penyediaan obat-obat generik bermutu sehingga dapat
terjangkau oleh masyarakat.
e)
Meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, misalnya melalui program asuransi
kesehatan keluarga miskin (Askeskin) untuk keluarga miskin (prasejahtera).
BAB III
PENUTUP
a. Kesimpulan
Dinamika kependudukan yaitu perubahan keadaan
penduduk. Dinamika kependudukan di pengaruhi tiga hal yaitu:
1. Natalitas
2. Mortalitas
3. Migrasi.
b.Saran
Saran kami kepada para pembaca yaitu agar dapat
mengambil nilai-nilai positif dari makalah yang kami sampaikan. Semoga
pemerintah juga memberikan regulasi tentang dinamika kependudukan di Indonesia.
No comments:
Post a Comment